← Beranda
Mengenang M Basri, Pelatih yang Mengantar Arema FC Meraih Gelar Juara Pertama di Era Galatama
Andre Rizal HanafiKamis, 23 Juli 2026 | 22.40 WIB
M. Basri saat masih aktif melatih. (istimewa)

 

JawaPos.com - Dunia sepak bola Indonesia kembali berduka. Pelatih legendaris Muhammad Basri atau yang lebih dikenal sebagai M. Basri dikabarkan telah meninggal dunia. 

Kepergian sosok kelahiran Makassar, 5 Oktober 1942 tersebut menjadi kehilangan besar bagi sepak bola nasional, terutama bagi keluarga besar Arema FC yang pernah merasakan sentuhan emasnya.

Nama M. Basri memiliki tempat tersendiri dalam sejarah Arema. Di bawah kepemimpinannya, klub berjuluk Singo Edan berhasil meraih gelar juara Galatama musim 1992-1993. 

Baca Juga: Sepak Bola Indonesia Berduka, Pelatih Legendaris M Basri Meninggal Dunia di Usia 83 Tahun

Prestasi tersebut menjadi trofi liga pertama dalam sejarah Arema sekaligus menjadi fondasi lahirnya tradisi juara yang terus dikenang hingga sekarang.

General Manager Arema FC, Yusrinal Fitriandi, menyampaikan rasa belasungkawa atas wafatnya mantan pelatih yang menjadi bagian penting perjalanan klub asal Malang tersebut.

Menurut Yusrinal, M. Basri bukan hanya pelatih yang sukses memberikan prestasi, tetapi juga sosok yang memiliki dedikasi tinggi terhadap perkembangan sepak bola Indonesia. 

Ia menilai keberhasilan membawa Arema menjadi juara Galatama merupakan warisan berharga yang akan selalu dikenang oleh Aremania.

Baca Juga: Jelang Piala Presiden 2026, Arema FC Pererat Sinergi dengan Media dan Beberkan Kesiapan Tim

Karier M. Basri di dunia sepak bola dimulai sebagai pemain. Ia pernah membela Timnas Indonesia pada ajang Asian Games 1962 dan turut mengantarkan PSM Makassar meraih gelar juara Kompetisi Perserikatan pada musim 1964-1965 dan 1965-1966.

Kesuksesannya semakin bersinar ketika beralih menjadi pelatih. M. Basri pernah membawa Persebaya Surabaya menjadi juara Perserikatan 1977, kemudian meraih sejumlah gelar Galatama bersama Niac Mitra pada 1981, 1982, dan 1986. 

Rekam jejak tersebut membuatnya dipercaya menangani Timnas Indonesia senior dalam dua periode berbeda.

M. Basri mulai menangani Arema pada 1991 atas permintaan langsung pendiri klub, Acub Zainal. Dalam waktu singkat, ia mampu membangun tim yang solid dan kompetitif hingga akhirnya mengantar Arema menjadi juara Galatama 1992-1993 dengan raihan 45 poin dari 32 pertandingan.

Di mata para pemain, M. Basri dikenal sebagai pelatih yang disiplin, tegas, sekaligus piawai membangkitkan motivasi.

Baca Juga: Persib Bandung Optimistis Hadapi Arema FC di Piala Presiden 2026, Kondisi Fisik Pemain Sudah Siap

Ia juga memiliki kemampuan membaca kekuatan dan kelemahan lawan sehingga kerap menghasilkan strategi yang efektif di lapangan.

Setelah meninggalkan Arema, M. Basri masih terus mengabdikan diri di berbagai klub Indonesia, mulai dari Mitra Surabaya, PSM Makassar, Persita Tangerang, Persela Lamongan hingga Persiba Bantul. 

Salah satu prinsip yang selalu ia pegang adalah memberi kesempatan sebesar-besarnya kepada pemain putra daerah untuk berkembang.

Kepergian M. Basri menjadi akhir dari perjalanan panjang seorang tokoh yang telah memberikan kontribusi besar bagi sepak bola Indonesia. 

Namun, dedikasi, prestasi, dan semangatnya akan terus hidup dalam sejarah, terutama bagi Arema FC yang pernah merasakan sentuhan seorang pelatih legendaris.

EDITOR: Edi Yulianto