JawaPos.com — Persebaya Surabaya tampaknya tidak salah memilih Alex Martins sebagai ujung tombak anyar musim 2026/2027.
Striker asal Brasil itu langsung menunjukkan kapasitasnya dengan mencetak gol debut saat Green Force menghadapi PSIS Semarang.
Laga pramusim Anniversary Game 99 di Stadion Gelora Bung Tomo, Minggu (19/7/2026), sekaligus mengingatkan publik pada rekor ketajamannya yang luar biasa di Super League.
Gol Perdana Jadi Sinyal Bahaya untuk Lawan
Alex Martins hanya membutuhkan satu laga untuk memperlihatkan naluri mencetak gol yang selama ini menjadi identitasnya.
Meski baru menjalani pertandingan perdana bersama Persebaya Surabaya, penyerang berusia 29 tahun itu sukses mencatatkan namanya di papan skor melalui sundulan memanfaatkan sepak pojok Francisco Rivera pada menit ke-35.
Gol tersebut menjadi pembeda pada babak pertama. Alex Martins lepas dari kawalan bek PSIS Semarang sebelum menanduk bola dengan akurat ke gawang Ricky Darmawan.
Penampilan itu menjadi sinyal positif bagi Bernardo Tavares yang musim ini membutuhkan sosok penyerang tajam.
Sejak menit awal, Alex Martins juga aktif membuka ruang, ikut menekan pertahanan lawan, dan menjadi target utama setiap aliran bola di kotak penalti.
Meski laga akhirnya berakhir imbang 2-2 setelah PSIS Semarang menyamakan kedudukan melalui dua gol Lorensius Sabda, performa Alex Martins menjadi salah satu catatan paling menjanjikan dari pertandingan pramusim tersebut.
Rekor Ketajaman yang Sulit Ditandingi
Gol debut ke gawang PSIS Semarang sebenarnya bukan sesuatu yang mengejutkan bila melihat rekam jejak Alex Martins sebelum bergabung dengan Persebaya Surabaya.
Berdasarkan data Transfermarkt, Alex Martins merupakan salah satu striker paling produktif di Super League.
Baca Juga: Perayaan HUT ke-99 Persebaya Semakin Berwarna, Citicon Live Mural Hadirkan Karya Seni di GBT
Bukan hanya rajin mencetak gol, ia juga berkali-kali menjadi mimpi buruk bagi lawan karena mampu memborong gol dalam satu pertandingan.
Catatan paling luar biasa adalah dua pertandingan ketika Alex Martins sukses mencetak empat gol dalam satu laga.
Torehan empat gol dalam satu pertandingan merupakan pencapaian yang sangat jarang diraih seorang penyerang, apalagi dilakukan lebih dari sekali.
Ketajamannya tidak berhenti sampai di situ. Alex Martins juga mengoleksi lima pertandingan dengan torehan hattrick atau tiga gol dalam satu pertandingan.
Baca Juga: Bernardo Tavares Evaluasi Persebaya usai Imbang Lawan PSIS di Laga Pramusim Super League
Artinya, dalam tujuh pertandingan berbeda, ia pernah mencetak sedikitnya tiga gol seorang diri.
Statistik tersebut memperlihatkan kemampuan Alex Martins mengubah jalannya pertandingan hanya melalui penyelesaian akhirnya di depan gawang.
"Saya sangat senang dan bahagia bisa menjadi bagian dari Persebaya. Saya memiliki kontrak dua tahun ke depan dan ingin memberikan dedikasi terbaik agar kami bisa mencapai target serta meraih tujuan bersama," kata Alex Martins dikutip dari laman resmi Persebaya.id.
Langganan Brace, Mesin Gol yang Konsisten
Selain empat gol dan hattrick, Alex Martins juga dikenal sangat konsisten mencetak brace. Berdasarkan catatan Transfermarkt, ia sudah 11 kali mengakhiri pertandingan dengan koleksi dua gol.
Jumlah itu menunjukkan produktivitas Alex Martins tidak hanya muncul sesekali. Ia berulang kali menjadi pemain yang menentukan kemenangan tim melalui lebih dari satu gol dalam satu pertandingan.
Secara keseluruhan, Alex Martins memiliki 18 pertandingan ketika mampu mencetak minimal dua gol.
Rinciannya terdiri atas dua pertandingan dengan empat gol, lima pertandingan dengan tiga gol, serta 11 pertandingan dengan dua gol.
Angka tersebut menjadi gambaran kualitas penyelesaian akhir yang dimiliki penyerang asal Brasil tersebut.
Ketika sedang berada dalam performa terbaiknya, Alex Martins mampu mencetak gol secara beruntun tanpa memberi banyak kesempatan kepada lawan.
Modal Besar Persebaya Surabaya Menatap Musim Baru
Persebaya Surabaya musim lalu beberapa kali kesulitan memaksimalkan peluang di depan gawang. Kehadiran Alex Martins diharapkan mampu menjadi solusi atas kebutuhan seorang predator di kotak penalti.
Gol debut saat menghadapi PSIS Semarang menjadi awal yang menjanjikan. Sundulan memanfaatkan bola mati memperlihatkan keunggulan Alex Martins dalam duel udara sekaligus kemampuan membaca arah datangnya bola.
Kemampuan itu bisa menjadi senjata penting bagi Persebaya Surabaya yang memiliki sejumlah pengumpan berkualitas seperti Fransisco Rivera maupun Miguel Pereira.
Kombinasi kreativitas lini tengah dengan naluri mencetak gol Alex Martins berpotensi menjadi kekuatan utama Green Force sepanjang musim 2026/2027.
Meski hasil laga pramusim melawan PSIS Semarang berakhir imbang 2-2, performa Alex Martins memberikan optimisme baru kepada Bonek.
Rekor dua kali mencetak empat gol, lima kali membukukan hattrick, serta 11 kali mencetak brace menjadi bukti Persebaya Surabaya kini memiliki striker yang terbiasa tampil produktif.
Kini tantangan berikutnya adalah membawa ketajaman tersebut ke kompetisi resmi.
Jika mampu mempertahankan produktivitas seperti yang ditunjukkan di Super League, Alex Martins berpeluang menjadi salah satu pencetak gol terbanyak musim ini sekaligus mengangkat daya gedor Persebaya Surabaya dalam persaingan papan atas.