JawaPos.com - Persebaya Surabaya dipastikan menghadapi PSMS Medan yang tampil dengan komposisi berbeda pada laga kedua Grup B Piala Presiden 2026 di Stadion Gelora Bung Tomo (GBT), Surabaya, Rabu (29/7).
Pelatih PSMS Medan Eko Purdjianto menegaskan timnya telah menyiapkan evaluasi menyeluruh usai kalah 0-2 dari Port FC demi meningkatkan peluang meraih hasil lebih baik. Kekalahan pada laga pembuka memang menjadi awal yang kurang ideal bagi PSMS Medan.
Namun, Eko memastikan hasil tersebut tidak membuat timnya kehilangan kepercayaan diri menjelang duel melawan tuan rumah. Laga menghadapi Persebaya Surabaya juga menjadi ujian penting bagi Ayam Kinantan sebelum mengarungi kompetisi Liga 2 musim 2026/2027.
Baca Juga: Prediksi Skor Port FC vs Persija Jakarta di Piala Presiden 2026: Pembuktian Magis Shin Tae-yong!
Karena itu, setiap pertandingan di Piala Presiden dimanfaatkan sebagai ajang mengukur perkembangan tim.
Mengapa PSMS Medan Akan Tampil Berbeda?
Eko Purdjianto mengakui Port FC tampil lebih baik pada pertandingan pertama Grup B. Meski demikian, ia menilai kekalahan tersebut justru menjadi bahan evaluasi penting untuk memperbaiki performa tim pada laga berikutnya.
"Kami akui keunggulan Port FC. Kami akan berbenah untuk pertandingan kedua," kata Eko saat konferensi pers usai pertandingan di Stadion GBT Surabaya.
Menurut Eko, jajaran pelatih telah mengidentifikasi sejumlah aspek yang harus diperbaiki. Evaluasi itu meliputi komposisi pemain, keseimbangan permainan, hingga efektivitas strategi saat menghadapi lawan dengan kualitas berbeda.
PSMS Medan datang ke turnamen pramusim ini bukan hanya mengejar hasil. Tim asal Sumatera Utara tersebut juga tengah membangun fondasi terbaik sebelum tampil di Liga 2 musim 2026/2027.
Apa Strategi PSMS Medan Menghadapi Persebaya Surabaya?
Eko menyadari Persebaya Surabaya merupakan salah satu tim terkuat di Grup B. Selain memiliki materi pemain berkualitas, Green Force juga mendapat keuntungan bermain di hadapan ribuan pendukungnya di Stadion Gelora Bung Tomo.
Karena itu, PSMS Medan dipastikan tidak akan menggunakan pendekatan yang sama seperti saat menghadapi Port FC. Pelatih berusia 54 tahun tersebut telah menyiapkan perubahan baik dari sisi komposisi pemain maupun pola permainan.
"Pertandingan kedua nanti kami akan menampilkan permainan atau komposisi pemain yang berbeda. Kami ingin memainkan formasi dan tim terbaik saat melawan Persebaya," ujar Eko.
Dia juga mengungkapkan masih ada sejumlah pemain yang belum mendapatkan kesempatan tampil pada pertandingan pertama. Kehadiran mereka diyakini dapat memberikan warna baru sekaligus meningkatkan kualitas permainan tim.
"Tadi saya katakan kita berbenah untuk laga kedua melawan Persebaya, kita tahu Persija juga dibuat kelimpungan di injury time," ucap Eko.
Pernyataan tersebut menjadi sinyal jika PSMS Medan telah mempelajari kekuatan Persebaya Surabaya. Eko melihat Green Force mampu memberikan tekanan hingga menit-menit akhir ketika menghadapi Persija Jakarta pada pertandingan sebelumnya.
Siapa Saja yang Berpeluang Mengisi Starting XI?
Meski belum membocorkan nama-nama pemain yang akan diturunkan, Eko memastikan opsi rotasi sudah disiapkan. Beberapa pemain yang belum tampil saat menghadapi Port FC berpeluang besar mendapat kesempatan pada laga kedua.
“Kita juga ada beberapa pemain yang belum kita mainkan. Dan pasti pertandingan kedua nanti kita akan memaksimalkan permainan atau pemain-pemain posisi dengan yang ada sekarang,” kata Eko.
Rotasi tersebut bukan hanya untuk mencari hasil positif di Piala Presiden 2026. Langkah itu juga menjadi bagian dari proses menemukan susunan pemain paling ideal sebelum kompetisi resmi dimulai.
Seberapa Penting Laga Ini bagi PSMS Medan?
Bagi PSMS Medan, pertandingan melawan Persebaya Surabaya memiliki arti lebih dari sekadar perebutan poin di Grup B. Laga ini menjadi kesempatan menguji kesiapan tim menghadapi tekanan dari salah satu kandidat kuat di turnamen sekaligus mengukur efektivitas strategi baru.
Eko menegaskan seluruh perubahan yang dilakukan tetap mengarah pada target jangka panjang, yakni membentuk tim yang kompetitif di Liga 2 musim 2026/2027. Karena itu, setiap pertandingan dimanfaatkan sebagai bagian dari proses pembentukan karakter dan kekuatan tim.
“Untuk kedepannya, kita mau memainkan formasi atau tim yang terbaik untuk kedepannya di Liga Indonesia," tutur Eko.
Dengan perubahan komposisi pemain yang telah disiapkan, PSMS Medan berharap mampu memberikan perlawanan lebih sengit kepada Persebaya Surabaya. Duel di Stadion Gelora Bung Tomo pun diprediksi berlangsung menarik karena kedua tim sama-sama mengincar hasil maksimal demi menjaga peluang lolos dari fase grup Piala Presiden 2026.