← Beranda
PSS Sleman Hadapi Musim Sibuk, Pieter Huistra Sebut Kedalaman Skuad Jadi Faktor Penentu
Andre Rizal HanafiRabu, 29 Juli 2026 | 12.08 WIB
Pelatih kepala PSS Pieter Huistra. (Istimewa)

 

JawaPos.com - PSS Sleman menyadari bahwa persaingan di Super League 2026/2027 akan menghadirkan tantangan yang jauh lebih berat dibandingkan musim lalu.

Setelah sukses kembali ke kasta tertinggi sepak bola Indonesia, Super Elja kini dituntut tampil konsisten menghadapi jadwal pertandingan yang lebih padat sepanjang musim.

Pelatih PSS Sleman, Pieter Huistra, menilai timnya harus mempersiapkan diri dengan lebih matang.

Bukan hanya dari sisi kualitas permainan, tetapi juga kedalaman skuad agar mampu bersaing di dua kompetisi sekaligus.

Baca Juga: Balsa Sekulic Jadi Penentu, Persib Bandung Pastikan Tempat di Semifinal Piala Presiden 2026

Musim ini, PSS dijadwalkan menjalani 34 pertandingan di Super League. Selain itu, mereka juga akan ambil bagian dalam League Cup yang diikuti oleh seluruh klub Super League dan Championship.

Kondisi tersebut membuat manajemen serta tim pelatih harus memikirkan strategi yang tepat untuk menjaga performa pemain selama kompetisi berlangsung.

Menurut Huistra, padatnya agenda pertandingan membuat rotasi pemain menjadi kebutuhan yang tidak bisa dihindari. Ia menegaskan bahwa setiap pemain harus siap mendapatkan kesempatan bermain karena semua akan memiliki peran penting sepanjang musim.

Baca Juga: Igor Tolic Ungkap Tantangan Persib Bandung Usai Lolos ke Semifinal Piala Presiden 2026

"Kami akan menghadapi lebih banyak pertandingan dibandingkan musim lalu. Selain menjalani 34 laga di liga, kami juga akan tampil di Piala Liga (League Cup). Karena itu, kami harus memiliki kedalaman skuad yang cukup untuk menghadapi jadwal yang padat," ujar Huistra usai sesi latihan sore, Senin (27/7/2026).

Pelatih asal Groningen, Belanda, tersebut menjelaskan bahwa penambahan jumlah pemain bukan hanya untuk mengurangi risiko kelelahan.

Kehadiran banyak opsi di dalam skuad juga memberi keleluasaan dalam menerapkan berbagai strategi sesuai kebutuhan pertandingan.

Ia menyebut rotasi menjadi bagian penting dari perencanaan tim. Dengan kondisi fisik pemain yang tetap terjaga, peluang untuk mempertahankan performa di setiap pertandingan akan semakin besar.

"Rotasi pemain sangat mutlak melihat jumlah pertandingan yang akan kami mainkan. Selain itu juga menjadi opsi secara taktikal dengan jumlah pertandingan yang padat di musim ini," lanjutnya.

Baca Juga: FA dan IFAB Setujui Aturan Baru untuk Kiper, Cegah Pura-Pura Cedera Demi Ulur Waktu

Kedalaman skuad memang menjadi salah satu aspek yang banyak mendapat perhatian klub-klub peserta Super League musim ini.

Jadwal yang rapat berpotensi meningkatkan risiko cedera maupun penurunan kondisi fisik apabila pemain inti terus dipaksakan tampil tanpa jeda yang cukup.

Bagi PSS Sleman, musim 2026/2027 bukan sekadar ajang untuk kembali meramaikan persaingan di kasta tertinggi.

Tim berjuluk Super Elja itu juga ingin menunjukkan bahwa mereka mampu bersaing dengan klub-klub papan atas.

Baca Juga: Sukses Kalahkan Kamboja, Sandy Walsh Ingin Timnas Indonesia Lanjutkan Tren Kemenangan di Piala AFF 2026

Untuk mewujudkan target tersebut, kesiapan seluruh pemain dalam skuad dipastikan akan menjadi salah satu faktor penting sepanjang kompetisi berlangsung.

Dengan kombinasi rotasi yang tepat, kedalaman skuad yang memadai, serta fleksibilitas taktik dari tim pelatih, PSS berharap dapat melewati musim yang panjang dengan hasil yang maksimal.

EDITOR: Banu Adikara