← Beranda
Setelah MCU Terintegrasi! Persebaya Surabaya Lanjut Petakan Kondisi Pemain dengan Teknologi VALD Performance
Moch. Rizky Pratama PutraJumat, 10 Juli 2026 | 02.20 WIB
Pemain Persebaya Surabaya menjalani pengukuran kondisi fisik menggunakan teknologi VALD Performance di Stadion Gelora Bung Tomo sebagai bagian persiapan menghadapi musim 2026/2027. (Persebaya)

 

JawaPos.com — Persebaya Surabaya semakin serius membangun fondasi tim menjelang kompetisi Super League 2026/2027.

Tidak hanya aktif memperkuat skuad, Green Force juga memastikan setiap pemain berada dalam kondisi fisik terbaik melalui pendekatan sports science berbasis teknologi.

Langkah terbaru dilakukan setelah seluruh pemain menjalani medical check-up (MCU) terintegrasi hasil kolaborasi dengan Mayapada Hospital.

Tahapan berikutnya adalah pemetaan kondisi fisik menggunakan perangkat VALD Performance, teknologi yang telah menjadi standar di banyak klub elite Eropa.

Baca Juga: Persebaya Optimistis Rebut Gelar Juara Super League 2026/27, Manajemen Beberkan Strategi Tim

Penggunaan VALD Performance masih tergolong baru di Indonesia.

Bahkan, PSSI baru memperkenalkan perangkat tersebut secara resmi dalam Medical Workshop tahun ini sebagai bagian dari pengembangan sports science sepak bola nasional.

Namun, Persebaya Surabaya sudah lebih dahulu mengadopsinya.

Bersama DBL Indonesia, investasi perangkat tersebut telah dilakukan sejak tahun lalu dan lebih dulu dimanfaatkan dalam program DBL Camp untuk mengukur performa atlet basket pelajar terbaik.

Baca Juga: Salah Satunya Yusuf Meilana! Berikut 3 Bek Serba Bisa di Skuad Persebaya Surabaya Musim Depan

Investasi Sports Science Jadi Fondasi Jangka Panjang

CEO Persebaya Surabaya Azrul Ananda menyaksikan langsung proses measurement test pemain di Stadion Gelora Bung Tomo, Kamis (9/7/2026). Seluruh rangkaian pengukuran ditangani tim pelatih utama Persebaya Academy.

Azrul menegaskan pembangunan tim tidak hanya berfokus pada perekrutan pemain maupun pelatih, tetapi juga memperkuat infrastruktur pendukung agar performa tim bisa berkembang secara berkelanjutan.

"Sejak tahun lalu kami sudah membangun gym dan terus melengkapinya. Kemudian sejak awal tahun Persebaya Academy bersama DBL Indonesia sudah investasi perangkat sports science seperti VALD Performance ini," jelas Azrul.

Menurutnya, klub juga telah menggelontorkan investasi besar pada sistem analisis pemain yang akan membantu proses scouting sekaligus menentukan profil pemain sesuai kebutuhan tim dan filosofi permainan.

"Tentu harapannya ini semua bisa membantu Persebaya meraih target tertinggi musim ini. Paling tidak, akan menjadi fondasi lebih baik dan konsisten untuk Persebaya jangka menengah dan panjang," ujarnya.

Baca Juga: Ditunggu Saja! Persebaya Surabaya Siapkan 7 Pemain Asing Baru Usai Rombak Skuad Musim Lalu

Data Fisik Pemain Dibangun dari Hulu hingga Hilir

Chief Medical Officer Persebaya Surabaya, dr. Pratama Wicaksana Widjaja, Sp.OT(K), menjelaskan penggunaan VALD Performance merupakan bagian dari sistem pemeriksaan pemain yang dirancang secara menyeluruh sebelum kompetisi dimulai.

Pria yang akrab disapa dr Tommy itu mengatakan proses dimulai dari pemeriksaan kesehatan komprehensif bersama tim dokter multidisiplin di Mayapada Hospital, termasuk evaluasi fungsional gerak oleh dokter sports medicine.

Setelah dinyatakan sehat, seluruh pemain menjalani pengukuran menggunakan berbagai perangkat VALD Performance yang dipandu tim pelatih utama Persebaya Academy.

Menurut dr Tommy, hasil pemeriksaan medis kemudian diterjemahkan menjadi data kuantitatif yang bisa dipantau secara berkala sepanjang musim.

"Angka-angka ini menjadi data dasar bagi pelatih fisik maupun pelatih teknik untuk menyusun program pemain selama satu musim. Bagi tim medis, data ini juga menjadi profil setiap pemain untuk melihat aspek pencegahan cedera sekaligus peningkatan performa," jelasnya.

Ia menambahkan, teknologi tersebut kini mulai digunakan di lingkungan tim nasional Indonesia.

Namun, bagi Persebaya Surabaya, sistem monitoring berbasis VALD Performance sudah menjadi bagian dari persiapan menghadapi musim 2026/2027.

Lima Perangkat VALD Performance yang Digunakan Persebaya Surabaya

Dalam proses pemetaan kondisi pemain, terdapat lima perangkat utama yang digunakan untuk menghasilkan data fisik secara menyeluruh.

1. ForceDecks (Dual Force Plate System)

Perangkat ini mengukur kemampuan eksplosif dan keseimbangan tubuh melalui Countermovement Jump (CMJ), Squat Jump, serta Single Leg Jump. Tes tersebut mampu mendeteksi tingkat kelelahan neuromuskular sekaligus ketidakseimbangan kekuatan antara kaki kanan dan kiri yang berpotensi meningkatkan risiko cedera ACL.

2. ForceFrame (Strength Testing System)

ForceFrame digunakan untuk mengukur kekuatan otot selangkangan, pinggul, paha depan, paha belakang, hingga rotator cuff khusus penjaga gawang.

Data tersebut membantu menjaga stabilitas sendi sekaligus menentukan rasio kekuatan otot agar tetap seimbang.

3. NordBord (Hamstring Testing System)

Perangkat ini berfokus pada pengukuran kekuatan hamstring melalui Nordic Hamstring Exercise.

Cedera hamstring merupakan salah satu masalah paling sering dialami pesepak bola akibat sprint berintensitas tinggi sehingga hasil tes menjadi dasar penyusunan program latihan penguatan.

4. HumanTrak (Movement Analysis System)

Berbeda dari ForceDecks yang mengukur gaya, HumanTrak menganalisis kualitas gerakan tubuh.

Sistem ini mendeteksi pola pendaratan yang berpotensi membahayakan ligamen lutut, seperti posisi lutut yang masuk ke dalam atau panggul yang tidak stabil.

5. SmartSpeed (Timing Gate System)

Perangkat ini digunakan dalam T-Test dan Bronco Test untuk mengukur kelincahan, kecepatan perubahan arah, kapasitas aerobik, hingga daya tahan pemain.

Data tersebut membantu pelatih fisik menentukan kesiapan pemain menjalani pertandingan selama 90 menit.

Implementasi seluruh perangkat tersebut menunjukkan keseriusan Persebaya Surabaya membangun sistem pembinaan berbasis data.

Tidak hanya mengejar prestasi musim ini, Green Force juga menyiapkan fondasi sports science yang lebih kuat untuk menjaga performa pemain sekaligus meminimalkan risiko cedera dalam jangka panjang.

EDITOR: Banu Adikara