← Beranda
Target Persebaya Surabaya di Piala Presiden 2026! Bernardo Tavares Jadikan Sebagai Ajang Membangun Tim
Moch. Rizky Pratama PutraJumat, 24 Juli 2026 | 17.58 WIB
Pelatih Persebaya Surabaya Bernardo Tavares menegaskan Piala Presiden 2026 menjadi ajang membangun fondasi tim menuju kompetisi musim 2026/2027. (Persebaya)

 

JawaPos.com - Persebaya Surabaya menjadikan Piala Presiden 2026 sebagai bagian penting dalam membangun fondasi tim menuju musim 2026/2027. Menghadapi Persija Jakarta pada laga perdana Grup B di Stadion Gelora Bung Tomo, Minggu (26/7), pelatih Bernardo Tavares menegaskan proses pembentukan skuad menjadi prioritas utama meski tim tetap mengincar kemenangan di setiap pertandingan.

Mengapa Persebaya Surabaya Tidak Menjadikan Gelar sebagai Target Utama?

Persebaya Surabaya memandang turnamen pramusim sebagai momentum terbaik untuk mematangkan tim yang mengalami banyak perubahan komposisi pemain. Kehadiran sejumlah wajah baru membuat Green Force membutuhkan waktu agar setiap pemain memahami karakter permainan yang diinginkan tim pelatih.

Green Force tergabung di Grup B bersama Persija Jakarta, PSMS Medan, dan Port FC dari Thailand. Jadwal yang padat membuat setiap pertandingan memiliki nilai penting, bukan hanya untuk mengejar hasil, tetapi juga mengukur perkembangan tim sebelum kompetisi resmi bergulir.

Baca Juga: Jadwal dan Link Live Streaming Piala AFF 2026 Hari Ini, Timnas Indonesia Bersiap Jalani Laga Perdana

Pelatih Bernardo Tavares menegaskan ambisi memenangkan pertandingan tetap ada. Namun, dia menilai kondisi skuad saat ini belum mencapai level ideal sehingga proses pembentukan tim harus menjadi fokus utama.

"Piala Presiden kami manfaatkan sebagai bagian dari persiapan menuju kompetisi," ujar Tavares.

“Tentu kami ingin memenangkan setiap pertandingan, tetapi kami juga harus realistis melihat kondisi tim yang masih dalam proses pembentukan. Banyak pemain belum mencapai kondisi ideal, sehingga kami membutuhkan waktu untuk menyempurnakan semuanya," lanjut dia.

Baca Juga: Prediksi Skor Persib Bandung vs Arema FC di Piala Presiden 2026: Maung Bandung Masih Terlalu Perkasa?

Pelatih asal Portugal tersebut menilai hasil pertandingan memang penting. Akan tetapi, perkembangan performa kolektif tim jauh lebih menentukan sebagai bekal menghadapi kompetisi Super League 2026/2027.

Rotasi Besar Jadi Strategi Bernardo Tavares

Padatnya jadwal pertandingan membuat tim pelatih harus menyusun strategi khusus dalam mengelola kondisi fisik pemain. Persebaya Surabaya dijadwalkan memainkan tiga pertandingan dalam waktu singkat selama fase grup Piala Presiden 2026.

Karena itu, Tavares memastikan rotasi pemain akan dimaksimalkan. Apalagi regulasi turnamen memperbolehkan setiap tim melakukan hingga delapan pergantian pemain dalam satu pertandingan.

"Dengan aturan delapan pergantian pemain (di Piala Presiden), besar kemungkinan kami akan memanfaatkannya. Kondisi fisik pemain saat ini memang belum sesuai dengan yang kami inginkan, sehingga rotasi menjadi hal yang penting selama turnamen," jelas dia.

Rotasi bukan sekadar menjaga kebugaran pemain. Langkah tersebut juga menjadi kesempatan bagi tim pelatih untuk melihat kualitas seluruh anggota skuad, termasuk para pemain anyar yang baru bergabung pada musim ini.

Menurut Tavares, atmosfer pertandingan selalu memberikan gambaran berbeda dibandingkan sesi latihan. Dia ingin melihat bagaimana pemain membangun komunikasi, menjalankan instruksi taktik, hingga menghadapi tekanan pertandingan di depan puluhan ribu pendukung.

Baca Juga: Turunkan Skuad Utama, Shin Tae-yong Beber Target Persija Jakarta di Piala Presiden 2026

"Kami ingin melihat kemampuan seluruh pemain. Ada beberapa pemain yang baru pertama kali tampil di Indonesia sehingga mereka membutuhkan waktu untuk membangun chemistry dengan rekan-rekannya. Itu menjadi bagian penting dari proses yang sedang kami jalani," tutur dia.

Komitmen Saat Kehilangan Bola Jadi Penilaian Utama

Selain meningkatkan kondisi fisik, Bernardo Tavares juga terus menanamkan identitas permainan yang akan digunakan Persebaya Surabaya sepanjang musim. Salah satu aspek yang paling mendapat perhatian adalah reaksi pemain ketika kehilangan penguasaan bola.

Baginya, sepak bola modern tidak hanya berbicara mengenai kualitas menyerang. Disiplin saat melakukan transisi bertahan, membantu rekan setim, hingga menjaga keseimbangan permainan menjadi fondasi yang wajib dimiliki seluruh pemain.

Baca Juga: AC Milan Bidik Axel Disasi dari Chelsea, Ruben Amorim Siap Tebus Bek Prancis Rp 560 Miliar

"Target utama saya di Piala Presiden adalah melihat komitmen para pemain, terutama ketika tim kehilangan bola. Mereka harus aktif bergerak, memberikan dukungan kepada rekan setim, dan menjalankan transisi bertahan maupun menyerang dengan baik. Sepak bola bukan hanya soal apa yang dilakukan saat menguasai bola," terang dia.

Pelatih berusia 46 tahun tersebut memahami apabila beberapa pemain belum mampu tampil selama 90 menit dengan intensitas tinggi. Menurut dia, kondisi itu masih sangat wajar karena Persebaya Surabaya baru memasuki fase awal pramusim.

Cuaca yang cukup panas serta atmosfer pertandingan di Stadion Gelora Bung Tomo juga menjadi bagian dari proses adaptasi yang harus dilalui seluruh pemain. Pengalaman tersebut diyakini akan mempercepat kesiapan tim menjelang kompetisi resmi.

Baca Juga: Tak Sekadar Coaching Clinic, Trial Camp PSS Sleman-Medco 2026 Hadirkan Pengalaman Istimewa di Stadion Maguwoharjo

"Bagi saya, Piala Presiden adalah kesempatan untuk membangun tim. Saya ingin mengetahui pemain mana yang paling siap bermain dalam atmosfer pertandingan sesungguhnya, bukan hanya saat latihan," ungkap dia.

Kesempatan Terbuka untuk Semua Pemain

Bernardo Tavares menegaskan tidak ada jaminan tempat bagi pemain senior maupun pemain asing. Kesempatan bermain akan diberikan kepada siapa saja yang mampu menunjukkan performa terbaik selama latihan maupun pertandingan.

Prinsip tersebut sudah diterapkan ketika memberikan kesempatan kepada Dava Yunna untuk menjalani debut bersama tim utama pada laga 99th Anniversary Game menghadapi PSIS Semarang. Menurut dia, usia bukan menjadi ukuran utama dalam menentukan komposisi pemain.

"Usia bukan faktor utama bagi saya. Saya bisa memainkan pemain berusia 35 tahun jika memang layak, begitu juga pemain berusia 16 atau 17 tahun. Dava mendapat kesempatan berlatih bersama tim utama karena menunjukkan performa yang baik selama latihan. Itulah alasan dia diberi kesempatan bermain," tegas dia.

Baca Juga: Shin Tae-yong Ungkap Kesiapan Persija Jakarta Jelang Lawan Persebaya Surabaya di Piala Presiden 2026

Dia juga menilai seluruh pemain, termasuk rekrutan anyar seperti Diogo Ramalho, masih memiliki ruang yang besar untuk berkembang. Setiap pertandingan di Piala Presiden 2026 diharapkan mampu mempercepat adaptasi sekaligus meningkatkan kualitas permainan kolektif Green Force.

Menutup keterangannya, Tavares kembali menegaskan target utama Persebaya Surabaya selama turnamen bukan sekadar mengejar trofi. Dia ingin tim berkembang dari satu pertandingan ke pertandingan berikutnya sehingga siap bersaing ketika musim kompetisi resmi dimulai.

"Sejarah memang menunjukkan bahwa juara Piala Presiden belum tentu menjadi juara liga. Namun, saya juga tidak percaya ada tim yang sengaja menolak untuk menang. Target kami tetap sama, yaitu terus berkembang dari satu pertandingan ke pertandingan berikutnya. Itulah fokus utama kami selama turnamen ini," ucap Tavares.

Baca Juga: Profil Milan Ristovski, Striker Timnas Makedonia Utara yang Resmi Bergabung dengan Bhayangkara FC

EDITOR: Latu Ratri Mubyarsah