JawaPos.com - Persebaya Surabaya menggelar tribute khusus untuk almarhum Andi Kristianto atau Andi Peci saat menghadapi PSIS Semarang dalam laga Persebaya 99 Anniversary Game di Stadion Gelora Bung Tomo (GBT), Surabaya, Minggu, (19/7).
Penghormatan itu menjadi momen emosional bagi Green Force, Bonek, dan seluruh pihak yang mengenang perjuangan Andi Peci dalam mengawal kebangkitan Persebaya Surabaya hingga kembali berkompetisi di Liga Indonesia.
Mengapa Tribute Andi Peci Digelar pada Anniversary Game?
Tribute untuk Andie Peci jadi bagian dari rangkaian peringatan ulang tahun ke-99 Persebaya Surabaya. Momen tersebut dipilih sebagai bentuk penghormatan kepada salah satu tokoh Bonek yang dinilai memiliki jasa besar dalam perjalanan Green Force kembali ke kompetisi resmi sepak bola Indonesia.
Sebelum pertandingan dimulai, seluruh stadion larut dalam suasana khidmat. Seluruh pemain Persebaya Surabaya mengenakan pita hitam di lengan sebagai simbol duka sekaligus penghormatan kepada almarhum.
Rangkaian penghormatan diawali dengan mengheningkan cipta. Ribuan suporter yang memadati Stadion Gelora Bung Tomo ikut memberikan penghormatan kepada sosok yang selama bertahun-tahun dikenal sebagai salah satu penggerak kebangkitan Persebaya Surabaya.
Suasana emosional terus terasa sepanjang pertandingan. Tribute tersebut bukan sekadar seremoni, tetapi menjadi pengingat perjalanan panjang Green Force hingga kembali mendapat pengakuan dan tampil di kompetisi Liga Indonesia.
Apa Kata Rachmat Irianto tentang Perjuangan Andie Peci?
Gelandang Persebaya Surabaya Rachmat Irianto mengaku tidak mengikuti secara langsung perjuangan Andie Peci saat memperjuangkan kebangkitan klub. Hal itu karena dirinya baru bergabung dengan Persebaya Surabaya setelah klub kembali mendapat pengakuan.
Meski demikian, Rachmat Irianto memahami besarnya jasa almarhum bagi Green Force. Dia menyampaikan rasa terima kasih atas perjuangan yang telah dilakukan Andie Peci demi mengembalikan Persebaya Surabaya ke pentas sepak bola nasional.
"Saya berterima kasih kepada Mas Andie Peci yang sudah memperjuangkan Persebaya kembali bergulir di Liga Indonesia," kata Rachmat Irianto saat konferensi pers setelah pertandingan di Stadion GBT Surabaya, Minggu (19/7).
Rachmat Irianto menjelaskan dirinya mulai menjadi bagian Persebaya Surabaya pada 2017. Saat itu Green Force sudah kembali diakui dan dapat mengikuti kompetisi Liga Indonesia.
Dia pun bersyukur dapat memperkuat klub kebanggaan Kota Surabaya tersebut. Selain itu, Rachmat Irianto turut mendoakan agar Andie Peci mendapatkan tempat terbaik di sisi Tuhan.
Widodo Cahyono Putro Ikut Memberikan Penghormatan
Penghormatan kepada Andie Peci tidak hanya datang dari keluarga besar Persebaya Surabaya. Pelatih PSIS Semarang Widodo Cahyono Putro juga menyampaikan belasungkawa sekaligus apresiasi atas jasa almarhum.
Baca Juga: Kiper Timnas Spanyol Unai Simon Raih Sarung Tangan Emas Piala Dunia 2026
Widodo mengaku memang tidak pernah menjadi bagian dari Persebaya Surabaya. Namun, dia mengetahui kiprah Andie Peci sebagai salah satu tokoh yang memiliki kontribusi besar terhadap perjalanan Green Force dan komunitas suporternya.
Menurut Widodo, kekuatan Persebaya Surabaya tidak hanya berasal dari tim di lapangan. Dukungan luar biasa dari suporter beserta para penggeraknya menjadi salah satu fondasi penting perjalanan klub hingga sekarang.
"Persebaya ini luar biasa, terutama dari suporternya dan penggerak-penggeraknya, terutama almarhum Andie Peci. Semoga almarhum juga bisa diterima di sisi-Nya," kata Widodo.
Baca Juga: Luis De La Fuente Bangga Timnas Spanyol Juara Piala Dunia 2026
Ucapan tersebut menegaskan penghormatan kepada Andie Peci datang dari berbagai kalangan, termasuk pihak lawan. Sosok almarhum dinilai meninggalkan jejak penting dalam sejarah Green Force.
Video Tribute hingga Kursi Khusus di Area VIP
Setelah pertandingan berakhir, suasana haru kembali menyelimuti Stadion Gelora Bung Tomo. Manajemen Persebaya Surabaya menayangkan video tribute yang berisi perjalanan serta perjuangan Andie Peci dalam mengawal kebangkitan Green Force.
Video tersebut mengajak seluruh suporter mengenang perjalanan panjang yang pernah dilalui Persebaya Surabaya. Momen itu menjadi simbol penghargaan atas dedikasi almarhum yang selama ini dikenal dekat dengan Bonek.
Baca Juga: Kapten Timnas Spanyol Rodri Raih Bola Emas Piala Dunia 2026
Panitia juga menyiapkan satu kursi khusus di area VIP stadion. Kursi tersebut dipasangi foto Andie Peci beserta rangkaian bunga sebagai lambang penghormatan kepada salah satu tokoh penting Bonek.
Keberadaan kursi tersebut menjadi simbol bahwa jasa Andie Peci tetap dikenang dalam setiap perjalanan Persebaya Surabaya. Meski telah tiada, semangat perjuangannya dianggap terus hidup bersama Green Force dan para pendukungnya.
Rangkaian tribute kemudian ditutup dengan tepuk tangan panjang dari ribuan Bonek dan Bonita yang memenuhi Stadion Gelora Bung Tomo. Seluruh stadion memberikan penghormatan terakhir sebagai bentuk apresiasi atas dedikasi Andie Peci dalam perjalanan kebangkitan Persebaya Surabaya.
Momentum pada Persebaya 99 Anniversary Game itu jadi lebih dari sekadar pertandingan persahabatan. Persebaya Surabaya menjadikannya ruang untuk mengenang sosok yang dianggap memiliki peran besar dalam menjaga eksistensi Green Force hingga kembali berdiri sebagai salah satu klub besar sepak bola Indonesia.
Baca Juga: Pau Cubarsi Sabet Titel Pemain Muda Terbaik Piala Dunia 2026