← Beranda
Rekam Jejak Ramadhan Sananta, Jagoan Baru Persebaya Surabaya Bikin Lini Depan Makin Solid
Moch. Rizky Pratama PutraSelasa, 30 Juni 2026 | 23.40 WIB
Ramadhan Sananta siap membuka lembaran baru bersama Persebaya Surabaya setelah semusim berkarir di Liga Malaysia bersama DPMM FC. (Instagram @m.ramadhansn)

 

JawaPos.com - Ramadhan Sananta kembali ke Indonesia setelah semusim berkarir di Liga Malaysia dan kini bergabung dengan Persebaya Surabaya untuk menghadapi musim 2026/2027. Penyerang berusia 23 tahun itu diharapkan memperkuat lini depan Green Force sekaligus menghidupkan lagi ketajamannya setelah musim yang kurang memuaskan bersama DPMM FC.

Kepindahan Sananta menjadi salah satu langkah penting Persebaya Surabaya dalam memperkuat sektor penyerangan. Pengalaman bermain di level klub maupun Timnas Indonesia membuatnya diyakini mampu menghadirkan dimensi baru bagi lini depan Green Force.

Bagaimana Perjalanan Ramadhan Sananta di Liga Malaysia?

Ramadhan Sananta menjalani petualangan pertamanya di luar negeri pada musim 2025/2026 bersama DPMM FC, klub asal Brunei Darussalam yang berkompetisi di Liga Malaysia. Meski datang dengan status salah satu penyerang terbaik Indonesia, performanya belum mampu memenuhi ekspektasi.

Baca Juga: Momen Mengharukan Suporter Jepang Menangis usai Disingkirkan Timnas Brasil pada Piala Dunia 2026

Sepanjang musim, Sananta dipercaya tampil dalam 21 pertandingan Liga Malaysia. Namun, kontribusinya hanya menghasilkan dua gol dan satu assist sehingga musim tersebut menjadi salah satu periode paling sulit dalam karier profesionalnya.

Produktivitas itu jauh berbeda dibanding performanya ketika masih bermain di kompetisi Indonesia. Minimnya gol membuat Sananta akhirnya memilih kembali ke tanah air untuk mencari kesempatan mengembalikan performa terbaiknya.

Persebaya Surabaya menjadi pelabuhan baru yang diyakini dapat membantunya bangkit. Klub asal Kota Pahlawan itu memang tengah membutuhkan tambahan tenaga di lini depan untuk menghadapi persaingan musim 2026/2027.

Baca Juga: Kejutan! Dua Raksasa Eropa Tumbang dalam Hitungan Jam di 32 Besar Piala Dunia 2026

Mengapa Persebaya Surabaya Yakin pada Ketajaman Sananta?

Meski sempat berpetualang di Malaysia, rekam jejak Sananta di kompetisi Indonesia masih menjadi modal besar. Dia pernah menjelma sebagai salah satu striker lokal paling tajam di Super League.

Musim terbaiknya hadir saat membela PSM Makassar pada kompetisi 2022/2023. Ketika itu, Sananta mencetak 11 gol dan dua assist hanya dalam 24 pertandingan sehingga menjadi salah satu faktor penting keberhasilan timnya tampil kompetitif sepanjang musim.

Setelah itu, Sananta melanjutkan karier bersama Persis Solo selama dua musim, yakni 2023/2024 dan 2024/2025. Bersama Laskar Sambernyawa, dia memainkan 33 pertandingan dengan koleksi 13 gol serta tiga assist.

Catatan tersebut menunjukkan kualitas penyelesaian akhirnya masih layak diperhitungkan. Pada usia 23 tahun, Sananta juga masih memiliki ruang besar untuk berkembang sehingga Persebaya Surabaya berharap mampu memaksimalkan potensinya.

Selain menjadi tumpuan mencetak gol, kehadiran Sananta juga diharapkan menambah variasi serangan Green Force. Kemampuan bermain sebagai target man maupun penyerang yang bergerak bebas menjadi nilai tambah bagi skuad musim depan.

Faktor Bernardo Tavares Jadi Alasan Utama Bergabung

Salah satu alasan terbesar Sananta menerima pinangan Persebaya Surabaya adalah kesempatan kembali bekerja sama dengan pelatih Bernardo Tavares. Keduanya pernah menjalin hubungan yang sukses saat masih bersama PSM Makassar.

Baca Juga: Usia 39 Tahun, Lionel Messi Masih Tak Terbendung! 11 Rekor Piala Dunia Ini Jadi Bukti

Sananta mengaku sosok Bernardo Tavares memiliki pengaruh besar terhadap perkembangan kariernya. Menurutnya, sang pelatih menjadi figur yang selalu memberikan kepercayaan dan membantu meningkatkan kualitas permainannya.

"Kehadiran Coach Bernardo Tavares juga menjadi salah satu faktor penting. Beliau adalah pelatih yang pernah membantu perkembangan karier saya dan memberikan kepercayaan besar kepada saya," ujar Sananta.

Kepercayaan tersebut menjadi modal penting bagi Sananta untuk memulai lembaran baru di Surabaya. Dia optimistis dapat kembali menunjukkan performa terbaik di bawah arahan pelatih yang sudah memahami karakter permainannya.

Baca Juga: Gol Dianulir dan Tersingkir di Babak 32 Besar, Jurgen Klopp Sebut Keputusan Wasit Rugikan Timnas Jerman di Piala Dunia 2026

Sananta juga mengungkapkan banyak pelajaran yang diperolehnya dari metode kepelatihan Bernardo Tavares. Menurut dia, sang pelatih tidak hanya meningkatkan kemampuan teknis, tetapi juga membangun mental bertanding para pemain.

"Coach Tavares memiliki peran yang sangat besar dalam perjalanan karier saya. Beliau memahami karakter pemain dengan baik, selalu memberikan motivasi, dan membantu saya bermain lebih efektif. Saya merasa banyak berkembang berkat arahan beliau," tambah dia.

Misi Kembali ke Timnas Indonesia

Selain membantu Persebaya Surabaya meraih prestasi, Sananta juga memiliki target pribadi yang tak kalah penting. Dia ingin kembali mendapatkan tempat di Timnas Indonesia setelah tidak masuk skuad pada FIFA Matchday Juni 2026.

Baca Juga: Carlo Ancelotti Ungkap Alasan Neymar Tak Dimainkan saat Timnas Brasil Singkirkan Jepang di Babak 32 Besar di Piala Dunia 2026

Hingga saat ini, Sananta telah mengoleksi 18 caps bersama Timnas Indonesia. Pengalaman tersebut menjadi bukti kualitasnya masih diperhitungkan sebagai salah satu penyerang lokal terbaik.

Persaingan di lini depan Timnas Indonesia memang semakin ketat. Karena itu, performa bersama Persebaya Surabaya akan menjadi penentu apakah Sananta mampu kembali menarik perhatian tim pelatih.

Apabila mampu menemukan kembali ketajamannya seperti saat membela PSM Makassar maupun Persis Solo, peluang Sananta kembali mengenakan seragam Merah Putih tentu semakin terbuka.

Persebaya Surabaya pun berharap investasi mereka pada striker muda tersebut mampu menghadirkan banyak gol sekaligus membawa Green Force bersaing di papan atas musim 2026/2027.

Baca Juga: Timnas Brasil Lolos ke 16 Besar Piala Dunia 2026, Matheus Cunha Balas Komentar Pedas Pemain Jepang Kento Shiogai

EDITOR: Latu Ratri Mubyarsah