← Beranda
Buah Tangan Francisco Rivera dari Piala Dunia 2026! Bawa Daya Juang Timnas Meksiko ke Persebaya Surabaya
Moch. Rizky Pratama PutraKamis, 16 Juli 2026 | 21.25 WIB
Kapten Persebaya Surabaya Francisco Rivera optimistis skuad Green Force mampu bersaing menjadi tim pemenang pada Super League 2026/2027. (Instagram @cachisrivera)

 

JawaPos.com — Atmosfer Piala Dunia 2026 meninggalkan kesan mendalam bagi gelandang serang Persebaya Surabaya, Francisco Rivera.

Pemain asal Meksiko itu membawa pelajaran tentang mentalitas pantang menyerah yang diperlihatkan negaranya selama menjadi tuan rumah Piala Dunia untuk diterapkan bersama Green Force dalam mengarungi musim Super League 2026/2027.

Bagi Rivera, pengalaman menyaksikan langsung perjuangan Meksiko di turnamen terbesar dunia bukan sekadar menjadi kenangan.

Ia ingin semangat yang diperlihatkan para pemain dan suporter Meksiko menjadi energi tambahan untuk membantu Persebaya Surabaya tampil lebih kompetitif sepanjang musim.

Baca Juga: Bernardo Tavares Tempa Generasi Baru! Dava Yunna Nikmati Tempaan Tim Utama Persebaya Surabaya

Rivera Optimistis dengan Kekuatan Baru Persebaya Surabaya

Francisco Rivera menyambut antusias langkah Persebaya Surabaya membangun skuad jelang musim 2026/2027.

Menurutnya, aktivitas transfer yang dilakukan manajemen menunjukkan ambisi besar klub untuk terus bersaing di papan atas.

Rivera menilai pemain-pemain baru yang didatangkan memiliki kualitas yang dapat meningkatkan kedalaman skuad.

Kehadiran mereka juga diyakini menciptakan persaingan sehat sehingga setiap pemain terdorong memberikan performa terbaik.

"Manajemen dan direktur klub telah bekerja keras mendatangkan pemain-pemain berkualitas, baik yang memiliki pengalaman di Indonesia maupun di Eropa,” tutur RIvera.

“Saya sangat senang dengan komposisi skuad yang kami miliki saat ini dan berharap mereka bisa memberikan kontribusi besar untuk tim musim ini.”

Komposisi skuad yang semakin kompetitif membuat Rivera optimistis Green Force memiliki modal kuat menghadapi persaingan musim baru.

Ia berharap seluruh pemain dapat segera beradaptasi agar kekuatan tim semakin solid sejak awal kompetisi.

Baca Juga: Rachmat Irianto Rutin Dampingi Pemain Anyar, Kenalkan Karakter Suroboyoan ala Persebaya Surabaya

Mentalitas Piala Dunia Jadi Bekal untuk Green Force

Selain membawa optimisme terhadap komposisi tim, Rivera mengaku memperoleh pelajaran berharga dari perjalanan Meksiko di Piala Dunia 2026.

Meski negaranya harus terhenti di babak 16 besar usai kalah dramatis 2-3 dari Inggris di Stadion Azteca, semangat juang para pemain menjadi inspirasi tersendiri baginya.

Rivera mengatakan atmosfer Piala Dunia membuatnya semakin memahami arti sebuah perjuangan di lapangan. Ia juga merasakan langsung bagaimana emosi yang dialami para suporter ketika tim nasional mereka bertanding.

"Saya menonton pertandingan di Piala Dunia dan benar-benar merasakan energi serta atmosfernya. Setelah berbicara dengan beberapa orang, sekarang saya jauh lebih memahami bagaimana perasaan para pendukung kami," ujar Francisco Rivera saat menjawab pertanyaan JawaPos.com, Rabu (15/7/2026).

Pemahaman tersebut membuat Rivera ingin memiliki hubungan yang lebih dekat dengan pendukung Persebaya Surabaya.

Ia menyadari setiap pertandingan bukan hanya soal hasil akhir, tetapi juga tentang bagaimana para pemain menunjukkan dedikasi penuh demi kebanggaan suporter.

Baca Juga: Berlatih di Tim Utama Persebaya, Dava Yunna Ungkap Pelajaran Berharga dari Miguel Pereira

Belajar dari Kekalahan Meksiko di Stadion Azteca

Bagi Rivera, kekalahan Meksiko dari Inggris justru memberikan pelajaran yang lebih berharga dibanding kemenangan.

Ia melihat para pemain tetap mendapat apresiasi karena mampu memberikan seluruh kemampuan hingga peluit akhir berbunyi.

Menurutnya, kekalahan akan lebih mudah diterima ketika sebuah tim benar-benar berjuang tanpa menyisakan penyesalan. Mentalitas seperti itulah yang ingin dibawanya ke ruang ganti Persebaya Surabaya.

"Saya melihat bagaimana rasanya saat kita kalah, dan saya bisa merasakannya dari sudut pandang suporter. Namun, dalam kasus Meksiko, meskipun mereka kalah dari Inggris, mereka telah memberikan segalanya di lapangan,” ungkapnya.

“Sebagai pendukung, kita akhirnya bisa berlapang dada dan menerima bahwa lawan memang bermain lebih baik. Mentalitas berjuang habis-habisan inilah yang ingin saya bawa untuk membuat Persebaya Surabaya menjadi lebih baik.”

Rivera percaya perjuangan maksimal di setiap pertandingan akan memperkuat karakter tim. Dengan semangat tersebut, Green Force diharapkan mampu tampil konsisten menghadapi tekanan sepanjang kompetisi.

Fanatisme Suporter Meksiko Jadi Inspirasi

Piala Dunia 2026 juga memperlihatkan kepada Rivera betapa besarnya pengaruh dukungan suporter terhadap performa sebuah tim.

Bermain sebagai tuan rumah membuat atmosfer setiap pertandingan Meksiko terasa berbeda dibanding laga internasional biasa.

Rivera menggambarkan fanatisme pendukung Meksiko mampu membangkitkan motivasi para pemain. Energi yang tercipta di stadion membuat setiap pemain terdorong memberikan kemampuan terbaiknya.

"Sangat sulit dijelaskan karena atmosfer Piala Dunia itu sangat berbeda dari pertandingan biasa. Ketika Meksiko bermain di kandang, para pemain dan pendukungnya bisa menjadi sedikit 'gila' karena saking bergairahnya," jelasnya.

Ia berharap atmosfer serupa juga terus hadir dalam setiap pertandingan kandang Persebaya Surabaya.

Dukungan penuh dari Bonek dan Bonita diyakini mampu menjadi suntikan motivasi bagi seluruh pemain untuk berjuang hingga menit terakhir.

Rivera menegaskan sepak bola tidak hanya ditentukan kualitas individu atau strategi pelatih.

Mentalitas, kerja keras, dan hubungan emosional antara pemain dengan suporter juga menjadi faktor penting dalam membangun tim yang sukses.

Bekal itulah yang kini dibawanya dari pengalaman menyaksikan Piala Dunia 2026.

Rivera berharap semangat pantang menyerah yang diperlihatkan Meksiko bisa menjadi identitas baru Green Force saat mengarungi musim 2026/2027 dan membantu Persebaya Surabaya meraih hasil terbaik di setiap pertandingan.

EDITOR: Banu Adikara