← Beranda
Cerita Panser Biru di Surabaya: Datang Dukung PSIS, Pulang Membawa Kisah Persaudaraan dengan Bonek
Andre Rizal HanafiRabu, 22 Juli 2026 | 01.45 WIB
Panser Biru dukung tim kesayangan PSIS Semarang di Stadion Gelora Bung Tomo. (PSIS)

 

JawaPos.com - Perjalanan Panser Biru ke Surabaya untuk mendukung PSIS Semarang di laga Anniversary Game Persebaya ke-99 bukan sekadar soal sepak bola.

Di balik hasil imbang 2-2 di Stadion Gelora Bung Tomo (GBT), Minggu (19/7/2026), tersimpan cerita tentang kerinduan suporter, persaudaraan antarkelompok pendukung, hingga penghormatan untuk mendiang Andi Peci.

Sejak pagi, rombongan Panser Biru mulai berdatangan ke Kota Pahlawan. Ada yang berangkat menggunakan bus, elf, mobil pribadi, hingga kereta api.

Baca Juga: Eks PSIS Semarang Muhammad Alwi Fadilah Resmi Berseragam PSIM, Siap Bawa Laskar Mataram Bersaing di Super League

Total lebih dari 1.000 anggota ikut dalam perjalanan tersebut, menjadikannya salah satu keberangkatan terbesar Panser Biru dalam beberapa waktu terakhir.

Bagi mereka, laga ini bukan hanya uji coba pramusim. Kesempatan kembali memenuhi tribune dan bernyanyi untuk PSIS menjadi obat rindu setelah cukup lama tak merasakan atmosfer pertandingan bersama.

"Teman-teman antusias sekali. Sudah lama tidak ada pertandingan, jadi ini bisa sedikit mengobati rasa rindu terhadap sepak bola Semarang. Total yang berangkat lebih dari seribu orang," ujar Divisi Tour Panser Biru, Reno Brilliant.

Baca Juga: Bernardo Tavares Evaluasi Persebaya usai Imbang Lawan PSIS di Laga Pramusim Super League

Di dalam Stadion Gelora Bung Tomo, Panser Biru menempati Gate 15 Tribun Selatan. Mereka berdiri berdampingan dengan ribuan Bonek yang sejak awal memberikan sambutan hangat.

Tak ada sekat di antara kedua kelompok suporter. Mereka saling menyapa, berbincang, bahkan beberapa kali bernyanyi bersama.

Suasana seperti itu kembali menunjukkan bahwa hubungan Panser Biru dan Bonek memang telah terjalin baik selama bertahun-tahun.

"Sedulur Bonek tidak pernah memberi sekat dengan kami. Kita membaur tanpa batas. Sambutan mereka selalu hangat setiap kami datang ke Surabaya," kata Reno.

Suasana pertandingan semakin emosional ketika seluruh stadion memberikan penghormatan kepada Andie Peci, salah satu tokoh Bonek yang meninggal dunia beberapa waktu lalu.

Panser Biru ikut ambil bagian dalam momen tersebut dengan membentangkan spanduk bertuliskan "Rest in Pride Andie Peci".

Baca Juga: Usai Tahan Imbang Persebaya 2-2, PSIS Semarang Langsung Gelar TC di Yogyakarta Demi Tatap Liga 2 Musim 2026/2027

Bagi mereka, Andie Peci bukan hanya sosok penting bagi Persebaya, tetapi juga figur yang menginspirasi banyak komunitas suporter di Indonesia.

"Sosok Andie Peci bukan hanya panutan bagi sepak bola Surabaya, tetapi juga bagi suporter di Indonesia. Semoga beliau mendapat tempat terbaik," tutur Reno.

Namun perjalanan itu tidak sepenuhnya berjalan mulus. Di tengah pertandingan, salah seorang anggota Panser Biru menjadi korban insiden parasut flare di tribune. Korban mengalami patah tulang pada bagian tangan dan harus menjalani operasi di rumah sakit.

Baca Juga: Profil Lorensius Amanat Sabda, Pemain Baru PSIS yang Langsung Cetak Dua Gol ke Gawang Persebaya Surabaya

Meski begitu, insiden tersebut tidak menghapus kesan positif yang dibawa pulang rombongan Panser Biru.

Kehangatan yang mereka rasakan selama berada di Surabaya justru menjadi cerita yang paling diingat dari perjalanan kali ini.

Sementara di lapangan, hasil imbang 2-2 dinilai cukup memberi harapan bagi PSIS yang sedang mempersiapkan diri menghadapi Liga 2 musim 2026/2027.

Permainan Laskar Mahesa Jenar mulai menunjukkan perkembangan, meski masih ada sejumlah hal yang perlu dibenahi.

Panser Biru pun berharap kerja keras tim terus berlanjut hingga kompetisi resmi dimulai. Target mereka sederhana, yakni melihat PSIS segera kembali ke Liga 1.

"Harapan kami sederhana, PSIS bisa bangkit dan musim ini kembali promosi ke Liga 1," tutup Reno.

EDITOR: Edi Yulianto