JawaPos.com — Pelatih Persebaya Surabaya Bernardo Tavares akan memadukan pemain lama dan rekrutan baru saat menghadapi PSIS Semarang pada laga Persebaya 99th Anniversary Game di Stadion Gelora Bung Tomo (GBT), Surabaya, Minggu (19/7/2026).
Uji coba tersebut menjadi bagian penting evaluasi tim untuk mengukur kesiapan skuad sebelum Super League 2026/2027 dimulai pada awal September.
Mengapa Bernardo Tavares Tidak Melakukan Rotasi Total?
Bernardo Tavares memastikan Persebaya Surabaya tidak akan melakukan perombakan besar dalam pertandingan melawan PSIS Semarang. Pelatih asal Portugal itu memilih memadukan pemain lama dengan wajah-wajah baru agar proses adaptasi berjalan lebih optimal.
Menurut Tavares, komposisi tersebut dinilai lebih efektif untuk melihat perkembangan permainan tim tanpa harus mengubah seluruh struktur yang sudah dibangun selama masa pramusim. Ia juga ingin menguji chemistry antarpemain sejak dini.
"Kami akan mencoba memasang beberapa pemain baru, namun juga dikombinasikan dengan beberapa pemain lama untuk membuat perpaduan. Kami tidak akan mengubah terlalu banyak hal karena menurut saya penting melakukan rotasi, tetapi bukan rotasi total," kata Tavares dikutip dari Antara, Sabtu (18/7/2026).
Laga melawan PSIS Semarang sekaligus menjadi kesempatan bagi jajaran pelatih untuk menilai efektivitas strategi yang selama ini diterapkan dalam sesi latihan. Kombinasi pemain berpengalaman dan rekrutan anyar diharapkan mampu mempercepat pembentukan kerangka utama tim.
Kondisi Pemain Belum Sepenuhnya Ideal
Persebaya Surabaya belum bisa menurunkan seluruh pemain dalam kondisi terbaik karena sejumlah nama masih menjalani proses pemulihan cedera. Cedera tersebut merupakan dampak yang dialami beberapa pemain pada penghujung musim lalu.
Selain itu, beberapa pemain juga baru memasuki fase awal latihan pramusim sehingga kondisi kebugarannya belum mencapai level maksimal. Situasi tersebut membuat tim pelatih harus mengatur menit bermain setiap pemain secara hati-hati.
Bernardo Tavares menjelaskan sebagian pemain kemungkinan hanya akan tampil dalam durasi terbatas. Langkah tersebut dilakukan agar kondisi fisik pemain tetap terjaga sekaligus menghindari risiko cedera selama masa persiapan kompetisi.
Baca Juga: Drama 10 Gol! Prancis Gagal Comeback, Inggris Rebut Peringkat Ketiga Piala Dunia 2026
Meski demikian, tim pelatih terus memantau perkembangan seluruh pemain melalui berbagai metode pengukuran. Evaluasi dilakukan secara menyeluruh agar program latihan dapat disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing pemain.
Evaluasi Fisik Jadi Prioritas Jelang Super League
Bernardo Tavares mengungkapkan perkembangan kondisi pemain dipantau melalui hasil tes VALD Performance, pemeriksaan medis, hingga analisis rekaman setiap sesi latihan. Seluruh data tersebut menjadi dasar tim pelatih dalam menentukan program latihan maupun kesiapan pemain menghadapi kompetisi.
Ia mengakui kondisi fisik pemain saat ini masih bervariasi. Ada pemain yang sudah menunjukkan perkembangan positif, tetapi ada pula yang masih membutuhkan waktu lebih panjang untuk mencapai kondisi ideal.
"Ada beberapa pemain yang berada di level yang baik, dan ada pemain lain yang tidak begitu baik. Namun, hasil detail ini kami simpan untuk internal," ucapnya.
Pendekatan berbasis data tersebut menjadi bagian penting dari proses evaluasi yang dilakukan Persebaya Surabaya selama pramusim. Tim pelatih ingin memastikan setiap keputusan mengenai komposisi pemain didasarkan pada kondisi fisik dan performa terkini.
Fokus Utama Menyiapkan Tim untuk Awal September
Bagi Bernardo Tavares, pertandingan melawan PSIS Semarang bukan sekadar mengejar kemenangan. Laga ini lebih difokuskan sebagai sarana mengukur perkembangan individu pemain sekaligus melihat sejauh mana materi latihan dapat diterapkan di lapangan.
Ia menilai hasil pertandingan bukan satu-satunya indikator keberhasilan pramusim. Yang lebih penting adalah meningkatnya kesiapan tim sebelum memasuki persaingan Super League 2026/2027.
Pelatih berusia 46 tahun tersebut optimistis seluruh pemain akan mencapai kondisi terbaik ketika kompetisi resmi dimulai pada awal September. Proses pemulihan dan peningkatan kebugaran diyakini akan terus menunjukkan perkembangan dalam beberapa pekan ke depan.
"Saya percaya dan berharap pada bulan September nanti semua pemain sudah siap. Beberapa pemain memang membutuhkan waktu lebih banyak daripada yang lain untuk pulih," ujarnya.
Optimisme tersebut menjadi sinyal Persebaya Surabaya masih memprioritaskan pembentukan tim yang solid dibanding mengejar hasil instan di laga pramusim. Dengan perpaduan pemain lama dan rekrutan anyar, Green Force berharap memiliki fondasi yang kuat saat mengawali Super League 2026/2027.