← Beranda
Sumardji Tolak Piala AFF Disebut Piala Ciki, Timnas Indonesia Belum Pernah Juara
Andika RachmansyahSabtu, 4 Juli 2026 | 01.15 WIB
Ketua BTN PSSI bantah Piala AFF disebut 'Piala Ciki' karena Timnas Indonesia belum pernah juara. Simak persiapan mereka jelang AFF 2026. (Andika Rachmansyah/JawaPos.com)

JawaPos.com - Ketua BTN PSSI Sumardji menepis anggapan yang menyebut Piala AFF hanya "Piala Ciki". Menurutnya, turnamen tersebut tetap bergengsi karena Timnas Indonesia sendiri belum pernah meraih gelar juara. Karena itu, PSSI menjadikan ASEAN Championship 2026 sebagai momentum mengakhiri penantian trofi pertama Skuad Garuda.

Timnas Indonesia tengah bersiap menghadapi ASEAN Championship 2026 atau Piala AFF 2026 yang berlangsung pada 24 Juli hingga 26 Agustus 2026. Turnamen ini menjadi debut John Herdman sebagai pelatih Timnas Indonesia. PSSI berharap pelatih asal Inggris tersebut mampu membawa Skuad Garuda meraih gelar juara untuk pertama kalinya.

Selama tampil sejak edisi perdana pada 1996, Timnas Indonesia belum pernah menjadi juara. Skuad Garuda justru dikenal sebagai spesialis runner-up setelah enam kali menjadi finalis, yakni pada 2000, 2002, 2004, 2010, 2016, dan 2020.

Meski menjadi turnamen paling bergengsi di level Asia Tenggara, Piala AFF kerap mendapat cap sebagai ajang "ecek-ecek" atau "Piala Ciki" dari sebagian warganet. Sumardji menegaskan dirinya tidak sepakat dengan anggapan tersebut.

"Saya tidak sependapat kalau AFF ini dianggap turnamen ecek-ecek atau kalau netizen menyebutnya Piala Ciki. Saya tidak sependapat. Kenapa? Karena sampai dengan saat ini timnas kita belum bisa mendapatkan trofi juara," kata Sumardji kepada wartawan, termasuk JawaPos.com, Jumat (3/7/2026).

Menurut Sumardji, anggapan tersebut justru menjadi motivasi tambahan bagi PSSI untuk mengakhiri puasa gelar di ASEAN Championship 2026.

"Maka dengan adanya anggapan seperti itu, kami di PSSI tertantang agar momentum 2026 ini bisa dimanfaatkan untuk meraih juara. Kami menganggap AFF adalah event yang sangat bergengsi di Asia Tenggara," ujarnya.

"Momentumnya tepat. Kenapa tidak kita manfaatkan dan kita buktikan bahwa kita mampu mendapatkannya? Ini bagian dari mengukir sejarah agar impian menjadi juara AFF pada 2026 bisa terwujud," tambahnya.

Sumardji optimistis Timnas Indonesia mampu mencetak sejarah karena memiliki persiapan yang matang, didukung tim pelatih yang kompeten, serta diperkuat banyak pemain berkualitas yang tampil di Super League Indonesia.

Baca Juga: Eks Kapten Persebaya Surabaya Bertahan di PSPS Pekanbaru, Askar Bertuah Pagari Misbakus Solikin

"Kenapa kami optimistis? Karena didukung tim kepelatihan yang menurut kami sangat baik, kompeten, dan konsisten. Selain itu, kami juga memiliki banyak pemain berkualitas, termasuk pemain diaspora yang kini bermain di kompetisi Indonesia," katanya.

Ia menegaskan PSSI akan memberikan dukungan penuh kepada tim pelatih agar seluruh kebutuhan persiapan dapat dipenuhi.

"Tugas kami di PSSI adalah mendukung dan menyiapkan segala kebutuhan tim pelatih agar persiapan berjalan maksimal. Harapannya tentu target menjadi juara bisa tercapai," pungkas Sumardji.

Pada ASEAN Championship 2026, Timnas Indonesia tergabung di Grup A bersama Vietnam, Singapura, Kamboja, dan Timor Leste. Tim asuhan John Herdman dijadwalkan menggelar pemusatan latihan di Bali mulai 5 Juli.

Indonesia akan memulai perjuangannya dengan menghadapi Kamboja di Stadion Pakansari pada 27 Juli 2026.

EDITOR: Hendra