JawaPos.com — Persekabpas Pasuruan membuat gebrakan besar menjelang Liga Nusantara 2026/2027 dengan merekrut penyerang naturalisasi Indonesia, Beto Goncalves.
Di usia 45 tahun, striker senior yang telah mencetak 167 gol sepanjang karier profesionalnya itu resmi menjadi bagian dari skuad Laskar Sakera untuk mengarungi kompetisi kasta ketiga sepak bola Indonesia.
Kabar bergabungnya Beto Goncalves mencuri perhatian publik sepak bola nasional. Informasi tersebut pertama kali diungkap oleh Transfermarkt pada Kamis (18/6/2026).
Baca Juga: Hasil Kanada vs Qatar di Piala Dunia 2026: 6 Gol Tanpa Balas Hancurkan The Maroons
“Menolak tua! Otavio Dutra dan Beto Goncalves resmi direkrut oleh Persekabpas Pasuruan yang akan berlaga di Liga Nusantara (tier 3) musim depan,” tulis Transfermarkt.
Kehadiran dua nama berpengalaman sekaligus, yakni Beto Goncalves dan Otavio Dutra, langsung meningkatkan ekspektasi suporter terhadap peluang Persekabpas Pasuruan pada musim depan.
Banyak yang menilai langkah ini menunjukkan keseriusan manajemen untuk bersaing memperebutkan tiket promosi.
Siapa Beto Goncalves yang Direkrut Persekabpas Pasuruan?
Beto Goncalves memiliki nama lengkap Alberto Gonçalves Da Costa. Ia lahir di Belém, Brasil, pada 31 Desember 1980 dan kini berusia 45 tahun.
Meski lahir di Brasil, Beto telah berstatus warga negara Indonesia dan menjadi salah satu pemain naturalisasi paling sukses yang pernah bermain di kompetisi nasional.
Dengan tinggi badan 1,75 meter, ia berposisi sebagai penyerang tengah, meski juga bisa dimainkan sebagai second striker maupun winger kanan.
Saat ini, berdasarkan data Transfermarkt, Beto masih tercatat sebagai pemain PSIS Semarang dengan nilai pasar mencapai Rp 173,82 juta.
Pengalamannya yang panjang membuat dirinya tetap menjadi sosok yang diperhitungkan meski telah memasuki usia kepala empat.
Statistik Beto Goncalves Masih Mengerikan
Karier Beto Goncalves di Indonesia dipenuhi catatan impresif. Dari total 359 pertandingan profesional yang dijalani, ia sukses mengemas 167 gol dan 35 assist.
Produktivitas tersebut menjadikan Beto sebagai salah satu striker asing tersubur yang pernah bermain di Indonesia.
Total menit bermainnya mencapai 26.905 menit dengan catatan disiplin yang juga cukup baik, yakni hanya menerima 19 kartu kuning tanpa satu pun kartu merah sepanjang data statistik yang tercatat.
Klub yang paling lama dibelanya adalah Madura United dengan 105 pertandingan dan 47 gol. Selain itu, ia juga tampil tajam bersama Sriwijaya FC dengan 37 gol dari 70 pertandingan.
Ketajamannya juga terlihat saat memperkuat Persipura Jayapura. Dari 39 laga, Beto mampu mencetak 24 gol yang menunjukkan rasio gol sangat tinggi.
Bahkan dalam periode singkat bersama PERSIS Solo, ia berhasil membukukan 11 gol hanya dari 14 pertandingan. Sementara bersama PSIS Semarang, striker senior tersebut mencetak tujuh gol dalam 13 laga.
Persekabpas Pasuruan Kirim Sinyal Ambisi Besar
Tak lama setelah kabar transfer mencuat, Persekabpas Pasuruan mengumumkan kedatangan Beto melalui akun Instagram resmi klub.
“BEM-VINDO Papa. Ready For Nusantara League 2026-2027 @betogoncalves9 is Oranje,” tulis Persekabpas Pasuruan.
Pengumuman itu langsung mendapat respons luar biasa dari para pendukung. Banyak suporter mulai membayangkan peluang Persekabpas Pasuruan untuk bersaing di papan atas Liga Nusantara.
Langkah mendatangkan pemain dengan pengalaman level Liga 1 dinilai sebagai bukti keseriusan klub asal Pasuruan tersebut.
Apalagi Beto bukan sekadar pemain senior, melainkan striker yang masih mampu menunjukkan produktivitas gol dalam beberapa musim terakhir.
Kehadiran Otavio Dutra yang juga sarat pengalaman semakin memperkuat keyakinan publik Persekabpas Pasuruan tidak hanya ingin menjadi peserta biasa di Liga Nusantara.
Suporter Langsung Bermimpi Promosi ke Liga 2
Antusiasme suporter terlihat jelas di kolom komentar media sosial klub. Banyak yang meyakini kedatangan Beto Goncalves menjadi pertanda positif bagi perjalanan Persekabpas Pasuruan musim depan.
“Wes langsung aja ke liga 2,” ujar salah satu suporter.
Komentar lain juga menunjukkan optimisme yang sama. “Hilal liga 2 sudah terlihat. Bangkit Persekabpas,” tulis seorang pendukung.
Ada pula yang terkejut melihat manuver transfer klub. “Kok ngeri,” tulis salah satu suporter.
Sementara komentar bernada khas Jawa Timur juga bermunculan. “Yo tak kandanane arek-arek,” tulis seorang suporter yang tampak bangga dengan perekrutan tersebut.
Ungkapan sederhana seperti “Nguwerrriiii” bahkan menjadi gambaran betapa besarnya antusiasme pendukung terhadap skuad baru Persekabpas Pasuruan.
Kini tantangan terbesar ada di lapangan. Pengalaman, reputasi, dan statistik memang membuat Beto Goncalves layak disebut sebagai salah satu transfer paling mencolok di Liga Nusantara musim ini.
Namun, publik tentu menantikan apakah striker berusia 45 tahun tersebut masih mampu mempertahankan insting golnya dan membawa Persekabpas Pasuruan mewujudkan mimpi promosi ke Liga 2.
Jika melihat rekam jejaknya selama ini, Beto tampaknya masih belum ingin berhenti menorehkan cerita di sepak bola Indonesia.