← Beranda
Francisco Rivera Jagokan Lionel Messi Juara Piala Dunia 2026! Pemain Favorit Playmaker Persebaya Surabaya
Moch. Rizky Pratama PutraKamis, 16 Juli 2026 | 21.32 WIB
Playmaker Persebaya Surabaya Francisco Rivera menjagokan Lionel Messi membawa Argentina menjadi juara Piala Dunia 2026 setelah tampil gemilang di semifinal melawan Inggris. (Moch. Rizky Pratama Putra/JawaPos.com)

 

JawaPos.com — Lionel Messi mendapat dukungan dari playmaker Persebaya Surabaya, Francisco Rivera, untuk membawa Argentina menjadi juara Piala Dunia 2026 setelah tampil luar biasa saat menyingkirkan Inggris di semifinal.

Rivera mengaku menjagokan La Albiceleste karena menganggap Messi sebagai pemain favoritnya, sementara dua assist sang kapten kembali membuktikan kualitasnya sebagai pembeda di panggung terbesar sepak bola dunia.

Performa Lionel Messi saat Argentina menang 2-1 atas Inggris memang kembali mengundang decak kagum.

Sang kapten tidak mencetak gol, tetapi dua assist yang ia sumbangkan mengantar La Albiceleste melangkah ke partai final Piala Dunia 2026.

Bagi Francisco Rivera, penampilan seperti itulah yang membuat Messi layak menjadi pemain favoritnya. Gelandang serang asal Meksiko tersebut berharap sang megabintang mampu menutup turnamen dengan trofi juara.

Baca Juga: Buah Tangan Francisco Rivera dari Piala Dunia 2026! Bawa Daya Juang Timnas Meksiko ke Persebaya Surabaya

Francisco Rivera Pilih Argentina karena Lionel Messi

Francisco Rivera mengaku memiliki alasan pribadi saat diminta memprediksi siapa yang akan menjadi juara Piala Dunia 2026.

Meski mengakui seluruh tim yang tersisa memiliki peluang yang sama besar, ia tetap menjatuhkan pilihannya kepada Argentina.

"Secara personal, saya ingin Argentina yang menang karena Lionel Messi adalah pemain favorit saya. Namun, tentu saja tim-tim lain juga memiliki peluang yang sama besarnya di Piala Dunia ini," ujar Francisco Rivera saat Media Day, Rabu (7/10/2026).

Pernyataan tersebut menunjukkan besarnya rasa hormat Rivera terhadap sosok Lionel Messi.

Playmaker Persebaya Surabaya itu menilai kualitas, pengalaman, dan pengaruh Messi masih menjadi faktor yang mampu membawa Argentina tampil berbeda dibandingkan lawan-lawannya.

Dukungan Rivera juga bukan tanpa alasan. Messi kembali memperlihatkan kelasnya ketika Argentina menghadapi Inggris pada semifinal yang berlangsung dramatis.

Baca Juga: Pemain Argentina Temukan Contekan Penalti di Botol Minum Kiper Inggris Jordan Pickford, Simak Reaksi Lionel Messi dan Nico Gonzalez!

Pergeseran Posisi Messi Jadi Awal Kebangkitan Argentina

Argentina sempat berada dalam tekanan setelah Anthony Gordon membawa Inggris unggul pada menit ke-55. Situasi itu memaksa Lionel Scaloni melakukan penyesuaian agar timnya lebih agresif mencari celah pertahanan lawan.

Salah satu perubahan paling penting adalah menggeser posisi Messi. Jika sepanjang babak pertama lebih banyak bergerak di area tengah, kapten Argentina itu kemudian lebih sering berpindah ke sisi kanan untuk mencari ruang.

Perubahan sederhana tersebut langsung memberikan dampak besar terhadap permainan Argentina.

Setelah Inggris memilih bertahan, La Albiceleste mampu menguasai pertandingan dengan mencatat 88 persen penguasaan bola dalam 37 menit terakhir.

Messi menjadi pusat hampir seluruh aliran serangan Argentina. Pergerakannya memancing konsentrasi pemain Inggris sehingga ruang bagi rekan-rekannya semakin terbuka.

Kiper Emiliano Martinez mengakui keputusan menggeser posisi Messi menjadi salah satu faktor paling menentukan kemenangan timnya.

"Menempatkan Messi di sayap adalah kunci bagi kami," kata Emiliano Martinez setelah pertandingan dikutip dari BBC Sport, Kamis (16/7/2026).

Baca Juga: Profil Valentin Barco! Pemain Argentina Ditempeleng Jude Bellingham Usai Inggris Tersingkir di Semifinal Piala Dunia 2026

Statistik Messi Kalahkan Permainan Kolektif Inggris

Dominasi Messi tidak hanya terlihat dari cara ia mengendalikan ritme permainan, tetapi juga melalui statistik yang sangat mengesankan.

Sang kapten mencatat sembilan dribel sukses, empat peluang tercipta, sembilan umpan silang, serta tujuh sentuhan di kotak penalti lawan.

Catatan tersebut bahkan melampaui performa kolektif Inggris pada beberapa aspek permainan.

Messi juga menjadi pemain pertama sejak 1966 yang mampu membukukan sembilan dribel sukses dan dua assist dalam satu pertandingan fase gugur Piala Dunia.

Data tersebut kembali menegaskan mengapa Messi tetap menjadi pemain paling berbahaya meski usianya tidak lagi muda.

Ia tidak selalu membutuhkan kecepatan untuk menciptakan perbedaan, melainkan kecerdasan membaca ruang dan menentukan momen terbaik untuk menyerang.

Kemampuannya mengatur tempo membuat Argentina terus menekan hingga menit-menit akhir pertandingan. Inggris yang sebelumnya tampil disiplin akhirnya tidak mampu membendung kreativitas sang kapten.

Dua Assist yang Mengubah Nasib Argentina

Kontribusi terbesar Messi hadir pada fase akhir pertandingan. Assist pertamanya berasal dari situasi sepak pojok yang disambut Enzo Fernandez menjadi gol penyama kedudukan pada menit ke-85.

Gol tersebut mengubah momentum sepenuhnya ke kubu Argentina. Kepercayaan diri La Albiceleste meningkat drastis, sementara Inggris mulai kehilangan kendali permainan.

Pada masa injury time, Messi kembali menunjukkan sentuhan magisnya. Umpan silang akurat yang ia lepaskan berhasil diselesaikan Lautaro Martinez menjadi gol kemenangan yang memastikan Argentina melaju ke final.

Penampilan itu menjadi bukti lain Messi tidak harus mencetak gol untuk menentukan hasil pertandingan. Visi bermain, kreativitas, dan kualitas umpannya tetap menjadi senjata paling mematikan Argentina.

Pandit BBC Sport, Micah Richards, menilai kehebatan Messi justru terletak pada kemampuannya memilih momen yang tepat untuk mengubah jalannya pertandingan.

Menurutnya, sang kapten sering terlihat berjalan santai sebelum tiba-tiba menghadirkan aksi yang sulit dihentikan lawan.

"Ia berjalan di sekitar lapangan dan kemudian ia menjadi hidup ketika bola sampai di kakinya. Kejeniusannya berperan dan terkadang itulah yang menjadi pembeda," ucap Micah Richards.

Kini Argentina hanya tinggal selangkah lagi untuk meraih gelar juara Piala Dunia 2026.

Jika kembali tampil menentukan di partai final, Lionel Messi bukan hanya memenuhi harapan jutaan pendukung Argentina, tetapi juga mewujudkan prediksi Francisco Rivera yang sejak awal menjagokannya mengangkat trofi paling bergengsi di sepak bola dunia.

EDITOR: Banu Adikara