JawaPos.com — Ada orang yang dikenang karena trofi, ada pula yang abadi karena keberpihakannya. Hari ini, sepak bola Indonesia kehilangan satu nama yang selama bertahun-tahun mengajarkan bahwa cinta kepada sebuah klub tak pernah berhenti di tribun. Ia hidup dalam langkah-langkah panjang perjuangan, dalam suara yang lantang membela, dan dalam keyakinan bahwa sepak bola selalu lebih besar daripada sembilan puluh menit pertandingan.
|
Kepergian Andie Peci, meninggalkan sunyi yang tak mudah diisi. Bagi Bonek, ia adalah penjaga harapan ketika Persebaya nyaris kehilangan masa depan. Bagi gerakan buruh, ia adalah kawan seperjuangan yang tak lelah berdiri di barisan depan. Dan bagi banyak orang, ia membuktikan bahwa menjadi suporter bukan hanya soal menyanyikan lagu kemenangan, melainkan juga merawat solidaritas, memperjuangkan keadilan, dan menjaga kemanusiaan hingga akhir hayat.
|
Jumat (10/7/2026), sepak bola Indonesia kehilangan salah satu tokoh suporter paling berpengaruh setelah Andie Peci atau Andi Kristiantono meninggal dunia di RS Soewandi, Surabaya.
Sosok yang dikenal sebagai pejuang Persebaya Surabaya sekaligus Sekretaris Jenderal KASBI itu meninggalkan warisan besar bagi dunia suporter dan gerakan buruh di Indonesia.
Kabar duka tersebut diumumkan oleh Pengurus Pusat Konfederasi KASBI melalui pernyataan resmi yang menyebut Andie Peci meninggal sekitar pukul 11.20 WIB.
"Kabar Duka. Innalillahi wainnaillaihi rojiun. Telah berpulang ke Rahmatullah kawan seperjuangan kita Sekjend KASBI Bung Andi Kristiantono (Andi Peci). Pada hari ini Jum’at 10 Juli 2026, sekitar pukul 11.20 di RS Soewandi, Surabaya, Jawa Timur," tulis Pengurus Pusat KASBI.
PP KASBI juga menyampaikan doa bagi almarhum serta keluarga yang ditinggalkan.
"Do’a terbaik, semoga Almarhum Bung Andi Kristiantono mendapatkan tempat yang baik di sisi Tuhan Yang Maha Esa, dan semoga keluarga yang ditinggalkan diberikan kesabaran dan ketabahan. Aamiin. PP KASBI."
Kabar wafatnya Andie Peci langsung memicu gelombang ucapan belasungkawa dari berbagai kalangan, terutama suporter Persebaya Surabaya.
Baca Juga: Sepak Bola Indonesia Berduka, Tokoh Suporter Persebaya Surabaya Andie Peci Meninggal Dunia
Akun Instagram pribadinya dipenuhi doa serta ungkapan terima kasih atas dedikasinya selama ini.
"rest in love nggih cak, dedikasimu abadi," tulis salah satu suporter.
"swargi langgeng om..," tulis suporter lainnya.
"Sugeng tindak Mas Andi peci Kulo saksine Panjenengan tiyang sae..," tulis warganet.
"Husnul khotimah pak..," dan "Sugeng tindak, Pak," menjadi doa lain yang membanjiri kolom komentar.
Informasi yang diterima JawaPos.com menyebut jenazah Andie Peci akan dibawa ke Madiun, tepatnya di Jalan Tanjung Manis Nomor 61, Desa Manisrejo.
Sosok Andie Peci
Andie Peci memiliki nama asli Andi Kristiantono. Selama lebih dari dua dekade, ia dikenal luas sebagai salah satu tokoh sentral suporter Persebaya Surabaya sekaligus aktivis buruh di Jawa Timur.
Di dunia sepak bola, namanya identik dengan perjuangan suporter dalam mempertahankan eksistensi Persebaya Surabaya ketika klub tersebut mengalami masa-masa sulit akibat konflik dualisme kepemilikan.
Selain menjadi figur penting di kalangan Bonek, Andie Peci juga menjabat sebagai Sekretaris Jenderal Konfederasi Aliansi Serikat Buruh Indonesia (KASBI). Dua identitas itu berjalan beriringan hingga akhir hayatnya.
Baca Juga: Mimpi Alex Martins Terwujud, Bonek dan GBT Jadi Alasan Gabung Persebaya Surabaya
Tokoh Penting Penyelamatan Persebaya Surabaya
Nama Andie Peci semakin dikenal ketika Persebaya Surabaya menghadapi krisis besar akibat dualisme yang membuat klub kehilangan pengakuan dari federasi dan tidak dapat mengikuti kompetisi resmi.
Saat banyak pihak pesimistis, Andie bersama elemen Bonek lainnya justru berada di garis depan perjuangan menyelamatkan klub kebanggaan Kota Pahlawan tersebut.
Ia menjadi salah satu motor perjuangan suporter dalam mengembalikan status Persebaya Surabaya sebagai anggota resmi PSSI.
Upaya panjang tersebut akhirnya membuahkan hasil ketika Persebaya kembali diakui federasi dan kembali berkompetisi secara resmi pada 2017.
Perjuangan itu membuat Andie Peci dihormati banyak kalangan karena menunjukkan kecintaan kepada klub tidak hanya diwujudkan lewat dukungan di tribun, tetapi juga melalui kerja-kerja advokasi di luar lapangan.
Penggerak Perdamaian Suporter Indonesia
Peran Andie Peci tidak berhenti setelah Persebaya Surabaya kembali ke kompetisi. Ia kemudian menjadi salah satu wajah penting Bonek dalam berbagai isu sepak bola nasional.
Salah satu perannya yang paling dikenang terjadi setelah Tragedi Kanjuruhan pada 1 Oktober 2022 yang merenggut 135 korban jiwa.
Saat itu, Andie Peci menjadi salah satu tokoh yang secara terbuka menginisiasi rekonsiliasi antara Bonek dan Aremania.
Ia terus menyuarakan pentingnya perdamaian antarsuporter serta mengajak seluruh elemen sepak bola Indonesia mengakhiri permusuhan yang selama bertahun-tahun membayangi rivalitas suporter.
Baginya, sepak bola seharusnya menjadi ruang persaudaraan, bukan tempat melahirkan kebencian.
Baca Juga: Sepak Bola Indonesia Berduka, Tokoh Suporter Persebaya Surabaya Andie Peci Meninggal Dunia
Aktivis Buruh yang Konsisten Memperjuangkan Hak Pekerja
Di luar dunia sepak bola, Andie Peci merupakan sosok yang sangat aktif memperjuangkan hak-hak buruh melalui KASBI.
Kesadaran politik yang dimilikinya membuat perjuangan di dunia suporter dan gerakan buruh memiliki benang merah yang sama, yakni memperjuangkan keadilan dan keberpihakan kepada masyarakat.
Pada 2021, Andie Peci sempat ditangkap aparat saat memimpin aksi demonstrasi di Surabaya yang menuntut status karyawan tetap bagi 99 pekerja PT GKS.
Saat itu ia dipiting aparat berpakaian preman dan dibawa ke kantor polisi. Meski demikian, Andie tetap memperjuangkan hak-hak hukum dirinya dan rekan-rekannya dengan menolak pemeriksaan tanpa pendamping hukum.
Keberanian tersebut semakin mengukuhkan reputasinya sebagai aktivis yang konsisten memperjuangkan kepentingan kelompok yang diwakilinya.
Warisan Besar untuk Bonek dan Sepak Bola Indonesia
Kepergian Andie Peci meninggalkan duka mendalam, bukan hanya bagi keluarga, tetapi juga bagi komunitas suporter Persebaya Surabaya, gerakan buruh, dan sepak bola Indonesia.
Dedikasinya memperjuangkan eksistensi Persebaya Surabaya, mendorong rekonsiliasi antarsuporter, serta keberaniannya membela hak-hak buruh menjadikan Andie Peci sebagai sosok yang dikenang lintas generasi.
Warisan terbesar yang ditinggalkannya bukan sekadar keberhasilan mengawal Persebaya Surabaya kembali ke kompetisi resmi, melainkan juga gagasan menjadi suporter berarti memiliki kepedulian terhadap keadilan, solidaritas, dan tanggung jawab sosial.
|
Sugeng tindak, Andie Peci. Terima kasih karena telah menunjukkan, bahwa cinta kepada klub tidak berhenti di peluit akhir. Dan bahwa solidaritas adalah kemenangan yang paling abadi.
|