← Beranda
Gary Anggrana Resmi Latih Kiper Persija EPA, Fokus Bangun Mental dan Filosofi Goalplayer
Andre Rizal HanafiSelasa, 21 Juli 2026 | 14.34 WIB
Persija Elite Pro Academy (EPA) menunjuk Gary Anggrana sebagai pelatih kiper. (Istimewa)

 

JawaPos.com - Persija Jakarta terus memperkuat sistem pembinaan usia muda. Terbaru, Persija Elite Pro Academy (EPA) resmi menunjuk Gary Anggrana sebagai pelatih kiper yang akan menangani para penjaga gawang muda Macan Kemayoran.

Penunjukan Gary Anggrana menjadi bagian dari komitmen Persija dalam menjaga kualitas pembinaan pemain sejak level akademi. Kehadirannya diharapkan mampu melanjutkan fondasi yang telah dibangun tim pelatih sebelumnya sekaligus menghadirkan penyempurnaan dalam metode latihan.

Gary Anggrana menegaskan, dia tidak datang untuk mengubah seluruh sistem yang sudah berjalan. Program latihan yang diterapkan sebelumnya sudah memberikan dampak positif sehingga yang dibutuhkan adalah melanjutkan dan memperbaiki beberapa aspek agar hasilnya semakin maksimal.

Baca Juga: Balsa Sekulic Makin Nyaman di Persib Bandung, Tak Sabar Debut dan Tampil di Hadapan Bobotoh

"Apa yang sudah dilakukan oleh pelatih goalkeeper sebelum saya adalah suatu hal yang positif yang tidak harus banyak diubah. Jadi saya akan mencoba meneruskan metode latihan yang sudah berjalan dengan baik ini dan akan mencoba semaksimal apa yang masih kurang berjalan dengan baik sebelumnya," ujar Gary.

Dalam program yang akan dijalankan, Gary mengusung filosofi goalplayer. Konsep tersebut menempatkan penjaga gawang bukan hanya sebagai pemain terakhir dalam bertahan, tetapi juga sebagai bagian penting dalam membangun serangan dari lini belakang.

Artinya, para kiper muda Persija akan dibekali kemampuan menguasai bola, membaca permainan, hingga mengambil keputusan dengan cepat saat berada dalam tekanan. Keterampilan tersebut kini menjadi kebutuhan penting dalam sepak bola modern.

Baca Juga: Persib Bandung Kenalkan Mariano Peralta di Saung Angklung Udjo, Satukan Sepak Bola dan Budaya Sunda

Selain kemampuan teknis, Gary juga memberi perhatian besar terhadap pembentukan karakter pemain. Mental bertanding, disiplin, konsentrasi, serta kemampuan meminimalkan kesalahan menjadi bagian dari materi yang akan terus diasah selama proses latihan.

Untuk mendukung perkembangan para pemain, setiap sesi latihan akan dibuat dengan intensitas tinggi dan disusun menyerupai situasi pertandingan. Pendekatan tersebut diharapkan mampu membantu para penjaga gawang beradaptasi dengan tuntutan permainan saat tampil di kompetisi.

Melalui metode itu, para pemain tidak hanya berkembang dari sisi teknik, tetapi juga kesiapan fisik dan mental ketika nantinya mendapatkan kesempatan promosi ke tim utama Persija atau melanjutkan karier di level sepak bola profesional.

Dengan bergabungnya Gary Anggrana, Persija EPA berharap proses pembinaan penjaga gawang dapat berjalan semakin optimal. Akademi Macan Kemayoran pun ingin terus melahirkan generasi goalplayer berkualitas yang mampu menjadi andalan tim utama sekaligus bersaing di level sepak bola Indonesia.

EDITOR: Latu Ratri Mubyarsah