JawaPos.com - Mantan penyerang PSIS Semarang dan Persijap Jepara, Sudi Abdallah, resmi melanjutkan kariernya di Eropa.
Striker asal Burundi itu dipastikan bergabung dengan klub kasta tertinggi Liga Azerbaijan, Araz Naxcivan, setelah menuntaskan kiprahnya di Liga Indonesia.
Kepindahan tersebut menjadi langkah baru bagi pemain berusia 26 tahun itu setelah dua musim berkompetisi di Indonesia.
Araz Naxcivan sendiri mengakhiri musim 2025/2026 dengan menempati peringkat keenam dari 12 peserta Liga Azerbaijan.
Sudi Abdallah bukan nama asing bagi pencinta sepak bola Indonesia. Penyerang bertinggi badan 1,86 meter itu lebih dulu memperkuat PSIS Semarang pada musim 2024/2025.
Bersama Laskar Mahesa Jenar, ia tampil dalam 17 pertandingan dan menyumbangkan lima gol di kompetisi Liga 1.
Setelah meninggalkan PSIS, Sudi bergabung dengan Persijap Jepara yang menjalani musim perdananya di Liga 1 2025/2026.
Bersama klub asal Jawa Tengah tersebut, performanya cukup konsisten dengan mencatatkan 29 penampilan serta kembali mengoleksi lima gol sepanjang musim.
Meski tidak dikenal sebagai penyerang yang sangat produktif, kontribusi Sudi tetap terasa melalui kemampuan menahan bola, duel udara, serta membuka ruang bagi rekan-rekannya di lini depan. Pengalaman bermain di berbagai negara juga menjadi salah satu nilai lebih yang dimilikinya.
Sebelum datang ke Indonesia, pemain kelahiran Buyenzi, Burundi, pada 5 Januari 2000 itu telah merasakan atmosfer kompetisi di sejumlah negara.
Ia pernah membela Vital'O FC, AS Kigali, Al-Faisaly, Muktijoddha Sangsad, Al-Naft, Kuching City, hingga Al-Ittihad Almisraty.
Di level internasional, Sudi juga merupakan bagian dari Timnas Burundi. Hingga saat ini, ia telah mengoleksi 15 penampilan dan mencetak tiga gol bersama tim nasional negaranya.
Berdasarkan data Transfermarkt, nilai pasar Sudi Abdallah saat ini berada di kisaran Rp2,17 miliar. Nilai tersebut mencerminkan pengalamannya yang cukup luas meski masih berada di usia produktif sebagai seorang penyerang.
Bergabung dengan Araz Naxcivan menjadi tantangan baru bagi Sudi Abdallah. Liga Azerbaijan menawarkan level persaingan yang berbeda dibandingkan kompetisi yang pernah ia jalani sebelumnya.
Pengalaman bermain di Asia dan Afrika diharapkan menjadi bekal berharga untuk membantu klub barunya bersaing pada musim mendatang.
Kepergian Sudi sekaligus menambah daftar pemain asing yang memilih melanjutkan karier dari Liga Indonesia ke kompetisi luar negeri.
Perjalanan barunya di Azerbaijan pun akan menarik untuk dinantikan, termasuk apakah ia mampu meningkatkan catatan golnya dan membawa Araz Naxcivan meraih hasil lebih baik pada musim berikutnya.