JawaPos.com - PSIS Semarang menunjukkan keseriusan dalam menyusun skuad untuk menghadapi Championship 2026/27. Setelah aktif mendatangkan sejumlah pemain baru, Mahesa Jenar kembali memperkenalkan dua rekrutan berpengalaman pada Kamis (9/7), yakni Abduh Lestaluhu dan Ahmad Nuri Fasya.
Kehadiran dua pemain bertahan Abduh Lestaluhu dan Ahmad Nuri Fasya menjadi bagian dari upaya PSIS memperkuat lini belakang. Hal itu demi mewujudkan target kembali promosi ke Super League musim depan.
Abduh Lestaluhu menjadi nama pertama yang diumumkan PSIS. Bek kiri berusia 32 tahun asal Ambon itu dikenal sebagai salah satu pemain senior yang memiliki pengalaman panjang di kompetisi sepak bola Indonesia.
Baca Juga: Timnas Swiss Siapkan Strategi Khusus untuk Singkirkan Argentina di Babak 8 Besar Piala Dunia 2026
Selain kuat dalam bertahan, Abduh juga memiliki kemampuan membantu serangan melalui sisi sayap. Selama berkarir, Abduh telah memperkuat berbagai klub di kasta tertinggi sepak bola Indonesia.
Pengalaman panjang yang dimilikinya diharapkan mampu menghadirkan ketenangan sekaligus menjadi panutan bagi para pemain muda PSIS. Tak hanya berkiprah di level klub, Abduh juga pernah menjadi bagian dari Timnas Indonesia di berbagai ajang internasional.
Rekam jejak tersebut menjadi nilai tambah yang dipertimbangkan manajemen saat merekrutnya.
Asisten Manajer PSIS Moch. Reza Handhika menyebut, pengalaman dan karakter bermain Abduh menjadi alasan utama Mahesa Jenar memboyong pemain tersebut.
Baca Juga: Suka Karakter Sirkuit Sachsenring, Veda Ega Antusias Hadapi Moto3 Jerman 2026
"Abduh merupakan pemain dengan pengalaman yang sangat baik di sepak bola Indonesia, baik bersama klub maupun Timnas Indonesia. Karakter bermain, pengalaman, serta mental bertanding yang dimilikinya kami harapkan dapat memberikan dampak positif bagi tim," ujar Reza.
Sementara itu, Abduh mengaku antusias bisa kembali memperkuat klub asal Jawa Tengah. Dia bertekad memberikan kontribusi maksimal agar PSIS mampu kembali bersaing di kasta tertinggi.
"Senang bisa kembali membela tim di Jawa Tengah. PSIS punya sejarah panjang dan merupakan salah satu tim besar. Semoga saya bisa berkontribusi untuk PSIS mewujudkan target utama, yaitu promosi ke Super League," kata Abduh.
Selain Abduh, PSIS juga mengamankan tanda tangan Ahmad Nuri Fasya. Bek berusia 27 tahun asal Tuban tersebut memiliki posisi utama sebagai bek kanan, namun juga dikenal sebagai pemain serbabisa karena mampu dimainkan sebagai bek tengah maupun bek kiri.
Fleksibilitas itulah yang menjadi salah satu kelebihan Nuri Fasya. Kemampuannya bermain di beberapa posisi diperkirakan akan memberikan banyak pilihan bagi tim pelatih sepanjang musim.
Sebelum bergabung dengan PSIS, Nuri Fasya telah mengumpulkan pengalaman bersama sejumlah klub besar Indonesia, seperti Persebaya Surabaya, Persik Kediri, hingga PSS Sleman. Dia juga memiliki jam terbang yang cukup tinggi di kompetisi BRI Super League maupun Pegadaian Championship.
Baca Juga: Penyerang Timnas Madagaskar Alexandre Ramalingom Gabung Persita, Siap Unjuk Gigi di Super League
Dengan bergabungnya Abduh Lestaluhu dan Ahmad Nuri Fasya, PSIS kini semakin mantap membangun skuad yang kompetitif. Kombinasi pengalaman, kedewasaan bermain, dan fleksibilitas kedua pemain diharapkan mampu memperkokoh pertahanan Mahesa Jenar dalam perjuangan mengejar tiket promosi pada Championship 2026/27.