← Beranda
Nadeo Yakin Borneo FC Tetap Kompetitif Meski Pesut Etam Sudah Lepas 12 Pemain dan 3 Pelatih
Diar Candra TristiawanRabu, 17 Juni 2026 | 19.38 WIB
Kiper Borneo FC Nadeo Argawinata. (instagram.com/@nadeowinataa) 

 

JawaPos.com - Runner-up Super League 2025-2026 Borneo FC Samarinda merombak tim besar-besaran. Bahkan bisa disebut perubahan tim berjuluk Pesut Etam mencapai 80 persen.

Mulai dari pelatih dan pemain yang membawa Borneo FC finis posisi kedua super league di bawah Persib Bandung musim lalu itu diganti. Dikutip dari media sosial Borneo FC tercatat sudah 15 pemain serta satu pelatih dilepas.

Pemain yang dilepas baik karena masa peminjaman habis atau kontraknya purna diantaranya Cleylton Santos, Kaio Nunes, Koldo Obieta, Daffa Fasya, Ardi Idrus, Ikhsannul Zikrak, Christophe Nduwarugira, Alfharezzi Buffon, Ahmad Agung, Mlohammad Anez, Syahrul Fadil, dan M. Khanafi. Sedang pelatih dan staf pelatih yang dilepas adalah Fabio Lefundes, Joao Pedro, dan Vinicius Alves.

Baca Juga: Tembus Rp 12,60 Miliar! Rekap Harga Pasaran 5 Pemain Lokal Baru Persebaya Surabaya

Meski begitu ada juga pemain yang dikontrak hingga tiga tahun lagi. Atau sampai 2029 mendatang. Mereka adalah kiper dan kapten tim Nadeo Argawinata serta gelandang Rivaldo Pakpahan.

Dikutip dari situs liga, kiper Borneo FC Nadeo mengatakan bongkar pasang tim dengan skala besar sudah biasa terjadi di tim sepak bola profesional. Dan kiper kelahiran Kediri itu yakin perubahan besar tidak akan mempengaruhi fokus tim.

"Di dalam sepak bola itu hal yang normal. Pemain datang dan pergi, dan sebagai pemain kita harus siap dengan kemungkinan itu. Kebetulan dalam beberapa tahun terakhir Borneo FC memang selalu seperti itu, jadi sudah cukup biasa," kata Nadeo.

Baca Juga: Prediksi Susunan Pemain Timnas Portugal vs RD Kongo: Vitinha Incar Gol Pertamanya

Meski banyak rekan setim dan pelatih meninggalkan klub, kiper 28 tahun tersebut mengaku tidak pernah tergoda untuk hengkang. Pemain yang telah memperkuat Borneo FC selama enam musim itu menegaskan bahwa memilih klub bukan hanya soal berpindah jersi. Tetapi lebih kepada pengambilan keputusan dengan matang.

Bagi Nadeo, Borneo FC masih mampu memenuhi dua hal penting yang menjadi pertimbangannya. Yakni kesempatan bermain sebagai pilihan utama serta kondisi finansial klub yang sehat. Selain itu, keseriusan manajemen dalam mempertahankan dirinya menjadi faktor utama yang membuatnya tetap bertahan di Samarinda.

"Sudah jelas berarti saat ini hanya Borneo FC yang benar-benar serius menginginkan saya. Tawaran dari klub lain memang ada, tetapi mungkin negosiasinya belum mencapai kesepakatan," ungkap Nadeo.

"Harapannya pasti bisa mencapai target yang sudah ditetapkan tim maupun target pribadi. Bermain lebih maksimal, lebih baik, dan bertanggung jawab dalam setiap pertandingan yang dipercayakan kepada saya. Tentu menjadi sebuah kebanggaan jika nanti bisa membawa Borneo FC menjadi juara," jelas Nadeo. 

EDITOR: Latu Ratri Mubyarsah