JawaPos.com - Pelatih asal Brasil, Bene Lima, membuka peluang untuk melanjutkan karier kepelatihannya di Indonesia setelah mengakhiri masa tugasnya bersama klub Thailand, Police Tero FC.
Kabar tersebut disampaikan melalui perwakilannya yang menyebut bahwa pelatih berusia 52 tahun itu tertarik menjajal tantangan baru di sepak bola Indonesia.
Nama Bene Lima mungkin belum terlalu familiar bagi sebagian besar pencinta sepak bola Tanah Air. Namun, rekam jejaknya menunjukkan pengalaman yang cukup panjang, terutama di kawasan Asia.
Baca Juga: Bersinar Bersama Persijap, Sudi Abdallah Diminati Dua Klub Super League Indonesia
Selama beberapa tahun terakhir, ia pernah bekerja di berbagai negara dengan kultur sepak bola yang berbeda-beda, mulai dari Korea Selatan, Arab Saudi, China, hingga Thailand.
Bene Lima diketahui mengantongi lisensi CONMEBOL Pro, salah satu lisensi kepelatihan tertinggi yang dikeluarkan konfederasi sepak bola Amerika Selatan.
Dalam perjalanan kariernya, ia tidak hanya berperan sebagai pelatih kepala, tetapi juga pernah menjadi asisten pelatih dan pelatih fisik di sejumlah klub profesional.
Salah satu pengalaman penting dalam kariernya adalah saat menjadi bagian dari staf kepelatihan Daegu FC di Korea Selatan.
Bersama klub tersebut, ia turut merasakan atmosfer kompetisi sepak bola Korea yang dikenal memiliki standar profesional tinggi dan perkembangan taktik yang pesat.
Setelah itu, Bene Lima melanjutkan kariernya di Arab Saudi bersama Al Hazem dan Al Batin sebelum mendapatkan kesempatan menangani klub China, Jiangxi Liansheng. Di Thailand, ia sempat melatih Pattaya United dan terakhir dipercaya menukangi Police Tero FC.
Berdasarkan data musim 2025/2026, Bene Lima mencatatkan 26 pertandingan sebagai pelatih kepala dengan raihan delapan kemenangan, tujuh hasil imbang, dan sebelas kekalahan. Meski statistik tersebut belum tergolong istimewa, pengalaman bekerja di berbagai lingkungan sepak bola Asia menjadi nilai tambah yang dimilikinya.
Selain dikenal menyukai formasi 4-2-3-1, Bene Lima juga disebut memiliki pendekatan yang menekankan keseimbangan antara organisasi permainan dan kondisi fisik pemain.
Latar belakangnya sebagai pelatih fisik membuatnya cukup memahami aspek kebugaran yang menjadi salah satu faktor penting dalam kompetisi modern.
Ketertarikan Bene Lima terhadap sepak bola Indonesia muncul di tengah meningkatnya daya tarik Super League dalam beberapa tahun terakhir.
Kehadiran sejumlah pemain asing berkualitas, peningkatan fasilitas klub, serta semakin kompetitifnya kompetisi menjadi alasan mengapa banyak pelatih asing mulai melirik Indonesia sebagai destinasi karier berikutnya.
Hingga saat ini belum ada informasi mengenai klub Indonesia yang telah menjalin komunikasi resmi dengan Bene Lima.
Namun, dengan statusnya yang kini tidak terikat kontrak, peluang untuk melihat pelatih asal Brasil tersebut berkiprah di Indonesia tetap terbuka.
Apakah Bene Lima akan menjadi wajah baru di Super League dalam waktu dekat? Menarik untuk menantikan perkembangan selanjutnya.