JawaPos.com - ASEAN Championship Hyundai Cup 2026 akan menghadirkan sejumlah perubahan penting dalam pelaksanaan pertandingan. Panitia resmi memperkenalkan beberapa aturan baru yang mengacu pada regulasi terbaru yang diterapkan FIFA di Piala Dunia 2026.
Langkah ini dilakukan untuk meningkatkan kualitas pertandingan, mengurangi pemborosan waktu, sekaligus membantu wasit menjaga konsistensi dalam mengambil keputusan. Selain perubahan regulasi, turnamen sepak bola paling bergengsi di kawasan Asia Tenggara itu juga akan menggunakan Video Assistant Referee (VAR) di seluruh pertandingan untuk pertama kalinya dalam sejarah kompetisi.
Penerapan VAR diharapkan mampu meminimalkan kesalahan keputusan wasit pada momen-momen krusial, seperti gol, penalti, kartu merah langsung, hingga identifikasi pemain yang melakukan pelanggaran. Tak hanya itu, ada tujuh aturan baru yang akan mulai diberlakukan sepanjang ASEAN Championship Hyundai Cup 2026.
Baca Juga: Debut Shin Tae-yong di Persija Dimulai Lawan Persebaya, Akui Persiapan Tim Belum Sepenuhnya Matang
Pertama, setiap tim tetap diperbolehkan melakukan lima pergantian pemain. Namun, pergantian tersebut hanya bisa dilakukan dalam tiga momen selama pertandingan, di luar jeda turun minum.
Kedua, penjaga gawang saat melakukan lemparan ke gawang maupun pemain yang melakukan lemparan ke dalam akan dikenai hitungan mundur selama lima detik. Aturan ini dibuat untuk mengurangi kebiasaan mengulur waktu.
Ketiga, pemain yang mendapatkan perawatan medis di dalam lapangan wajib berada di luar lapangan setidaknya selama satu menit sebelum kembali bermain. Ketentuan ini tidak berlaku bagi penjaga gawang.
Keempat, pemain yang telah ditarik keluar wajib meninggalkan lapangan maksimal dalam waktu 10 detik. Jika tidak, proses pergantian pemain berpotensi mendapat perhatian dari wasit.
Kelima, staf pelatih tidak lagi diperbolehkan memberikan instruksi taktis kepada pemain ketika pertandingan dihentikan karena adanya pemain yang mengalami cedera. Aturan ini diterapkan agar jeda pertandingan tidak dimanfaatkan sebagai waktu tambahan untuk menyusun strategi.
Keenam, pemain dilarang menutupi mulut menggunakan tangan maupun jersey saat terjadi konfrontasi di lapangan. Regulasi ini bertujuan meningkatkan transparansi komunikasi sehingga insiden dapat dipantau lebih jelas oleh perangkat pertandingan.
Aturan terakhir berkaitan dengan tindakan protes. Setiap pemain maupun ofisial tim yang sengaja meninggalkan lapangan sebagai bentuk protes dapat langsung menerima kartu merah.
Bahkan, apabila tindakan tersebut membuat pertandingan tidak dapat dilanjutkan, tim yang bersangkutan berisiko didiskualifikasi dari kompetisi. Serangkaian perubahan ini menunjukkan upaya penyelenggara untuk menghadirkan pertandingan yang lebih efektif, adil, dan modern.
Dengan dukungan VAR serta regulasi baru yang lebih tegas, ASEAN Championship Hyundai Cup 2026 diharapkan berlangsung lebih kompetitif sekaligus memberikan pengalaman yang lebih baik bagi pemain, ofisial, maupun para pendukung sepak bola di Asia Tenggara.
Baca Juga: Persebaya Manfaatkan Piala Presiden 2026 untuk Matangkan Tim, Ini Penjelasan Bernardo Tavares