← Beranda
SUGBK Prioritas, Indonesia Siapkan Dua Venue Jika Terpilih Jadi Tuan Rumah FIFA ASEAN Cup 2026
Andika RachmansyahJumat, 3 Juli 2026 | 17.35 WIB
Menpora Erick Thohir (Andika Rachmansyah/JawaPos.com)

 

JawaPos.com - Status Indonesia menjadi tuan rumah FIFA ASEAN Cup 2026 masih menunggu kepastian. Namun jika mendapat kepercayaan, pemerintah akan menyiapkan dua venue, salah satunya Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK) sebagai lokasi utama untuk menggelar ajang tersebut.

FIFA melakukan gebrakan baru dengan membuat turnamen FIFA ASEAN Cup 2026 yang rencananya akan bergulir September hingga Oktober mendatang. Langkah tersebut diambil untuk meningkatkan kualitas negara-negara Asia khususnya Asia Tenggara.

Diketahui, format turnamen tersebut nantinya akan ada dua divisi yang dikelompokkan berdasarkan peringkat dunia terbaru. Divisi 1 berisikan delapan tim yang terbagi dua grup, sementara divisi dua dihuni enam negara. Tak hanya mempertemukan negara Asia Tenggara saja, melainkan juga ada negara undangan.

Baca Juga: PSSI Gelar Kongres Tahunan pada 3 Agustus, Malamnya Nobar Timnas Indonesia vs Vietnam di Stadion Pakansari

Nah, rumornya, Indonesia akan menjadi tuan rumah pada salah satu divisi. Pemerintah pun juga telah berkomunikasi dengan FIFA terkait hal tersebut. Namun sampai saat ini, FIFA belum menunjuk negara mana yang akan menjadi tuan rumah untuk edisi perdana FIFA ASEAN Cup.

Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora), Erick Thohir, mengungkapkan, pemerintah tentu akan memberikan pelayanan terbaiknya jika Indonesia terpilih sebagai tuan rumah. Jika menjadi tuan rumah Divisi 1, kata dia, akan ada dua venue yang disiapkan termasuk SUGBK.

“Kita belum menentukan (venue), tapi yang pasti September dan Oktober (jadwal FIFA ASEAN Cup). Kalau jumlah timnya delapan, itu saya rasa Jakarta menjadi salah satu prioritasnya, di Gelora Bung Karno,” kata Erick kepada wartawan termasuk JawaPos.com, dikutip Jumat (3/7/2026).

Baca Juga: Ditunggu Saja! Persebaya Surabaya Siapkan 7 Pemain Asing Baru Usai Rombak Skuad Musim Lalu

“Mungkin lapangan latihanya perlu banyak. Misalnya mungkin ada satu pendukung lagi selain Gelora Bung Karno. Ada dua (stadion),” sambungnya.

Untuk satu venue lainnya, Erick mengatakan masih akan mencari opsi terbaik. Yang pasti, ia ingin venue yang dipakai memiliki kualitas rumput terbaik demi kenyamanan negara peserta.

“Tapi kita sedang menghitung yang mana yang sesuai dengan standar FIFA karena rumputnya semua kalau kita lihat di Piala Dunia itu rumputnya bagus-bagus,” terang dia.

Lebih lanjut, Erick menyampaikan bahwa pihaknya masih menunggu keputusan resmi dari FIFA yang kemungkinan belum diputuskan dalam waktu dekat, mengingat Piala Dunia 2026 masih berlangsung. Pria yang juga menjabat sebagai Ketum PSSI itu sangat berharap Indonesia bisa ditunjuk menjadi tuan rumah edisi perdana ajang tersebut.

“Mengenai FIFA ASEAN Cup, kami masih menunggu keputusan dari FIFA. Kita tahu sekarang ada event besar yaitu Piala Dunia 2026. Memang ada beberapa negara yang mengajukan (sebagai tuan rumah). Jadi, kita juga berkompetisi dengan beberapa negara,”

“Kami masih menunggu kalau memang nanti kita menang jadi tuan rumah, ini luar biasa. Ini event pertama FIFA secara resmi masuk ke regional,” lanjutnya.

Baca Juga: Prediksi Skor Kolombia Vs Ghana di 32 Besar Piala Dunia 2026: Tekad Carlos Queiroz Bawa Black Stars Bersinar

Erick mengungkapkan bahwa Indonesia bersaing dengan beberapa negara untuk menjadi tuan rumah FIFA ASEAN Cup 2026. Pria yang juga menjabat sebagai Ketum PSSI itu menyampaikan banyak negara yang tergiur untuk menjadi tuan rumah karena FIFA menggelontorkan dana besar.

“FIFA juga dalam FIFA ASEAN Cup ini mereka juga mengeluarkan dana yang besar karena para tim yang hadir itu nanti hotelnya, pesawat terbang, dan uang juaranya semua dari mereka. Jadi, banyak negara yang berebutan karena dana yang dikeluarkan negara tidak besar. Ini sebagai momen bagi FIFA meningkatkan performa negara-negara Asia,” tutup Erick.

Turnamen FIFA ASEAN Cup 2026 jelas sangat berbeda dengan gelaran Piala AFF yang juga mempertemukan antarnegara ASEAN. Sebab, masing-masing negara kali ini akan mendapat tambahan poin untuk mendongkrak ranking mereka karena agenda tersebut masuk dalam kalender resmi FIFA.

EDITOR: Banu Adikara