← Beranda
Shin Tae-yong Beberkan Strategi Hadapi Tekanan dan Kritik Suporter Persija Jakarta
Andre Rizal Hanafi• Sabtu, 20 Juni 2026 | 03.39 WIB
Pelatih asal Korea Selatan, Shin Tae-Yong diperkenalkan jadi pelatih baru Persija Jakarta di Jakarta International Stadium (JIS), Jakarta, Senin (8/6/2026). (Dery Ridwansah/ JawaPos.com)

 

JawaPos.com - Pelatih Persija Jakarta, Shin Tae-yong, menyadari bahwa keputusan menerima tantangan sebagai pelatih Macan Kemayoran membuat dirinya harus siap menghadapi tekanan besar. 

Namun, pelatih asal Korea Selatan tersebut menilai situasi itu sebagai bagian yang tidak terpisahkan dari sepak bola profesional.

Sejak pertama kali menangani Persija, Shin memahami bahwa ekspektasi suporter dan manajemen terhadap tim sangat tinggi. Karena itu, ia memilih untuk tidak menjadikan tekanan sebagai beban yang mengganggu pekerjaannya sehari-hari.

Menurut Shin, cara terbaik untuk menghadapi tekanan adalah dengan melakukan persiapan secara maksimal jauh sebelum pertandingan berlangsung. Dengan persiapan yang matang, ia merasa lebih siap menghadapi berbagai kemungkinan yang muncul saat laga berlangsung.

Baca Juga: Carlos Franca Dikabarkan Merapat ke FC Ararat, Eks Striker Persijap Berpeluang Tampil di Kualifikasi Liga Champions Eropa

“Posisi ini bukanlah tempat yang tanpa tekanan, melainkan tempat yang menerima tekanan kuat. Dengan memikirkan hal itu dan melakukan persiapan jauh-jauh hari, kami bisa menghindari banyak tekanan,” ujar Shin Tae-yong.

Mantan pelatih Timnas Indonesia itu menjelaskan bahwa dirinya memiliki pola kerja yang sudah diterapkan selama bertahun-tahun. 

Fokus utama diberikan pada fase persiapan tim hingga dua hari sebelum pertandingan. Pada periode tersebut, seluruh detail teknis dan strategi dipersiapkan sebaik mungkin.

Baca Juga: Persija Jakarta Berduka, Mantan Pelatih Kiper Arjuna Rinaldy Meninggal Dunia

Namun ketika memasuki satu hari sebelum pertandingan, Shin justru berusaha mengurangi beban pikiran yang berkaitan dengan laga. Ia memilih untuk lebih rileks agar dapat menghadapi pertandingan dengan kondisi mental yang lebih tenang.

“Jika ada pertandingan, saya melakukan persiapan yang luar biasa sampai dua hari sebelum pertandingan. Mulai satu hari sebelum pertandingan, saya mencoba melupakan beban itu dan bersiap agar bisa menghadapi pertandingan dengan nyaman,” katanya.

Selain berbicara soal tekanan pertandingan, Shin juga menyoroti hubungan antara pelatih dan suporter. Menurutnya, seorang pelatih harus memiliki mental yang kuat karena pujian dan kritik akan selalu datang silih berganti tergantung hasil yang diraih tim.

Ia memahami bahwa suporter memiliki harapan besar terhadap klub kesayangan mereka. Ketika tim meraih kemenangan, dukungan dan pujian akan mengalir. Sebaliknya, saat hasil buruk datang, kritik bahkan kemarahan suporter menjadi hal yang sulit dihindari.

Meski demikian, Shin memilih untuk melihat kritik dari sudut pandang yang berbeda. Ia menganggap setiap masukan dari suporter sebagai kesempatan untuk melakukan evaluasi diri dan memperbaiki kekurangan yang ada.

Baca Juga: Lanjutkan Kiprah, Rayhan Hannan Perpanjang Kontrak selama Tiga Tahun bersama Persija

“Fans mungkin memuji saya, tapi kalau kami kalah, mereka bisa saja memaki. Saya punya mental untuk menerima hal itu dengan tenang. Jika saya berpikir ada masalah pada diri saya, maka itu menjadi bahan evaluasi diri,” tutur Shin.

Pendekatan tersebut menjadi salah satu alasan mengapa Shin Tae-yong tetap terlihat tenang di tengah tingginya ekspektasi yang mengiringi perjalanannya bersama Persija. 

Baginya, persiapan yang matang, pola pikir positif, dan kemampuan menerima kritik adalah kunci untuk bertahan dalam tekanan sepak bola modern.Tagging: PersijaJakarta

EDITOR: Banu Adikara