← Beranda
Dibayangi Rekor Gol Kurniawan Dwi Yulianto! Ramadhan Sananta Angkat Bicara soal Misi Besar di Persebaya Surabaya
Moch. Rizky Pratama PutraMinggu, 19 Juli 2026 | 01.41 WIB
Ramadhan Sananta mengaku termotivasi mengikuti jejak Kurniawan Dwi Yulianto setelah resmi bergabung dengan Persebaya Surabaya untuk menghadapi Super League 2026/2027. (Persebaya)

 

JawaPos.com — Persebaya Surabaya resmi mendapatkan Ramadhan Sananta untuk menghadapi Super League 2026/2027.

Penyerang Timnas Indonesia itu datang ke Stadion Gelora Bung Tomo setelah berpisah dengan DPMM FC dan langsung mengusung target membuktikan diri di tengah bayang-bayang rekor legenda Green Force, Kurniawan Dwi Yulianto.

Mengapa Rekor Kurniawan Dwi Yulianto Jadi Motivasi Ramadhan Sananta?

Ramadhan Sananta tidak menampik nama Kurniawan Dwi Yulianto menjadi inspirasi besar dalam perjalanan barunya bersama Persebaya Surabaya.

Baca Juga: Tak Hanya Latihan, Persebaya Pantau Kondisi Pemain dengan Sports Science Jelang Lawan PSIS Semarang

Legenda sepak bola Indonesia itu merupakan top skor lokal saat Green Force menjuarai kompetisi musim 2004 dengan koleksi 11 gol.

Pada musim tersebut, Kurniawan memang kalah dari dua bomber asing Persebaya Surabaya, Danilo Fernando dan Cristian Carrasco, yang sama-sama mencetak 15 gol.

Namun, torehan 11 gol Kurniawan hingga kini masih menjadi salah satu catatan terbaik penyerang lokal Green Force dalam musim juara.

Baca Juga: Persija Jakarta Turunkan Tim EPA Lawan Persebaya Surabaya di Piala Presiden 2026, STY Prioritaskan TC Thailand

Sananta mengaku tidak ingin terbebani oleh sejarah tersebut. Sebaliknya, ia menjadikannya sebagai motivasi untuk terus berkembang dan membuktikan kualitasnya bersama klub barunya.

"Ini menjadi motivasi tersendiri bagi saya karena saya harus bisa membuktikan kemampuan lebih jauh. Kebetulan Coach Kurniawan dulu pernah bersama saya dan beliau sering memberikan banyak motivasi," ujar Ramadhan Sananta, Rabu (8/7/2026)

“Tentu hal positif ini saya jadikan pembakar semangat untuk bisa membuktikan hal yang lebih baik lagi. Saya tidak mau mengumbar janji muluk, tetapi yang pasti, saya akan bekerja keras.”

Pernyataan itu menunjukkan Sananta memilih fokus pada kerja keras dibanding mengumbar target jumlah gol. Baginya, proses dan kontribusi untuk tim menjadi prioritas utama pada musim pertamanya bersama Persebaya Surabaya.

Bagaimana Rekam Jejak Ramadhan Sananta Sebelum Bergabung dengan Persebaya Surabaya?

Persebaya Surabaya mendatangkan Sananta setelah penyerang berusia 23 tahun itu mengakhiri kebersamaannya dengan DPMM FC.

Baca Juga: Geber Persiapan Jelang Lawan PSIS Semarang, Ricky Pratama Ungkap Persebaya Surabaya Makin Padu!

Status bebas transfer membuat Green Force berhasil mendapatkan salah satu striker lokal terbaik Indonesia tanpa biaya transfer.

Berdasarkan data Transfermarkt, Sananta telah membukukan pengalaman cukup matang di level klub. Ia mencatat total 117 pertandingan dengan torehan 31 gol dan tujuh assist sepanjang karier profesionalnya.

Kontribusi terbaiknya datang saat memperkuat PSM Makassar. Bersama klub berjuluk Juku Eja tersebut, Sananta mencetak 11 gol dari 28 pertandingan sebelum kemudian melanjutkan karier ke PERSIS dan DPMM FC.

Baca Juga: Dokter Hansel Blak-blakan! Persebaya Surabaya Pantau Kebugaran Pemain Lewat Dua Instrumen Khusus

Secara keseluruhan, statistik karier Ramadhan Sananta meliputi:

Persis: 58 pertandingan, 16 gol, 3 assist.
PSM Makassar: 28 pertandingan, 11 gol, 2 assist.
DPMM FC: 27 pertandingan, 4 gol, 2 assist.
Persikabo 1973: 4 pertandingan.
Total: 117 pertandingan, 31 gol, 7 assist dalam 6.822 menit bermain.

Catatan tersebut menjadi modal penting bagi Sananta untuk kembali menemukan performa terbaiknya bersama Persebaya Surabaya setelah musim yang tidak sepenuhnya berjalan mulus di Liga Malaysia.

Bernardo Tavares Yakin Sananta Bisa Bangkit Lagi

Kehadiran Bernardo Tavares menjadi salah satu alasan utama Sananta memilih bergabung dengan Persebaya Surabaya. Hubungan keduanya telah terjalin sejak sama-sama berada di PSM Makassar.

Di bawah arahan pelatih asal Portugal tersebut, Sananta berkembang menjadi salah satu striker lokal paling berbahaya di Indonesia. Ia bahkan menjadi bagian penting saat PSM Makassar menjuarai Liga 1 musim 2022/2023.

Coach Tavares masih mengingat perkembangan pesat mantan anak asuhnya itu.

"Ramadhan Sananta adalah pemain yang berkembang pesat saat bekerja bersama saya di PSM Makassar,” ujar Coach Tavares.

Baca Juga: Jadwal Persija Jakarta di Piala Presiden 2026: Laga Pembuka Lawan Persebaya Surabaya!

“Ketika pertama kali datang, namanya belum banyak dikenal. Namun, seiring waktu ia mampu menunjukkan kualitasnya hingga menembus Timnas Indonesia." 

Musim terbaik Sananta memang lahir bersama PSM Makassar.

Pada Liga 1 2022/2023, ia mampu mencetak 11 gol dari 24 pertandingan dan menjadi salah satu striker lokal paling produktif sekaligus membantu tim mengakhiri penantian panjang meraih gelar juara.

Baca Juga: Persebaya Kian Padu Jelang Lawan PSIS Semarang, Ricky Pratama Puji Perkembangan Chemistry Green Force

Meski performanya bersama DPMM FC belum sesuai ekspektasi, Tavares menegaskan kualitas seorang pemain tidak hilang hanya karena melewati satu musim yang kurang ideal.

"Saya percaya Sananta bisa tampil lebih baik lagi. Dia adalah pemain lokal, pemain tim nasional, dan jika berada dalam kondisi terbaiknya, dia mampu memberikan dampak besar bagi tim. Itulah yang kami harapkan darinya di Persebaya," tegasnya.

Pelatih berusia 46 tahun itu menilai Persebaya Surabaya memiliki tanggung jawab membantu Sananta kembali menemukan performa terbaiknya.

"Kami memahami karakter dan kualitas yang ia miliki. Sekarang tugas kami adalah membantunya kembali mengeluarkan kemampuan terbaiknya, sementara dia juga harus membantu tim mencapai target yang sudah ditetapkan," terangnya.

Laga Kontra PSIS Semarang Jadi Awal Pembuktian

Kesempatan pertama Sananta mengenakan seragam Persebaya Surabaya akan datang pada laga spesial perayaan ulang tahun ke-99 klub.

Green Force dijadwalkan menghadapi PSIS Semarang di Stadion Gelora Bung Tomo pada Minggu, 19 Juli 2026 pukul 15.00 WIB.

Baca Juga: Salah Satunya Francisco Rivera! Berikut Prediksi 3 Pemain Persebaya Surabaya yang Bakal Sumbang Banyak Assist

Pertandingan tersebut bukan sekadar laga perayaan, tetapi juga menjadi panggung awal bagi Sananta untuk menunjukkan kualitasnya di hadapan Bonek dan Bonita.

Sorotan tentu akan tertuju kepada penyerang Timnas Indonesia tersebut sejak menit pertama.

Sananta sendiri mengaku senang kembali bekerja sama dengan Bernardo Tavares. Menurutnya, sang pelatih memiliki peran besar dalam perkembangan kariernya sejak masih memperkuat PSM Makassar.

"Kehadiran Coach Bernardo Tavares juga menjadi salah satu faktor penting. Beliau adalah pelatih yang pernah membantu perkembangan karier saya dan memberikan kepercayaan besar kepada saya," ujar Sananta.

Baca Juga: Jelang Lawan PSIS, Diogo Carvalho Puas Lihat Perkembangan Fisik Pemain Persebaya Selama Pramusim

Pemain yang telah mengoleksi 18 caps bersama Timnas Indonesia itu juga mengungkapkan banyak belajar dari metode kepelatihan Tavares.

"Coach Tavares memiliki peran yang sangat besar dalam perjalanan karier saya. Beliau memahami karakter pemain dengan baik, selalu memberikan motivasi, dan membantu saya bermain lebih efektif. Saya merasa banyak berkembang berkat arahan beliau," tambahnya.

Kini, tantangan baru telah menanti Sananta di Kota Pahlawan.

Rekor gol Kurniawan Dwi Yulianto memang masih membayangi setiap penyerang lokal Persebaya Surabaya, tetapi Sananta memilih menjawab tantangan tersebut lewat kerja keras di lapangan demi membawa Green Force kembali bersaing dalam perebutan gelar Super League 2026/2027.

EDITOR: Edi Yulianto