← Beranda
Bernardo Tavares Tempa Generasi Baru! Dava Yunna Nikmati Tempaan Tim Utama Persebaya Surabaya
Moch. Rizky Pratama PutraKamis, 16 Juli 2026 | 05.50 WIB
Penyerang muda Persebaya Surabaya Dava Yunna Adi Putra menjalani latihan bersama tim utama sebagai bagian dari proses regenerasi di era Bernardo Tavares. (Persebaya)

 

JawaPos.com - Persebaya Surabaya mulai menyiapkan regenerasi di era Bernardo Tavares dengan memberi kesempatan penyerang muda Dava Yunna Adi Putra berlatih bersama tim utama di Surabaya. Pemain Timnas Indonesia U-17 berusia 17 tahun itu mengaku mendapat pengalaman berharga dari intensitas latihan yang jauh lebih tinggi sebagai bekal menembus sepak bola profesional.

Kepercayaan yang diberikan kepada Dava Yunna menjadi sinyal bahwa Persebaya Surabaya tidak hanya fokus membangun kekuatan lewat pemain berpengalaman dan rekrutan asing. Green Force juga terus membuka jalan bagi talenta muda hasil pembinaan untuk berkembang bersama skuad utama.

Kesempatan tersebut menjadi momen penting bagi Dava yang selama ini meniti karir melalui kompetisi usia muda. Berlatih setiap hari bersama pemain senior Persebaya membuatnya memahami standar yang harus dipenuhi untuk bisa bersaing di level tertinggi.

Baca Juga: Win Rate Timnas Inggris Cuma 43 Persen, Argentina Tembus 85 Persen! Bedah Statistik Jelang Semifinal Piala Dunia 2026

Apa yang Dipelajari Dava Yunna dari Tim Utama Persebaya Surabaya?

Dava mengaku langsung merasakan perbedaan besar saat mengikuti latihan bersama tim utama Persebaya Surabaya. Intensitas permainan, kecepatan mengambil keputusan, hingga tuntutan fisik menjadi tantangan baru yang harus dihadapinya setiap sesi latihan.

Menurut dia, pengalaman tersebut membuka pandangan mengenai kerasnya sepak bola profesional. Dia menyadari setiap pemain dituntut berpikir cepat sekaligus mampu menjaga kualitas permainan di bawah tekanan.

"Berlatih bersama tim senior di level tertinggi menjadi pengalaman yang sangat berharga bagi saya. Intensitas latihan di tim utama sangat tinggi dan agresif. Dari situ saya banyak belajar tentang tuntutan sepak bola profesional," ujar Dava dikutip dari laman resmi Persebaya.id, Rabu (15/7).

Baca Juga: Balogun Akui Kontroversi Pencabutan Kartu Merah Ganggu Timnas Amerika Serikat di Piala Dunia 2026

Pemain kelahiran 20 April 2009 itu berusaha menikmati seluruh proses yang dijalani. Baginya, setiap latihan menjadi kesempatan untuk meningkatkan kualitas sekaligus mengukur kemampuan diri dibanding para pemain yang sudah lebih matang.

Regenerasi yang dijalankan Bernardo Tavares pun memberi ruang bagi pemain muda untuk merasakan atmosfer kompetitif di lingkungan tim utama. Pengalaman seperti itu dinilai menjadi modal penting sebelum mendapat kesempatan tampil dalam pertandingan resmi.

Mengapa Miguel Pereira Menjadi Sosok yang Dikagumi Dava?

Di antara para pemain senior, Dava mengaku paling sering memperhatikan gelandang asal Portugal, Miguel Pereira. Dia menilai pemain tersebut memiliki kualitas yang layak dijadikan contoh bagi pemain muda.

Menurut Dava, kemampuan Miguel dalam menguasai bola menjadi salah satu kelebihan yang paling mencuri perhatian. Selain teknik individu yang baik, sang gelandang juga mampu menjaga bola dengan tenang meski berada dalam tekanan lawan.

"Salah satu pemain yang paling sering saya amati saat latihan adalah Miguel. Menurut saya, dia memiliki kualitas yang sangat baik, terutama dalam penguasaan bola dan kemampuan menjaga bola saat mendapat tekanan," jelas Dava Yunna.

Kehadiran pemain asing musim ini memberikan warna baru dalam latihan Persebaya Surabaya. Para pemain muda memiliki kesempatan belajar secara langsung dari pemain yang telah memiliki pengalaman di berbagai kompetisi.

Baca Juga: Lamine Yamal Jadi Target Pencuri Setelah Loloskan Timnas Spanyol ke Final Piala Dunia 2026, Begini Kronologinya

Dava menilai kesempatan berada dalam satu lapangan bersama pemain berkualitas merupakan pengalaman yang tidak datang setiap saat. Karena itu, dia berusaha memanfaatkan setiap menit latihan untuk menyerap ilmu sebanyak mungkin.

Bagaimana Peran Pemain Senior Membantu Perkembangan Dava?

Bukan hanya kualitas permainan yang dipelajari Dava dari para pemain senior Persebaya Surabaya. Dia juga merasakan suasana ruang ganti yang mendukung perkembangan pemain muda.

Menurut dia, para pemain senior tidak segan memberikan arahan maupun motivasi selama latihan berlangsung. Hal itu membuat proses adaptasinya bersama tim utama berjalan lebih nyaman.

Baca Juga: FIFA Puas dengan Piala Dunia 48 Tim, Aturan Baru Dinilai Tingkatkan Kualitas dan Keselamatan Pemain

"Keberadaan pemain-pemain berpengalaman sangat penting bagi perkembangan pemain muda seperti saya. Mereka memiliki jam terbang yang tinggi dan banyak pengalaman yang bisa dipelajari, baik di dalam maupun di luar lapangan," ujar Dava Yunna.

Selain memberi contoh melalui permainan, para pemain senior juga rutin memberikan masukan secara langsung. Nasihat tersebut membuat Dava semakin percaya diri menghadapi persaingan di level profesional.

"Para pemain senior juga sering memberikan masukan kepada saya. Mereka selalu mengingatkan untuk terus bekerja keras, percaya diri, dan tidak malu menunjukkan kemampuan saat latihan," jelas Dava Yunna.

Baca Juga: PSSI Resmi Umumkan Harga Tiket Timnas Indonesia di Piala ASEAN Hyundai 2026, Mulai Rp 100 Ribu

Budaya saling mendukung seperti itu menjadi salah satu fondasi penting dalam proses regenerasi Persebaya Surabaya. Pemain muda tidak hanya dituntut berkembang secara teknis, tetapi juga dibentuk dari sisi mental dan karakter.

Target Dava Yunna Menembus Tim Utama Persebaya Surabaya

Meski masih berusia 17 tahun, Dava memiliki target yang jelas bersama Persebaya Surabaya. Dia ingin terus bekerja keras agar mampu memanfaatkan setiap kesempatan yang diberikan tim pelatih.

Alumni kompetisi Liga Persebaya bersama Bintang Angkasa itu menyadari persaingan di skuad utama tidak akan mudah. Kehadiran pemain asing dan pemain senior membuat setiap pemain muda harus menunjukkan kualitas terbaiknya.

Bagi Dava, kesempatan berlatih bersama tim utama bukan sekadar hadiah. Kesempatan tersebut harus dijawab dengan kerja keras, disiplin, dan perkembangan yang konsisten agar bisa memperoleh menit bermain pada saat yang tepat.

Baca Juga: Final Piala Dunia 2026 Hadirkan Hiburan Spektakuler, FIFA Targetkan Jeda Babak Hanya 20 Menit

Dia pun bertekad terus meningkatkan kemampuan di setiap sesi latihan. Target utamanya bukan hanya menembus skuad utama, tetapi juga mampu memberikan kontribusi nyata ketika dipercaya tampil.

"Setiap pemain muda tentu ingin mendapatkan kesempatan bermain. Jika kesempatan itu datang, saya ingin menunjukkan kemampuan terbaik saya dan memberikan kontribusi maksimal untuk tim," tegas Dava Yunna.

Langkah Persebaya Surabaya memberi ruang kepada pemain muda seperti Dava menunjukkan komitmen membangun keseimbangan antara pengalaman dan regenerasi. Di bawah arahan Bernardo Tavares, proses pembinaan tidak berhenti pada level akademi, tetapi berlanjut hingga pemain muda merasakan atmosfer tim utama sebagai bekal menuju masa depan Green Force.

Baca Juga: SMPN 1 Gunung Tabur Apresiasi Ithaca Futsal Coaching Clinic Bersama PSS Sleman, Bangkitkan Semangat Siswa

EDITOR: Latu Ratri Mubyarsah