← Beranda
Sempat Dikaitkan dengan PSIS dan PSS, Stefano Lilipaly Memilih Semen Padang Sebagai Klub Barunya
Andre Rizal HanafiRabu, 15 Juli 2026 | 23.10 WIB
Stefano Lilipaly resmi diperkenalkan sebagai pemain baru Semen Padang untuk menghadapi Championship 2026/2027 dengan target membawa Kabau Sirah kembali ke Super League. (Semen Padang FC)

 

JawaPos.com - Stefano Lilipaly akhirnya memastikan pelabuhan barunya untuk musim 2026/2027. Sempat ramai dikaitkan dengan PSIS Semarang dan PSS Sleman, mantan pemain Timnas Indonesia itu justru memilih bergabung dengan Semen Padang yang akan berkompetisi di Liga 2 Indonesia atau Championship musim ini.

Kepastian transfer Stefano Lilipaly diumumkan Semen Padang lewat akun Instagram resmi klub, pada Rabu (15/7). Dalam unggahannya, Kabau Sirah menyambut kedatangan pemain berusia 36 tahun itu dengan kalimat singkat, He Is Here, Lilipaly is Red.

Bergabungnya Stefano Lilipaly ke Semen Padang menjadi salah satu transfer yang cukup mengejutkan menjelang bergulirnya Liga 2 musim 2026/2027. Pasalnya, beberapa waktu terakhir namanya santer dikaitkan dengan sejumlah klub besar, termasuk PSIS Semarang dan PSS Sleman yang disebut-sebut tertarik menggunakan jasanya.

Baca Juga: Jelang Timnas Inggris vs Argentina, Penunjukan Ismail Elfath Tuai Polemik karena Rekam Jejak Bersama Lionel Messi

Namun, Lilipaly akhirnya menjatuhkan pilihan kepada Semen Padang. Pengalamannya di level tertinggi sepak bola Indonesia diharapkan mampu menjadi tambahan kekuatan sekaligus menjadi pemimpin bagi skuad Kabau Sirah dalam mengarungi persaingan Liga 2 musim 2026/2027.

Lilipaly datang dengan segudang pengalaman. Musim lalu dia masih bermain di kasta tertinggi bersama Dewa United sebagai pemain pinjaman dari Borneo FC.

Meski usianya tak lagi muda, kualitas dan visi bermain masih menjadi nilai lebih yang bisa membantu tim. Berdasar data Transfermarkt, Stefano Lilipaly lahir pada 10 Januari 1990 dan memiliki tinggi badan 1,75 meter. Posisi utamanya adalah sayap kiri, tetapi dia juga mampu dimainkan sebagai gelandang serang maupun sayap kanan.

Baca Juga: Bukan Statistik, Ramalan Astrolog China Sebut Inggris Punya Peluang Besar Juara Piala Dunia 2026, Siklus 60 Tahun

Karir sepak bolanya dimulai di Belanda. Dia sempat menimba ilmu di akademi DCG, AZ Alkmaar, dan FC Utrecht sebelum menembus tim senior Utrecht. Setelah itu, Lilipaly melanjutkan perjalanan bersama Almere City, Consadole Sapporo di Jepang, Persija Jakarta, Telstar, hingga SC Cambuur. 

Namanya mulai bersinar di Indonesia ketika membela Bali United pada 2017. Bersama Serdadu Tridatu, Lilipaly tampil dalam 99 pertandingan dan mencetak 28 gol. Dia juga sukses mempersembahkan dua gelar Liga 1 pada musim 2019 dan 2021/2022.

Pada 2022, Lilipaly bergabung dengan Borneo FC Samarinda. Selama berseragam Pesut Etam, dia tampil dalam 91 pertandingan dengan torehan 25 gol sebelum dipinjamkan ke Dewa United pada musim 2025/2026. Bersama Dewa United, dia mencatatkan 28 penampilan dan menyumbang dua gol.

Di level internasional, Lilipaly juga memiliki perjalanan panjang bersama Timnas Indonesia. Sejak resmi menjadi WNI pada 2013, dia telah mengoleksi 34 penampilan dan mencetak tiga gol untuk skuad Garuda.

Dia juga menjadi salah satu pemain penting saat Indonesia mencapai final Piala AFF 2016. Selain itu, Lilipaly pernah memperkuat Timnas Indonesia U-23 pada Asian Games 2018 sebagai pemain senior dan berhasil mencetak empat gol dari lima pertandingan.

Sepanjang karirnya, Lilipaly juga mengoleksi berbagai penghargaan individu. Ia pernah masuk Best XI Piala AFF 2016, ASEAN Best XI 2017, Team of the Season Liga 1, hingga dinobatkan sebagai APPI Indonesian Football Award Best Footballer musim 2023/2024.

Baca Juga: Timnas Inggris Hadapi Tantangan Berat, Rekor Perjalanan Terjauh di Piala Dunia 2026 Bisa Jadi Bumerang

Kehadiran pemain berpengalaman seperti Stefano Lilipaly tentu menjadi sinyal keseriusan Semen Padang dalam membangun tim yang kompetitif. Dengan pengalaman di kompetisi elite Indonesia hingga level internasional, Fano diharapkan mampu menjadi motor permainan sekaligus mentor bagi para pemain muda Kabau Sirah.

Kini menarik dinantikan apakah keputusan Lilipaly menerima tantangan bersama Semen Padang akan berbuah manis dan membawa klub tersebut kembali bersaing di level tertinggi sepak bola Indonesia.

EDITOR: Latu Ratri Mubyarsah