JawaPos.com — Malut United dikabarkan akan berganti nama menjadi Jateng United FC dan memindahkan home base ke Stadion Jatidiri, Semarang, menjelang bergulirnya Super League 2026/2027.
Jika terealisasi, keputusan ini berpotensi mengubah peta persaingan sepak bola nasional sekaligus memunculkan tanda tanya besar terkait masa depan penggunaan Stadion Jatidiri yang selama ini identik dengan PSIS Semarang.
Perubahan tersebut terungkap melalui surat bernomor 25/MMS-MUtd/VI/2026 yang dikirim kepada PSSI terkait pengajuan pergantian nama klub dan perpindahan markas.
Surat itu ditandatangani Direktur Utama PT Malut Maju Sejahtera Dirk Soplanit bersama Direktur Zainuddin Umasangadi.
Mengapa Malut United Ingin Berganti Nama dan Pindah Markas?
Manajemen Malut United menyebut keputusan tersebut lahir dari evaluasi internal yang melibatkan pengurus badan hukum serta manajemen klub.
Hasil evaluasi itu mengarah pada perubahan identitas klub sekaligus perpindahan domisili dari Maluku Utara ke Jawa Tengah.
Dalam surat yang dikutip Radar Jogja pada Sabtu (20/6/2026), manajemen menjelaskan perubahan tersebut telah menjadi kesepakatan internal.
Mereka berencana meninggalkan Stadion Gelora Kie Raha dan menjadikan Stadion Jatidiri sebagai kandang baru.
“Dan disepakati bahwa klub Sepak Bola Malut United FC dengan domisili/home base di Provinsi Maluku Utara/Stadion Gelora Kie Raha akan berganti menjadi Jateng United/Stadion Jatidiri Semarang,” tulis surat tersebut.
Meski demikian, proses tersebut masih berada dalam tahap pengajuan. Hingga kini belum ada keputusan final dari PSSI terkait permohonan perubahan nama maupun perpindahan home base tersebut.
Bagaimana Prestasi Malut United Sebelum Muncul Wacana Ini?
Malut United merupakan salah satu klub yang berkembang pesat dalam beberapa musim terakhir. Kehadiran mereka memberi warna baru dalam kompetisi kasta tertinggi sepak bola Indonesia.
Klub berjuluk Laskar Kie Raha itu mencatatkan performa kompetitif sejak promosi ke level elite. Pada musim 2024/2025 mereka sukses finis di peringkat ketiga klasemen akhir.
Capaian tersebut dilanjutkan dengan hasil cukup baik pada musim 2025/2026. Meski mengalami penurunan posisi, Malut United tetap mampu mengakhiri kompetisi di peringkat keenam dan bersaing dengan klub-klub mapan.
Prestasi itu membuat kabar perpindahan identitas klub menjadi perhatian besar publik sepak bola nasional.
Baca Juga: Malut United Segera Resmikan Sihran, Putra Daerah Ternate Kembali Berkarir di Tanah Kelahiran
Tidak sedikit suporter yang mempertanyakan alasan di balik rencana meninggalkan Maluku Utara setelah klub berhasil membangun fondasi kompetitif dalam beberapa tahun terakhir.
Apa Dampaknya untuk PSIS Semarang?
Salah satu isu paling menarik dari rencana ini adalah penggunaan Stadion Jatidiri. Stadion tersebut selama ini dikenal sebagai markas PSIS Semarang yang saat ini berkompetisi di Liga 2.
Jika Jateng United benar-benar bermarkas di Semarang, maka muncul kemungkinan dua klub menggunakan stadion yang sama. Situasi semacam ini bukan hal baru dalam sepak bola Indonesia.
Musim lalu, PSBS Biak sempat menggunakan Stadion Maguwoharjo sebagai kandang saat menjalani kompetisi Liga 1. Pada saat bersamaan, stadion tersebut juga menjadi markas PSS Sleman yang berlaga di Liga 2.
Model berbagi stadion dapat menjadi solusi jika seluruh pihak mencapai kesepakatan terkait jadwal pertandingan, penggunaan fasilitas latihan, serta aspek komersial.
Namun, penerapannya tetap memerlukan koordinasi yang matang agar tidak menimbulkan konflik kepentingan.
Baca Juga: Fabio Lefundes Masuk Radar Malut United Usai Bawa Borneo FC Moncer di Super League 2025/2026
Bagi PSIS Semarang, kehadiran klub baru di Stadion Jatidiri berpotensi memunculkan dinamika baru. Apalagi PSIS memiliki basis suporter besar dan hubungan historis yang kuat dengan stadion tersebut.
Akankah Peta Sepak Bola Indonesia Berubah?
Jika PSSI menyetujui permohonan tersebut, Jawa Tengah berpotensi memiliki kekuatan baru di level tertinggi kompetisi nasional.
Kehadiran Jateng United dapat meningkatkan persaingan sekaligus membuka peluang pasar sepak bola yang lebih luas di wilayah tersebut.
Di sisi lain, Maluku Utara akan kehilangan representasi klub yang selama beberapa musim terakhir menjadi kebanggaan daerah.
Hal itu tentu memunculkan pertanyaan mengenai keberlanjutan pembinaan sepak bola dan antusiasme suporter di wilayah timur Indonesia.
Untuk saat ini, seluruh pihak masih menunggu keputusan resmi PSSI. Selama belum ada persetujuan final, Malut United secara administratif tetap menjadi klub yang bermarkas di Maluku Utara.
Wacana perubahan menjadi Jateng United FC dipastikan akan terus menjadi perhatian publik dalam beberapa pekan ke depan.
Selain menyangkut identitas klub, keputusan tersebut juga dapat berdampak pada suporter, kompetisi, hingga penggunaan Stadion Jatidiri sebagai salah satu stadion utama di Indonesia.