← Beranda
Lawan PSIS Semarang Bukan Soal Hasil Akhir! Diogo Carvalho Bongkar Target Persebaya Surabaya di Anniversary Game
Moch. Rizky Pratama PutraJumat, 17 Juli 2026 | 16.43 WIB
Pelatih fisik Persebaya Surabaya Diogo Carvalho memberikan instruksi kepada pemain saat sesi latihan jelang 99th Anniversary Game menghadapi PSIS Semarang di Stadion Gelora Bung Tomo. (Persebaya)

JawaPos.com — Persebaya Surabaya tidak menjadikan hasil akhir sebagai target utama saat menghadapi PSIS Semarang pada 99th Anniversary Game di Stadion Gelora Bung Tomo, Minggu (19/7/2026).

Pelatih fisik Diogo Carvalho menegaskan laga tersebut menjadi ajang mengukur perkembangan fisik, intensitas permainan, serta implementasi seluruh program latihan yang telah dijalani Green Force selama masa pramusim.

Baca Juga: Liverpool Serius Kejar Kaishu Sano, Arsenal dan Tottenham Hotspur Ikut Bersaing

Mengapa Hasil Akhir Bukan Prioritas?

Persebaya Surabaya memasuki Anniversary Game dengan pendekatan berbeda dibanding pertandingan kompetitif. Fokus utama tim pelatih bukan mengejar kemenangan semata, melainkan memastikan seluruh proses latihan yang berlangsung selama hampir sepekan mulai terlihat di atas lapangan.

Pelatih fisik Diogo Carvalho menjelaskan pertandingan melawan PSIS Semarang menjadi tolok ukur penting untuk melihat sejauh mana para pemain mampu menerapkan konsep permainan yang telah dibangun.

Karena itu, indikator keberhasilan tidak hanya diukur dari skor akhir, tetapi juga kualitas permainan yang ditampilkan selama 90 menit.

"Dalam pertandingan nanti, yang paling saya ingin lihat bukan sekadar hasil akhir. Saya ingin melihat para pemain mampu menerapkan apa yang telah kami kerjakan selama masa pramusim," ujar Diogo dikutip dari laman resmi Persebaya.id, Jumat (16/7/2026).

“Saya berharap tim menunjukkan intensitas yang tinggi, pergerakan yang baik, kemampuan menjaga tempo permainan, reaksi cepat setelah kehilangan bola, serta komitmen penuh dalam setiap fase permainan.”

Pernyataan tersebut menunjukkan Anniversary Game memiliki fungsi sebagai bagian dari proses pembentukan tim sebelum menghadapi kompetisi resmi. Tim pelatih ingin memastikan seluruh fondasi permainan mulai terbentuk sejak awal masa persiapan.

Kondisi Fisik Pemain Terus Mengalami Peningkatan

Setelah menjalani enam hari latihan bersama, kondisi fisik pemain Persebaya Surabaya dinilai berkembang sesuai target. Program latihan yang mengombinasikan aspek fisik, teknik, dan taktik mulai menunjukkan hasil positif.

Baca Juga: Prediksi Bursa Peluang Juara Piala Dunia 2026: Spanyol Lebih Difavoritkan, Lionel Messi dan Argentina Bisa Rusak Ramalan?

Diogo mengaku puas melihat respons seluruh pemain selama menjalani latihan pramusim. Menurut pelatih asal Portugal itu, para pemain menunjukkan profesionalisme tinggi sehingga proses peningkatan kebugaran berjalan sesuai rencana.

"Secara keseluruhan saya sangat puas dengan kondisi fisik para pemain saat ini. Mereka menunjukkan komitmen dan profesionalisme yang luar biasa sepanjang masa pramusim," ujarnya.

“Kami melihat perkembangan yang konsisten di berbagai aspek fisik yang menjadi fokus utama tim.”

Masa persiapan memang relatif singkat. Meski demikian, seluruh pemain mampu mengikuti setiap materi latihan dengan baik sehingga perkembangan fisik tetap berada pada jalur yang diharapkan tim pelatih.

Program tersebut juga disusun secara bertahap agar pemain mencapai kondisi terbaik tanpa mengalami risiko cedera akibat peningkatan intensitas yang terlalu cepat. Pendekatan itu menjadi bagian penting dalam menyongsong musim kompetisi yang segera bergulir.

Fondasi Kebugaran Jadi Prioritas Tim Pelatih

Selain mengejar peningkatan kondisi fisik, tim pelatih juga membangun fondasi permainan yang mampu menopang kebutuhan taktik sepanjang musim. Kebugaran menjadi modal utama agar setiap pemain dapat menjalankan instruksi pelatih secara maksimal.

Diogo menegaskan seluruh program latihan dirancang secara terukur. Tujuannya agar peningkatan performa berlangsung aman sekaligus mampu mendukung karakter permainan yang ingin diterapkan Persebaya Surabaya.

"Target kami adalah memastikan setiap pemain terus berkembang dari hari ke hari," jelasnya.

“Kami ingin mereka memiliki kondisi fisik yang baik untuk mendukung tuntutan permainan yang diinginkan tim pelatih, sekaligus menjaga agar proses peningkatan performa berjalan dengan aman dan terukur.”

Pendekatan tersebut membuat latihan fisik tidak berdiri sendiri. Seluruh sesi tetap dipadukan dengan latihan teknik dan taktik sehingga pemain terbiasa mengambil keputusan dalam kondisi intensitas tinggi.

Dengan metode tersebut, pemain diharapkan tidak hanya kuat secara fisik, tetapi juga mampu mempertahankan kualitas permainan sepanjang pertandingan. Hal itu menjadi salah satu target utama sebelum memasuki kompetisi resmi musim 2026/2027.

Adaptasi Pemain Baru Berjalan Positif

Pramusim kali ini juga menjadi fase penting bagi sejumlah wajah baru di skuad Persebaya Surabaya. Mereka harus menyesuaikan diri dengan lingkungan baru, rekan setim, hingga pola permainan yang diterapkan tim pelatih.

Diogo melihat proses adaptasi berlangsung lebih cepat dari perkiraan. Respons positif para pemain terhadap metode latihan membantu percepatan pembentukan chemistry di dalam tim.

"Saya senang dengan cara para pemain merespons program latihan. Mereka bekerja dengan sangat profesional dan mampu beradaptasi dengan cepat terhadap intensitas maupun materi yang diberikan. Hal itu tentu membantu kami dalam mempercepat proses persiapan tim secara keseluruhan," ungkapnya.

Adaptasi yang berjalan lancar menjadi modal penting karena kompetisi sudah semakin dekat. Semakin cepat para pemain memahami karakter permainan tim, semakin besar peluang Persebaya Surabaya tampil solid sejak awal musim.

Anniversary Game melawan PSIS Semarang pun menjadi kesempatan pertama untuk melihat bagaimana kolaborasi antara pemain lama dan wajah baru dalam situasi pertandingan sesungguhnya. Tim pelatih berharap perkembangan chemistry tersebut mulai terlihat sepanjang laga.

Bagi Persebaya Surabaya, pertandingan ini bukan sekadar bagian dari perayaan ulang tahun klub yang ke-99. Laga tersebut menjadi panggung awal untuk mengukur efektivitas seluruh program pramusim, mulai dari peningkatan kebugaran, penerapan taktik, hingga kemampuan pemain menjaga intensitas permainan sesuai filosofi yang diinginkan tim pelatih.

EDITOR: Hendra