JawaPos.com - PSS Sleman akhirnya memperkenalkan striker asal Brasil, Matheus Fornazari Custódio, sebagai rekrutan anyar untuk menghadapi kompetisi Super League 2026/2027.
Kehadiran penyerang berusia 30 tahun itu diharapkan mampu memperkuat lini depan Super Elja yang tengah dibangun untuk bersaing pada musim baru.
Nama Matheus bukan sosok asing di kawasan Asia Tenggara. Sebelum merapat ke Sleman, ia memperkuat klub Thailand, BG Pathum United, pada musim 2025/2026.
Meski tidak selalu menjadi pilihan utama, pengalaman bermain di kompetisi yang kompetitif menjadi nilai tambah yang dibawa sang pemain ke Indonesia.
Salah satu keunggulan Matheus adalah posturnya yang mencapai 2,03 meter. Dengan tinggi badan tersebut, ia diprediksi bakal menjadi ancaman serius bagi lini pertahanan lawan, terutama dalam duel udara maupun situasi bola mati.
Sebelum resmi bergabung dengan PSS Sleman, Matheus sempat dikaitkan dengan sejumlah klub Liga Indonesia.
Baca Juga: Minim Menit Bermain di Persib Bandung, Dimas Drajad Dikabarkan Segera Dipinjamkan ke PSS Sleman
Namun, pada akhirnya ia memilih menerima pinangan Super Elja untuk memulai petualangan baru di kompetisi kasta tertinggi sepak bola Indonesia.
PSS sendiri memang membutuhkan sosok penyerang yang mampu memberikan variasi di lini depan.
Kehadiran Matheus diharapkan bukan hanya menjadi target man, tetapi juga membuka ruang bagi rekan-rekannya melalui kemampuan menahan bola dan duel fisik.
Karier Matheus dimulai dari sejumlah akademi di Brasil sebelum menjalani perjalanan panjang bersama berbagai klub. Ia pernah membela Marcílio Dias, Grêmio Barueri B, CE União, hingga beberapa klub lain di Brasil.
Pengalamannya kemudian berlanjut ke Angola bersama GD Interclube, sebelum hijrah ke Portugal untuk memperkuat Louletano DC dan SC Coimbrões.
Perjalanan lintas negara tersebut membentuk karakter permainan yang matang dan membuatnya terbiasa menghadapi berbagai gaya sepak bola.
Baca Juga: 2 Tim Indonesia Berlaga di Gothia Cup 2026, PSSI Berikan Dukungan Penuh
Namanya mulai mencuri perhatian saat membela Sukhothai FC di Thai League musim 2024/2025.
Ketika itu, Matheus mampu mencetak 13 gol dari 27 pertandingan liga, catatan yang membuat BG Pathum United tertarik merekrutnya pada musim berikutnya.
Bersama BG Pathum United, ia tampil dalam 13 pertandingan liga dan menyumbang dua gol. Meski produktivitasnya menurun dibanding musim sebelumnya, pengalamannya bermain di klub papan atas Thailand tetap menjadi modal berharga saat bergabung dengan PSS Sleman.
Per 1 Juli 2026, Matheus berstatus tanpa klub setelah kontraknya bersama BG Pathum United berakhir. Situasi itu dimanfaatkan PSS Sleman untuk mengamankan tanda tangannya tanpa biaya transfer.
Baca Juga: Begini Respons PSSI usai Presiden Prabowo Mengaku Resah Indonesia Belum Mampu Lolos Piala Dunia
Selain memiliki kewarganegaraan Brasil, Matheus juga tercatat memiliki paspor Italia. Saat ini nilai pasarnya berada di kisaran Rp5,2 miliar berdasarkan data Transfermarkt.
Kehadiran Matheus menjadi bagian dari upaya PSS Sleman memperkuat skuad demi menghadapi ketatnya persaingan Super League 2026/2027.
Dukungan suporter tentu akan menjadi motivasi tambahan bagi striker bertinggi 203 sentimeter tersebut untuk segera beradaptasi dan menunjukkan ketajamannya bersama Super Elja.
Kini publik Sleman menantikan bagaimana kontribusi Matheus di lapangan. Jika mampu mengulang performa terbaiknya seperti saat membela Sukhothai FC, bukan tidak mungkin ia akan menjadi salah satu penyerang yang patut diperhitungkan pada musim mendatang.