JawaPos.com — Persebaya Surabaya berhasil mendapatkan tanda tangan Syahrul Lasinari untuk menghadapi Super League 2026/2027 karena bek asal Ternate itu tertarik dengan ambisi besar yang dimiliki klub.
Pemain berusia 26 tahun tersebut memilih bergabung dengan Persebaya Surabaya setelah melihat target yang jelas dan peluang meraih prestasi bersama salah satu klub terbesar di Indonesia.
Mengapa Syahrul Lasinari Memilih Persebaya Surabaya?
Persebaya Surabaya terus memperkuat komposisi skuad menjelang bergulirnya Super League 2026/2027 dengan merekrut Syahrul Lasinari dari PSM Makassar.
Baca Juga: Pesan Haru Leo Lelis untuk Persebaya Surabaya: Klub Ini Spesial di Hati Saya
Pemain yang berposisi sebagai bek tengah itu resmi menandatangani kontrak berdurasi satu musim bersama Green Force.
Bagi Syahrul, bergabung dengan Persebaya Surabaya menjadi langkah penting dalam perjalanan karier profesionalnya. Selain memiliki sejarah panjang, klub asal Kota Pahlawan itu juga dikenal memiliki basis suporter yang besar dan fanatik.
"Saya sangat senang bisa bergabung dengan Persebaya. Kita semua tahu Persebaya adalah salah satu klub besar di Indonesia dengan sejarah dan basis suporter yang luar biasa. Karena itu, saya merasa bangga mendapatkan kesempatan menjadi bagian dari tim ini," ujar Syahrul.
Namun, kebanggaan mengenakan jersey Persebaya Surabaya bukan satu-satunya alasan yang membuatnya menerima pinangan Green Force.
Syahrul mengaku tertarik dengan proyek besar yang sedang dibangun klub untuk menghadapi musim baru.
"Salah satu alasan saya memilih Persebaya adalah karena saya ingin merasakan pengalaman baru bersama klub yang memiliki ambisi besar. Saya melihat Persebaya memiliki target yang jelas untuk musim depan, dan itu menjadi motivasi tersendiri bagi saya," katanya.
Seberapa Penting Kehadiran Syahrul bagi Lini Belakang Green Force?
Kedatangan Syahrul Lasinari memberi tambahan opsi penting bagi sektor pertahanan Persebaya Surabaya. Pemain kelahiran 24 Desember 1999 itu dikenal memiliki kemampuan bermain di beberapa posisi sekaligus.
Berdasarkan data Transfermarkt, posisi utama Syahrul adalah bek tengah.
Namun, pemain dengan tinggi 1,78 meter tersebut juga mampu bermain sebagai bek kiri maupun bek kanan sehingga memberikan fleksibilitas yang dibutuhkan tim sepanjang kompetisi.
Kemampuan bermain di tiga posisi berbeda membuat Syahrul berpotensi menjadi salah satu pemain penting dalam skema Bernardo Tavares.
Apalagi Super League musim depan diprediksi menghadirkan jadwal padat yang menuntut kedalaman skuad berkualitas.
Baca Juga: Pesan Haru Andie Peci untuk Azrul Ananda: Semoga Persebaya Surabaya Juara, Cak!
Nilai pasar Syahrul saat ini mencapai Rp 3,04 miliar berdasarkan data Transfermarkt. Angka tersebut menunjukkan kualitas dan pengalaman yang dimiliki pemain yang kini memasuki usia emas sebagai pesepak bola profesional.
"Saya sangat antusias menyambut tantangan ini. Sebagai pemain profesional, saya siap memberikan seratus persen kemampuan saya untuk membantu tim mencapai target yang telah ditetapkan manajemen dan seluruh keluarga besar Persebaya," jelasnya.
Bagaimana Rekam Jejak Syahrul Lasinari Sebelum Bergabung?
Sebelum merapat ke Persebaya Surabaya, Syahrul membangun karier bersama beberapa klub Indonesia.
Namanya mulai dikenal saat memperkuat PSG Pati sebelum melanjutkan perjalanan bersama Persikabo 1973 dan kemudian PSM Makassar.
Statistik kariernya menunjukkan pengalaman yang cukup matang untuk ukuran pemain berusia 26 tahun. Total, Syahrul telah mencatatkan 120 pertandingan profesional dengan torehan satu gol dan empat assist sepanjang kariernya.
Bersama PSM Makassar, ia tampil dalam 57 pertandingan dengan sumbangan satu gol dan dua assist.
Selama membela klub asal Sulawesi Selatan tersebut, Syahrul mengoleksi tujuh kartu kuning dan dua kartu kuning kedua dalam 4.428 menit bermain.
Saat memperkuat Persikabo 1973, Syahrul juga mencatatkan 57 penampilan dengan dua assist dan delapan kartu kuning. Ia menghabiskan 4.529 menit di lapangan bersama klub tersebut sebelum melanjutkan karier ke PSM Makassar.
Secara keseluruhan, Syahrul telah mengumpulkan 9.436 menit bermain di level profesional.
Baca Juga: Breaking News! Reno Salampessy Batal ke Persebaya Surabaya, Jauh dari Keluarga Jadi Alasan Utama
Pengalaman panjang itu menjadi modal berharga untuk menghadapi tantangan baru bersama Persebaya Surabaya pada musim 2026/2027.
Bernardo Tavares Sudah Mengenal Kualitas Syahrul
Kehadiran Bernardo Tavares di kursi pelatih menjadi salah satu faktor yang mempercepat adaptasi Syahrul Lasinari.
Keduanya pernah bekerja sama sebelumnya sehingga sang pelatih sudah memahami karakter permainan bek tersebut.
Menurut Tavares, Syahrul memiliki pengalaman yang cukup baik dan kemampuan bermain di berbagai posisi lini belakang.
Faktor itulah yang membuat manajemen dan tim pelatih memutuskan merekrutnya pada bursa transfer musim ini.
"Syahrul adalah pemain yang sudah pernah bekerja sama dengan saya sebelumnya. Dia memiliki pengalaman yang cukup baik dan mampu bermain di beberapa posisi di lini pertahanan," jelas Coach Tavares.
Pelatih asal Portugal itu juga menilai kehadiran Syahrul akan meningkatkan kualitas sekaligus persaingan sehat di sektor pertahanan Green Force.
Baca Juga: Gabriel Budi Blak-blakan, Agen Pemain Persebaya Surabaya Ungkap Sosok Paling Berkesan
Kondisi tersebut dibutuhkan Persebaya Surabaya untuk menjaga performa tim sepanjang musim.
"Kehadirannya memberi tambahan kualitas sekaligus kompetisi di lini belakang, dan itu menjadi salah satu alasan kami merekrutnya," tandas Coach Tavares.
Dengan ambisi besar yang dimiliki Persebaya Surabaya dan pengalaman yang dibawa Syahrul Lasinari, kerja sama keduanya menjadi salah satu kolaborasi menarik yang patut dinantikan pada Super League 2026/2027.
Bek serbabisa asal Ternate itu kini memiliki kesempatan membuktikan kualitasnya bersama salah satu klub dengan tekanan dan ekspektasi terbesar di Indonesia.