← Beranda
Bintang Persebaya Surabaya Buka Suara! Rachmat Irianto Jelaskan Asal-usul Nama ‘Irianto’
Moch. Rizky Pratama PutraRabu, 22 Juli 2026 | 00.18 WIB
Rachmat Irianto meluruskan asal-usul nama belakangnya saat menghadiri puncak perayaan HUT ke-99 Persebaya Surabaya di Stadion Gelora Bung Tomo, Surabaya. (Persebaya)

 

JawaPos.com — Rachmat Irianto akhirnya meluruskan asal-usul nama belakangnya di tengah puncak perayaan HUT ke-99 Persebaya Surabaya di Stadion Gelora Bung Tomo (GBT), Surabaya, Minggu (19/7/2026).

Gelandang Green Force itu menegaskan nama ‘Irianto’ bukan berasal dari kedekatan ayahnya dengan legenda Persebaya Surabaya, Eri Irianto, sekaligus menyampaikan penghormatan kepada dua sosok penting dalam sejarah klub.

Puncak perayaan hari jadi ke-99 Persebaya Surabaya tak hanya menghadirkan laga pramusim bertajuk 99th Anniversary Game melawan PSIS Semarang.

Momen tersebut juga menjadi ajang mengenang jasa dua tokoh yang memiliki kontribusi besar bagi perjalanan Green Force, yakni Andi Peci dan mendiang Eri Irianto.

Baca Juga: Striker Persebaya Surabaya Gacor! Rekor Gila Alex Martins, Biasa Cetak 2 hingga 4 Gol dalam Satu Pertandingan

Suasana haru menyelimuti Stadion Gelora Bung Tomo sejak sebelum pertandingan dimulai.

Seluruh pemain Persebaya Surabaya mengenakan pita hitam sebagai bentuk penghormatan kepada Andi Peci, sementara video tribute diputar di layar raksasa setelah pertandingan usai.

Mengapa Rachmat Irianto Meluruskan Asal-usul Namanya?

Momen penghormatan kepada Eri Irianto membuat anggapan lama tentang nama belakang Rachmat Irianto kembali mencuat.

Baca Juga: Tembok Raksasa Bernardo Tavares! Profil 3 Bek Asing Persebaya Surabaya, Tingginya Tak Ada di Bawah 1,86 Meter

Selama ini banyak suporter mengira nama "Irianto" diberikan karena kedekatan ayah Rachmat dengan legenda Persebaya Surabaya tersebut.

Rachmat Irianto mengaku memahami mengapa anggapan itu berkembang di kalangan publik. Apalagi, ayahnya memang dikenal memiliki hubungan baik dengan Eri Irianto semasa sama-sama berkecimpung di dunia sepak bola.

"Mungkin kedekatan Eri Irianto bisa dirasakan oleh bapak saya pada saat itu dan pada saat itu juga kayaknya belum lahir juga saya, entah sudah lahir entah belum saya kurang tahu," kata Rachmat Irianto.

Ia pun menghargai anggapan tersebut karena mengaitkan dirinya dengan salah satu ikon Persebaya Surabaya. Menurutnya, Eri Irianto merupakan sosok besar yang pantas dikenang oleh seluruh keluarga besar Green Force.

Baca Juga: Jadwal dan Link Live Streaming Persebaya Surabaya di Piala Presiden 2026: Duel Panas Lawan Persija Jakarta Jadi Pembuka

"Jadi menurut teman-teman bahwa nama saya Irianto ini bisa diartikan karena persahabatan bapak saya dengan Eri Irianto, ya terima kasih sudah disama-samakan dengan beliau," sambung mantan pemain Persib Bandung itu.

Meski begitu, Rachmat Irianto menegaskan fakta sebenarnya. Ia mengatakan nama belakang ‘Irianto’ berasal dari garis keluarga sang ibu sehingga tidak memiliki kaitan langsung dengan persahabatan ayahnya bersama Eri Irianto.

"Jadi kemungkinan besar banyak salah sangka bahwa nama saya Rachmat Irianto ini karena kedekatan bapak dengan Eri Irianto, ternyata bukan, seperti itu," tegasnya.

Tribute untuk Andi Peci Jadi Momen Penuh Haru

Selain mengenang Eri Irianto, perayaan ulang tahun Persebaya Surabaya juga dipenuhi penghormatan kepada Andi Peci.

Baca Juga: Perayaan HUT ke-99 Persebaya Semakin Berwarna, Citicon Live Mural Hadirkan Karya Seni di GBT

Sosok tersebut dikenal sebagai figur penting yang memperjuangkan eksistensi Persebaya Surabaya hingga kembali diakui dalam kompetisi sepak bola Indonesia.

Meski tidak mengalami langsung masa-masa perjuangan tersebut, Rachmat Irianto mengaku memahami besarnya jasa Andi Peci.

Ia bergabung dengan Persebaya Surabaya pada 2017, setelah klub kembali memperoleh pengakuan dan tampil di kompetisi resmi.

"Saya berterima kasih kepada Mas Andi Peci sudah memperjuangkan semua ini untuk Persebaya kembali bergulir di liga Indonesia," ujar pemain yang akrab disapa Rian itu.

Menurutnya, perjuangan Andi Peci menjadi fondasi penting bagi generasi pemain saat ini.

Tanpa perjuangan tersebut, para pemain belum tentu bisa membela Persebaya Surabaya di kompetisi kasta tertinggi sepak bola Indonesia.

"Setelah Persebaya diakui lagi baru saya datang ke Persebaya tahun 2017 tersebut dan sampai sekarang akhirnya Persebaya bisa kembali ke Liga 1 itu sangat bersyukur. Dan sekali lagi terima kasih Mas Andi Peci, semoga yang terbaik di atas sana," ucapnya.

Baca Juga: Bernardo Tavares Evaluasi Persebaya usai Imbang Lawan PSIS di Laga Pramusim Super League

Tribute tersebut semakin terasa emosional karena Persebaya Surabaya mengenakan jersey pramusim bernuansa klasik.

Seragam itu mengingatkan publik pada era kejayaan Green Force, termasuk ketika Eri Irianto menjadi salah satu pemain andalan klub pada akhir 1990-an.

Hasil Imbang Kontra PSIS Semarang Jadi Evaluasi

Di balik suasana penuh haru, Persebaya Surabaya masih memiliki pekerjaan rumah dari sisi permainan.

Green Force gagal mempertahankan keunggulan dan harus puas bermain imbang 2-2 melawan PSIS Semarang dalam laga pramusim tersebut.

Baca Juga: Usai Tahan Imbang Persebaya 2-2, PSIS Semarang Langsung Gelar TC di Yogyakarta Demi Tatap Liga 2 Musim 2026/2027

Hasil itu menjadi bahan evaluasi penting menjelang keikutsertaan Persebaya Surabaya di Piala Presiden 2026. Turnamen pramusim tersebut akan menjadi ajang pemanasan sebelum dimulainya kompetisi resmi musim 2026/2027.

Rachmat Irianto mengakui hasil pertandingan belum memuaskan. Namun, ia menilai pertandingan melawan tim asuhan Widodo C Putro justru memberikan banyak pelajaran bagi seluruh pemain dan tim pelatih.

"Saya sebagai pemain juga meminta maaf bahwa dengan hasil ini kami bisa banyak belajar dan akan memperbaikinya sebelum Piala Presiden bergulir. Jadi ini kesempatan yang baik buat tim untuk memperbaiki apa kekurangannya dan apa kelebihannya. Itu saja," pungkas mantan pemain Timnas Indonesia tersebut.

Persebaya Surabaya kini memiliki waktu untuk membenahi berbagai kekurangan sebelum memasuki agenda kompetitif berikutnya.

Evaluasi dari laga kontra PSIS Semarang diharapkan mampu membuat Green Force tampil lebih solid saat menghadapi persaingan di Piala Presiden 2026 maupun Super League musim baru.

Di sisi lain, perayaan HUT ke-99 Persebaya Surabaya meninggalkan pesan yang lebih dalam daripada sekadar hasil pertandingan.

Penghormatan kepada Andi Peci dan Eri Irianto menjadi pengingat sejarah panjang Green Force dibangun oleh banyak sosok yang telah memberikan dedikasi luar biasa, sementara klarifikasi Rachmat Irianto turut meluruskan kisah yang selama bertahun-tahun dipercaya banyak suporter.

EDITOR: Edi Yulianto