JawaPos.com — Persebaya Surabaya mendapat tambahan kekuatan penting di luar lapangan setelah resmi menggandeng Mayapada Hospital Surabaya sebagai Official Medical Partner.
Kolaborasi yang diperkenalkan pada Rabu (24/6/2026) itu disambut positif oleh pemain anyar Dicky Kurniawan karena diyakini mampu membantu menjaga kebugaran, mencegah cedera, dan meningkatkan performa pemain sepanjang musim 2026/2027.
Mengapa Kolaborasi Ini Disambut Positif oleh Dicky Kurniawan?
Dicky Kurniawan menilai kerja sama antara Persebaya Surabaya dan Mayapada Hospital Surabaya menjadi langkah strategis untuk mendukung kebutuhan kesehatan pemain secara lebih lengkap dan terintegrasi.
Menurut pemain berusia 24 tahun tersebut, keberadaan sistem pendukung medis yang modern sangat penting mengingat padatnya jadwal kompetisi yang harus dijalani sepanjang musim.
Dukungan medis yang optimal akan membantu pemain menjaga kondisi fisik agar tetap berada dalam performa terbaik.
"Kami mengucapkan terima kasih kepada Persebaya dan Mayapada Hospital atas terjalinnya kerja sama ini. Kehadiran kolaborasi tersebut sangat membantu para pemain, khususnya dalam menjaga dan meningkatkan kondisi kesehatan fisik mereka agar tetap optimal sepanjang musim," ujar Dicky.
Pernyataan itu menunjukkan pentingnya peran layanan kesehatan dalam sepak bola modern.
Tidak hanya saat pemain mengalami cedera, tetapi juga dalam proses pencegahan, pemantauan kondisi fisik, hingga peningkatan performa secara berkelanjutan.
Apa Saja Dukungan yang Diberikan Mayapada Hospital?
Kolaborasi ini menjadi bagian dari upaya membangun ekosistem sports medicine terintegrasi pertama di Indonesia.
Fokusnya tidak hanya pada penanganan cedera, tetapi juga mencakup kesehatan menyeluruh atlet mulai dari pencegahan hingga pemulihan.
Persebaya Surabaya akan mendapatkan dukungan dari Sports Injury Treatment & Performance Center (SITPEC) Mayapada Hospital Surabaya.
Sebanyak 20 dokter spesialis dari berbagai disiplin ilmu akan terlibat dalam mendampingi kebutuhan medis tim.
Tim medis tersebut terdiri atas dokter spesialis kedokteran olahraga, ortopedi, rehabilitasi medik, kardiologi, radiologi, penyakit dalam, gizi klinik, hingga psikolog. Pendekatan multidisiplin ini memungkinkan setiap pemain mendapatkan penanganan yang lebih komprehensif sesuai kebutuhan masing-masing.
Bagi seorang pesepak bola profesional, faktor kesehatan tidak hanya berkaitan dengan kondisi fisik.
Aspek mental, nutrisi, dan proses pemulihan juga menjadi bagian penting dalam menjaga konsistensi performa selama satu musim kompetisi.
Bagaimana Dampaknya bagi Performa Pemain?
Dicky meyakini keberadaan tenaga medis yang lengkap akan memberikan rasa aman bagi seluruh pemain Persebaya Surabaya. Dengan dukungan tersebut, para pemain dapat lebih fokus menjalani program latihan maupun pertandingan.
"Harapan saya, kerja sama ini bisa terus berkembang dan memberikan dampak positif yang lebih besar bagi para pemain," jelasnya.
"Dengan dukungan fasilitas serta layanan kesehatan yang baik, pemain bisa lebih fokus menjalani latihan dan pertandingan, sehingga kondisi fisik mereka tetap terjaga sepanjang musim," imbuh Dicky.
Pemain yang berposisi utama sebagai sayap kanan itu berharap kemitraan tersebut dapat menjadi fondasi penting dalam menjaga kebugaran skuad Green Force selama menghadapi ketatnya persaingan musim 2026/2027.
"Semoga keberadaan kerja sama ini dapat membantu kebutuhan kesehatan para pemain secara menyeluruh dan menjadi salah satu faktor pendukung untuk mencapai performa terbaik di lapangan," tandasnya.
Baca Juga: Moncer Bersama Bhayangkara FC, Moussa Sidibe Masuk Radar Persib, Persebaya dan Dewa United
Catatan Karier Dicky Kurniawan dan Langkah Awal Kolaborasi
Dicky datang ke Persebaya Surabaya dengan modal pengalaman yang cukup menjanjikan.
Berdasarkan data Transfermarkt, ia mencatatkan 43 pertandingan bersama Gresik United dengan torehan 7 gol dan 2 assist serta bermain selama 2.681 menit.
Saat membela Persijap, Dicky tampil dalam 21 pertandingan dengan kontribusi 2 gol dan 6 assist. Sementara bersama Persebaya Surabaya, ia sudah mencatatkan 5 penampilan dengan total 113 menit bermain.
Selain beroperasi sebagai sayap kanan, pemain berkaki kidal tersebut juga mampu dimainkan sebagai gelandang serang maupun sayap kiri. Fleksibilitas itu menjadi nilai tambah bagi kebutuhan taktik tim musim depan.
Implementasi kerja sama Persebaya Surabaya dan Mayapada Hospital Surabaya sudah mulai berjalan melalui pelaksanaan medical check-up untuk para pemain baru.
Pemeriksaan kesehatan menjadi salah satu tahapan penting dalam memastikan kondisi fisik pemain sebelum memasuki program latihan intensif.
Kolaborasi ini juga akan berlanjut dalam berbagai agenda klub. Salah satunya adalah dukungan layanan kesehatan pada ajang Green Force Run 2026 yang dijadwalkan berlangsung pada 27 Juni mendatang.
Kehadiran Mayapada Hospital Surabaya diharapkan semakin memperkuat kesiapan Persebaya Surabaya menghadapi musim 2026/2027.
Dengan standar pelayanan kesehatan yang modern, profesional, dan berkelanjutan, Green Force berupaya membangun fondasi kuat untuk menjaga kebugaran pemain sekaligus meningkatkan daya saing tim sepanjang kompetisi.