JawaPos.com – I.League melakukan penyesuaian regulasi untuk kompetisi Championship musim 2026-2027.
Salah satu perubahan yang diterapkan adalah penentuan lokasi pertandingan playoff promosi dan degradasi yang akan dimainkan di venue netral.
Direktur Kompetisi I.League, Asep Saputra, menjelaskan bahwa format kompetisi secara umum masih sama seperti musim sebelumnya. Championship tetap diikuti 20 tim yang dibagi ke dalam dua grup. Masing-masing grup berisi 10 tim.
Pada fase grup, seluruh tim akan menjalani format triple round-robin. Setelah itu, kompetisi berlanjut ke babak playoff promosi, playoff degradasi, dan partai final. Kompetisi dijadwalkan mulai bergulir pada September 2026 hingga Mei 2027 dengan total 273 pertandingan.
Selain itu, I.League tetap mempertahankan regulasi kewajiban menit bermain bagi pemain U-21. Menurut Asep, perubahan hanya dilakukan pada penentuan lokasi pertandingan playoff promosi dan degradasi.
Jika sebelumnya tim dengan perolehan poin lebih banyak berhak menjadi tuan rumah, mulai musim depan pertandingan tersebut akan digelar di tempat netral. Langkah tersebut diambil untuk menjaga aspek kompetitif sekaligus menjamin netralitas pertandingan.
"Untuk playoff promosi maupun degradasi, rencananya akan dimainkan di tempat netral," ujar Asep.
Meski demikian, format partai final tidak mengalami perubahan. Tim dengan performa terbaik pada fase grup atau yang memiliki perolehan poin lebih tinggi tetap mendapatkan keuntungan sebagai tuan rumah.
"Sedangkan partai penentuan juara tetap menggunakan sistem kandang milik tim unggulan terbaik atau yang memiliki perolehan poin lebih tinggi dari masing-masing grup," ungkapnya.
Pada Championship musim lalu, Garudayaksa FC keluar sebagai juara setelah mengalahkan tuan rumah PSS Sleman lewat drama adu penalti dengan skor 4-3. Kedua tim sebelumnya bermain imbang 2-2 hingga 120 menit.
Sementara itu, satu tiket promosi lainnya menjadi milik Adhyaksa FC setelah menundukkan tuan rumah Persipura Jayapura dengan skor 1-0 pada laga playoff promosi. Kekalahan tersebut memicu kericuhan yang dilakukan oleh oknum suporter Persipura karena kecewa tim kesayangannya gagal promosi ke Super League.