← Beranda
Widodo C Putro Puas PSIS Semarang Tahan Imbang Persebaya Surabaya 2-2, Perubahan Taktik Jadi Kunci
Moch. Rizky Pratama PutraSenin, 20 Juli 2026 | 02.04 WIB
Pelatih PSIS Semarang Widodo Cahyono Putro puas melihat timnya bangkit dari ketertinggalan dua gol hingga menahan imbang Persebaya Surabaya 2-2 pada Persebaya 99th Anniversary Game di Stadion Gelora Bung Tomo. (Moch. Rizky Pratama Putra/JawaPos.com)

 

JawaPos.com — PSIS Semarang sukses menahan imbang Persebaya Surabaya 2-2 pada laga eksebisi Persebaya 99th Anniversary Game di Stadion Gelora Bung Tomo, Minggu (19/7/2026). Sempat tertinggal dua gol, tim asuhan Widodo Cahyono Putro bangkit lewat dua gol Lorensius Amanat Sabda sehingga membawa pulang hasil positif menjelang bergulirnya kompetisi musim 2026/2027.

Bagaimana PSIS Semarang Bangkit Setelah Tertinggal Dua Gol?

Laga ini menjadi ajang uji coba penting bagi kedua tim yang akan menghadapi kompetisi berbeda musim depan. Persebaya Surabaya akan berlaga di Super League, sedangkan PSIS Semarang berkompetisi di Championship.

Persebaya Surabaya tampil dominan sejak awal pertandingan dan mampu mengendalikan permainan melalui kreativitas Francisco Rivera. Alex Martins beberapa kali mengancam lewat sundulan sebelum akhirnya memecah kebuntuan pada menit ke-35 memanfaatkan sepak pojok Rivera.

Baca Juga: Persebaya Surabaya Buang Keunggulan 2 Gol, PSIS Semarang Paksa Imbang 2-2 di Anniversary Game

Gol tersebut menjadi satu-satunya yang tercipta pada babak pertama. Green Force menutup paruh pertama dengan keunggulan 1-0 setelah pertahanan PSIS Semarang cukup kesulitan mengimbangi tekanan tuan rumah.

Memasuki babak kedua, Persebaya Surabaya kembali menunjukkan efektivitas serangan. Pelatih Bernardo Tavares memasukkan Yann Mabella dan Yusuf Meilana yang langsung memberi dampak positif.

Umpan lambung Yusuf Meilana berhasil disambut sempurna oleh Yann Mabella pada menit ke-53. Gol itu membuat Persebaya Surabaya unggul 2-0 dan tampak berada di atas angin.

Baca Juga: Hasil Persebaya Surabaya vs PSIS Semarang: Sundulan Alex Martins Bawa Green Force Unggul di Babak Pertama

Apa yang Diubah Widodo C. Putro?

Alih-alih menyerah, Widodo Cahyono Putro memilih mengubah pendekatan permainan. Perubahan formasi dan keberanian bermain lebih menyerang menjadi titik balik kebangkitan PSIS Semarang.

"Terima kasih teman-teman rekan media. Saya ucapkan pertama-tama terima kasih kepada Persebaya. Mudah-mudahan untuk kompetisi ke depan, Persebaya bisa meraih kemenangan dan menjadi juara," ujar Widodo C. Putro.

Ia mengakui anak asuhnya sempat tampil terlalu hati-hati sepanjang babak pertama. Kondisi berubah setelah tim tertinggal dua gol dan beberapa pemain mengalami cedera.

"Pertandingan tadi memang cukup seru, di mana kami sendiri di babak pertama pemain tidak berani bermain menekan. Setelah kami tertinggal dan ada beberapa pemain yang cedera, akhirnya kami menyerang. Akhirnya kami mendapatkan dua gol dan ada perubahan taktik," ujarnya.

Baca Juga: Jadwal dan Link Live Streaming Persebaya Surabaya vs PSIS Semarang Hari Ini, Kick-off 15.30 WIB di Gelora Bung Tomo

Widodo menjelaskan salah satu perubahan utama adalah mengurangi jumlah bek tengah dari tiga menjadi dua. Ia juga menambah pemain berkarakter menyerang agar tekanan kepada pertahanan Persebaya Surabaya semakin besar.

"Dari Persebaya sudah mulai menurun. Yang kedua, saya mengganti pemain, dari tiga bek menjadi dua, center back menjadi dua, dan memasukkan gelandang atau pemain penyerang. Jadi kita mendapatkan dua gol, tapi sayang tidak cetak (kemenangan). Saya berusaha untuk terus sabar untuk meraih kemenangan di laga-laga berikutnya. Terima kasih," tambahnya.

Lorensius Sabda Jadi Pembeda

Perubahan strategi tersebut langsung membuahkan hasil pada 15 menit terakhir pertandingan. Lorensius Amanat Sabda memperkecil ketertinggalan menjadi 2-1 pada menit ke-74.

Sepuluh menit kemudian, pemain muda tersebut kembali mencatatkan namanya di papan skor melalui serangan balik cepat. Brace Lorensius memastikan PSIS Semarang memaksa pertandingan berakhir imbang 2-2.

Baca Juga: Resmi! Daftar Susunan Pemain Persebaya Surabaya vs PSIS Semarang, Alex Martins Starter, Ramadhan Sananta Cadangan

Lorensius mengaku bersyukur dapat membalas kepercayaan pelatih dengan dua gol penting. Ia juga menilai seluruh pemain berhasil menjalankan instruksi yang diberikan sepanjang pertandingan.

"Terima kasih untuk kesempatannya. Pertama-tama saya bersyukur semua karena kemurahan Tuhan dan juga pelatih yang boleh mensupport kami sebagai pemain. Kami seluruh pemain boleh menjalankan seperti yang pelatih inginkan. Alhasil kami boleh bisa mempertahankan skor menjadi imbang 2-2," ujar Lorensius Amanat Sabda.

Jadi Modal Berharga Jelang Kompetisi

Hasil imbang ini menjadi bekal positif bagi kedua tim menjelang musim baru. Persebaya Surabaya mendapatkan gambaran mengenai efektivitas pemain-pemain anyar seperti Alex Martins dan Yann Mabella yang sama-sama mencetak gol.

Di sisi lain, PSIS Semarang menunjukkan mental kuat dengan mampu bangkit dari ketertinggalan dua gol di kandang lawan. Evaluasi dari Widodo Cahyono Putro sekaligus membuktikan perubahan taktik di tengah pertandingan mampu mengubah jalannya laga.

Pertandingan Persebaya 99th Anniversary Game juga mendapat sambutan luar biasa dari suporter. Sebanyak 34.015 penonton memadati Stadion Gelora Bung Tomo untuk menyaksikan duel yang berakhir sama kuat 2-2.

Baca Juga: Prediksi Susunan Pemain Persebaya Surabaya vs PSIS Semarang: Alex Martins Jadi Mesin Gol Baru Green Force

Susunan pemain Persebaya Surabaya meliputi Ernando Ari, Catur Arief, Risto Mitrevski, Yuran Fernandes, Jefferson, Ricky Pratama, Toni Firmansyah, Dicky Kurniawan, Francisco Rivera, Miguel Pereira, dan Alex Martins. Tim asuhan Bernardo Tavares kemudian melakukan sejumlah pergantian, termasuk memasukkan Yann Mabella dan Yusuf Meilana pada babak kedua.

Sementara itu, PSIS Semarang memulai laga dengan Rizky Darmawan, Komang Tri, Agus Nova, Andy Setyo, Ricki Ariansyah, Fitra Ridwan, Abduh Lestaluhu, Amirul Fisabillah, Jack Brown, Ahmad Nufiandani, dan Deri Corfe. Hasil imbang ini menjadi modal berharga bagi Laskar Mahesa Jenar untuk menghadapi Championship musim 2026/2027 dengan kepercayaan diri lebih tinggi.

EDITOR: Edi Yulianto