JawaPos.com - Penyerang muda Persija Jakarta, Ahmad Mujadid, resmi memulai babak baru dalam kariernya setelah bergabung dengan Persis Solo untuk menghadapi kompetisi musim 2026/2027.
Kepindahan ini menjadi langkah penting bagi striker berusia 19 tahun tersebut untuk merasakan atmosfer sepak bola profesional di level senior.
Mujadid datang ke Persis dengan modal yang sangat meyakinkan. Bersama Persija U-20 pada ajang EPA Super League 2025/2026, ia tampil sebagai salah satu pemain paling bersinar.
Baca Juga: Persis Solo Umumkan Kedatangan 3 Pemain Baru
Dari 29 pertandingan yang dijalani, pemain yang akrab disapa Jadid itu sukses mencetak 27 gol, sekaligus keluar sebagai top skor kompetisi.
Tak hanya tajam di depan gawang, kontribusinya juga membawa Persija U-20 meraih gelar juara EPA Super League musim lalu.
Catatan tersebut membuat namanya mulai diperhitungkan sebagai salah satu talenta muda potensial milik Macan Kemayoran.
Kini, tantangan berbeda menantinya bersama Persis Solo. Menariknya, klub berjulukan Laskar Sambernyawa itu berasal dari kota kelahiran Jadid, sehingga kesempatan ini memiliki makna tersendiri bagi sang pemain.
Jadid mengaku perjalanan bersama Persija Academy memberikan bekal yang sangat berharga.
Ia tidak hanya belajar mengenai kemampuan teknis sebagai seorang penyerang, tetapi juga membangun karakter, disiplin, dan mentalitas sebagai pesepak bola profesional.
"Selama tergabung di Persija Academy, saya mendapatkan banyak sekali pelajaran. Menjadi striker tajam bukan hanya soal mencetak gol, tetapi juga tentang kedisiplinan, kerja keras, dan kemauan untuk belajar dari setiap kesalahan," ujar Jadid.
Menurutnya, lingkungan di Persija Academy sangat mendukung perkembangan pemain muda. Dukungan dari pelatih dan rekan setim membuat dirinya terus berkembang, baik di dalam maupun di luar lapangan.
"Tim pelatih dan teman-teman satu tim selalu menanamkan mental pantang menyerah dan sikap profesional. Hal itu membentuk saya untuk tetap tenang, fokus, dan tajam di depan gawang," lanjutnya.
Meski sukses menjadi top skor sekaligus membawa Persija U-20 menjadi juara, Jadid tidak ingin cepat berpuas diri.
Ia memahami bahwa sepak bola senior memiliki tantangan yang jauh lebih berat, mulai dari tempo permainan yang lebih tinggi, kekuatan fisik lawan, hingga tekanan dalam setiap pertandingan.
Karena itu, pemain bernomor punggung 19 tersebut bertekad memanfaatkan setiap kesempatan bersama Persis Solo untuk terus belajar.
Ia ingin menyerap pengalaman dari para pemain senior dan meningkatkan kualitas permainannya agar mampu bersaing di kompetisi profesional.
Bergabung dengan Persis bukan hanya menjadi kesempatan mendapatkan menit bermain, tetapi juga menjadi proses pembentukan karier jangka panjang.
Jika mampu beradaptasi dengan baik, Ahmad Mujadid berpeluang menjadi salah satu striker muda yang layak diperhitungkan di sepak bola Indonesia dalam beberapa musim mendatang.