JawaPos.com - Karier Adriano Castanheira di sepak bola Indonesia resmi berakhir. Gelandang asal Portugal tersebut melanjutkan petualangan barunya dengan bergabung bersama Urartu FC, salah satu klub peserta kasta tertinggi Liga Armenia, untuk menghadapi musim 2026/2027.
Kepindahan ini sekaligus menandai kembalinya Adriano ke Armenia. Sebelum merumput di Indonesia, pemain berusia 33 tahun itu pernah memperkuat Ararat-Armenia pada musim 2023/2024. Pengalaman tersebut membuat Armenia bukan menjadi lingkungan yang asing baginya.
Adriano pertama kali datang ke Indonesia pada musim 2024/2025 setelah direkrut Malut United. Bersama klub asal Maluku Utara itu, ia langsung menjadi salah satu pemain asing yang cukup diandalkan.
Sepanjang musim, Adriano mencatatkan 33 penampilan di kompetisi Liga Indonesia dengan kontribusi dua gol.
Meski tidak terlalu produktif dalam urusan mencetak gol, perannya sebagai gelandang serang cukup penting.
Ia kerap menjadi penghubung lini tengah dan lini depan, sekaligus mampu bermain melebar di kedua sisi sayap sesuai kebutuhan tim.
Memasuki musim 2025/2026, Adriano memutuskan menerima tantangan baru dengan bergabung bersama Persis Solo.
Namun, perjalanannya di klub berjuluk Laskar Sambernyawa itu tidak berjalan sesuai harapan.
Selama putaran pertama kompetisi, Adriano hanya tampil dalam 11 pertandingan dan belum mampu mencetak gol.
Minimnya kesempatan bermain membuat Persis akhirnya meminjamkannya ke klub Liga 2, Persikad Depok, pada putaran kedua musim tersebut.
Bersama Persikad, performanya kembali meningkat. Adriano tampil dalam sembilan pertandingan dan berhasil menyumbangkan dua gol. Kontribusi tersebut membantu lini serang Persikad tampil lebih kreatif hingga akhir musim.
Kini, setelah masa peminjamannya berakhir, Adriano memilih melanjutkan karier di luar Indonesia dengan menerima tawaran dari Urartu FC. Kepindahan ini menjadi kesempatan baginya untuk kembali bermain di kompetisi yang sudah pernah ia kenal.
Secara kualitas, Adriano memang memiliki pengalaman yang cukup panjang di sepak bola Eropa.
Ia merupakan jebolan akademi FC Porto dan sempat menghabiskan sebagian besar karier profesionalnya di Portugal bersama sejumlah klub seperti Covilhã, Benfica Castelo Branco, União Leiria, Paços Ferreira, Chaves, hingga Penafiel.
Pengalaman bermain di berbagai level kompetisi Portugal menjadi modal berharga yang kemudian membawanya berkarier di Armenia dan Indonesia.
Menurut data Transfermarkt, Adriano Castanheira memiliki nilai pasar sekitar Rp2,17 miliar.
Selain berposisi sebagai gelandang serang, ia juga dikenal fleksibel karena mampu dimainkan sebagai sayap kanan maupun sayap kiri.
Kemampuan tersebut menjadi salah satu alasan mengapa Adriano cukup diminati oleh berbagai klub sepanjang kariernya.
Meski usianya telah menginjak 33 tahun, ia masih memiliki visi bermain, kualitas umpan, serta kemampuan membawa bola yang dapat memberikan warna di lini tengah.
Bagi sepak bola Indonesia, kepergian Adriano menambah daftar pemain asing yang memilih melanjutkan karier di luar negeri setelah berakhirnya musim 2025/2026.
Sementara bagi Urartu FC, kedatangan pemain berpengalaman seperti Adriano diharapkan mampu menambah kekuatan tim dalam menghadapi persaingan Liga Armenia musim depan.
Kini menarik untuk dinantikan apakah pengalaman yang pernah dimilikinya saat membela Ararat-Armenia akan membantu Adriano kembali tampil konsisten bersama Urartu dan menghidupkan lagi performa terbaiknya di kompetisi Armenia.