← Beranda
Persija Soccer School hingga ASIOP Membangun Mimpi Anak Negeri dari Lapangan SSB
Andika RachmansyahKamis, 23 Juli 2026 | 20.03 WIB
Persija Elite Selection 2026 di Persija Training Ground. (Instagram/@persija.ac)

 

JawaPos.com - Di tengah kepungan gedung pencakar langit dan kian menyusutnya ruang terbuka hijau di Jakarta, ribuan anak-anak masih merawat mimpi. Mereka dengan giat menggiring bola dan saling bekerja sama mengikuti arahan pelatih dengan begitu riangnya.

Di pinggir lapangan, doa-doa dari para orang tua terpanjat ke langit. Tidak hanya uang dari sebagian gaji yang disisihkan, para orang tua juga meluangkan waktu dari sibuknya aktivitas pekerjaan untuk mengantar sang buah hati ke SSB sekaligus menemani latihan dari tepi lapangan.

Para orang tua tersebut turut merawat mimpi, kelak anaknya bisa mengenakan jersey Timnas Indonesia kelak. Mereka mengabaikan berita-berita miring soal sepak bola Indonesia yang carut marut, atau jauh dari prospek menjanjikan.

Baca Juga: Jadi Pemain Baru Persija Jakarta, Ini 3 Pencapaian Terbaik Nadeo Argawinata Musim Lalu!

Mereka juga tak peduli anggapan miring bahwa riuhnya pemain naturalisasi di tubuh skuad Timnas Indonesia bisa mematikan mimpi anak negeri. Para orang tua tersebut hanya merajut bahagia, merayakan sepak bola bersama putra-putrinya.

Di lapangan sederhana itu, mimpi itu berasal. Kabar baiknya, pembinaan usia dini di ibu kota sudah tidak sekuno dulu. Di Jakarta, persebaran SSB sudah cukup menjamur.

Sejatinya tidak ada angka pasti mengenai jumlah SSB di Jakarta. Namun, diperkirakan terdapat ratusan SSB yang beroperasi di Ibu Kota.

Baca Juga: Nadeo Argawinata Resmi ke Persija Jakarta, Transfer Libatkan Dua Pemain Muda ke Borneo FC

Sebagai gambaran, terdapat sebanyak 44 SBB jika menghitung di Jakarta Barat saja. Jumlah itu dihimpun berdasarkan jumlah SSB yang terdaftar di bawah naungan Asosiasi Kota (Askot) PSSI.

Jika menghitung data Askot PSSI Jakarta Barat saja, saat ini sudah terdapat 4.346 pemain yang bernaung di 44 SSB tersebut. Maka bisa dibayangkan berapa total bibit muda SSB yang tersebar di Jakarta secara keseluruhan.

Terdapat pula Persija Soccer School yang saat ini sudah memiliki enam cabang yang tersebar di wilayah Jabodatebek. Yakni Bintaro, Ciledug, Pulomas, Cijantung, Sawangan, dan Bojongsari. Akademi Macan Kemayoran ini menjadi salah satu yang pembinaan sepak bola usia dini terbaik yang ada di Ibu Kota.

Biaya yang perlu digelontorkan pun tidak murah. Berdasarkan dari informasi yang dihimpun, biaya registrasi Persija Soccer School pada tahun 2023 seharga Rp3 juta, dengan iuran per bulannya mencapai Rp500 ribu.

Kehadiran klub-klub elite Eropa yang membuka cabang SSB di Jakarta juga turut menambah warna tersendiri bagi pembinaan usia dini tanah air. Manchester City, Liverpool, Arsenal, Barcelona hingga Liga Spanyol yang memiliki EDF La Liga Academy menambah bumbu euforia sepak bola usia dini.

Jangan lupakan juga kehadiran kawah candradimuka bernama Akademi Sepakbola Intinusa Prima (ASIOP). SSB raksasa ini sudah terbukti menelurkan bintang-bintang beken, sebut saja Egy Maulana Vikri, Achmad Jufriyanto, Andritany Ardhiyasa, Luthfi Kamal hingga Adam Alis.

Baca Juga: Andritany Ardhiyasa Perpanjang Kontrak Bersama Persija Jakarta, Stefano Cugurra Beri Selamat

Atmosfer pembinaan juga turut diramaikan para legenda Timnas Indonesia di sebagai pelatih SSB. Sebut saja Gendut Doni yang melatih di SSB Bina Bannua hingga Marzuki Badriawan yang mendirikan Indonesian Soccer Academy Marzuki Badriawan (ISAMB).

Kehadiran akademi modern hingga tangan dingin para legenda mungkin memberi jaminan kualitas pendidikan di atas lapangan. Namun bahan bakar utamanya tetaplah sama.

Peluh, keceriaan anak hingga ketulusan doa para orang tua di pinggir lapangan. Di atas rumput hijau itu, sepak bola kembali ke bentuk terindahnya.

Baca Juga: Persija Revisi Jadwal Pramusim, Macan Kemayoran Turunkan Skuad Terbaik di Piala Presiden 2026

Bukan tentang komersialisasi atau janji manis, melainkan merawat mimpi generasi penerus bangsa. Sepak bola Indonesia boleh saja terus bergulat dengan pelbagai dinamikanya.

Namun, di sudut-sudut Jakarta, ribuan pasang kaki mungil terus berlari tanpa ragu. Mereka tak peduli seberapa keras benteng tantangan di depan. Selama peluit masih berbunyi, mimpi untuk mengenakan jersey Merah Putih akan terus dirawat dengan penuh gairah dan sukacita.

EDITOR: Edi Yulianto