JawaPos.com - Persija Jakarta kembali menunjukkan keseriusan dalam membangun fondasi klub untuk jangka panjang. Macan Kemayoran resmi menunjuk Muhamad Yusup Prasetiyo sebagai Head of Youth Development yang akan memimpin sistem pembinaan pemain muda di Akademi Persija.
Yusup Prasetiyo yang akrab disapa Coach Yoyo itu datang dengan bekal lisensi AFC Pro dan pengalaman melatih di berbagai level, baik di Indonesia maupun luar negeri. Kehadirannya diharapkan mampu membawa Akademi Persija berkembang lebih terstruktur sehingga bisa melahirkan lebih banyak pemain berkualitas untuk masa depan klub.
Dalam peran barunya di Persija, Yusup Prasetiyo akan memusatkan perhatian pada tiga aspek utama. Pertama adalah meningkatkan kualitas para pelatih akademi.
Baca Juga: Persib Bandung Lepas Dimas Drajad usai Kontrak Berakhir, Ini Alasan Tak Diperpanjang
Menurut dia, perkembangan pemain muda sangat bergantung pada kemampuan pelatih dalam membimbing mereka. Bukan hanya dari sisi teknik, taktik, dan fisik, tetapi juga dalam membangun karakter.
"Visi saya adalah mengembangkan kualitas pelatih karena setiap pemain berhak mendapatkan pelatih yang bagus. Selain itu, kami ingin membangun lingkungan latihan sepak bola yang kompetitif setiap harinya," ujar Yusup.
Selain kualitas pelatih, dia juga ingin menciptakan suasana latihan yang sehat dan kompetitif. Lingkungan tersebut diyakini akan membantu setiap pemain berkembang sesuai potensi yang dimiliki sekaligus membiasakan mereka menghadapi persaingan sejak usia dini.
Baca Juga: Cerita Diego Landis Sebelum Gabung Arema FC, dari FC Porto hingga Siap Tampil di Super League
Tidak hanya fokus pada urusan di lapangan, Akademi Persija juga akan memberikan perhatian terhadap pendidikan karakter. Para pemain muda nantinya akan mendapatkan pembekalan mengenai kedisiplinan, etika, kemampuan bersosialisasi, hingga cara beradaptasi dengan berbagai situasi dalam kehidupan sehari-hari.
"Kami juga ingin memberikan edukasi di luar sepak bola kepada para pemain. Hal tersebut akan sangat berguna dalam kehidupan sehari-hari mereka sebagai makhluk sosial. Pemain harus memiliki perilaku yang baik dan mampu beradaptasi dengan lingkungan di mana pun mereka berada," lanjut dia.
Dalam target jangka pendek, Yusup berharap Akademi Persija mampu menghasilkan pemain yang siap bersaing di level tertinggi. Lulusan akademi diharapkan bisa menembus skuad utama Persija sekaligus mendapat kesempatan memperkuat Tim Nasional Indonesia.
Namun baginya, kesuksesan pembinaan tidak hanya diukur dari banyaknya pemain yang menjadi pesepak bola profesional. Akademi juga memiliki tanggung jawab membentuk pribadi yang berkualitas sehingga para pemain tetap memiliki bekal yang baik untuk masa depan, apa pun profesi yang mereka pilih.
"Indikator keberhasilan pembinaan usia muda, khususnya di Persija, dalam jangka pendek adalah menciptakan pemain yang mampu bermain di tim utama dan tim nasional. Selain itu, kami ingin menjadikan mereka manusia yang hebat pada masa mendatang, apa pun bidang yang nantinya mereka jalani," tutur Yusup.
Penunjukan Yusup Prasetiyo menjadi bukti bahwa Persija terus menempatkan pembinaan usia muda sebagai salah satu investasi terpenting klub. Dengan program yang lebih terarah, peningkatan kualitas pelatih, lingkungan latihan yang kompetitif, serta pendidikan karakter yang kuat, Akademi Persija diharapkan mampu melahirkan generasi baru Young Tigers yang siap bersaing di tim utama maupun level internasional.
Baca Juga: Luciano Guaycochea Ungkap Kunci Persib Bandung Hadapi Jadwal Super Padat