← Beranda
Eksklusif! Cerita Nyo Dapat Jersey Timnas Indonesia Nathan Tjoe-A-On, Tak Boleh Dicuci karena Masih “Bau Nathan”
Moch. Rizky Pratama PutraRabu, 10 Juni 2026 | 18.52 WIB
Syailendra Ahmad Budiyanto atau Nyo menunjukkan jersey Nathan Tjoe-A-On yang diterimanya usai laga Timnas Indonesia kontra Mozambik di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta. (Dokumentasi Nyo kepada JawaPos.com)

JawaPos.com — Perjuangan panjang Syailendra Ahmad Budiyanto atau Nyo akhirnya berbuah manis. Bocah 10 tahun asal Manado yang sejak 2024 berusaha menjadi player escort Timnas Indonesia itu mendapat hadiah spesial berupa jersey Nathan Tjoe-A-On usai laga Timnas Indonesia kontra Mozambik di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Jakarta, Selasa (9/6/2026).

Garuda Cilik asal Manado berusia 10 tahun itu kembali merasakan momen emosional setelah perjuangannya menjadi player escort Timnas Indonesia sejak 2024 akhirnya berbuah pengalaman yang tak terlupakan.

Momen tersebut terjadi setelah Nyo diundang langsung oleh tim media Garuda untuk bertemu idolanya.

Tak hanya mendapat kesempatan berbincang, Nyo juga sempat melakukan video call dengan Nathan sebelum akhirnya bertemu langsung usai pertandingan.

“Jadi kemarin Nyo diundang oleh tim Garuda, yang tim medianya. Terus di situ Nyo interview. Sempat video call dengan Nathan juga. Mau ketemu malamnya sesudah main. Kemudian terjadilah moment tersebut. Singkat saja tapi sangat berkesan bagi Nyo,” ujar Intan, ibunda Nyo, kepada JawaPos.com, Rabu (10/6/2026).

Menurut Intan, Nathan menunjukkan sikap yang sangat ramah kepada putranya. Keramahan itu membuat kesan mendalam bagi Nyo yang sejak lama mengidolakan pemain Timnas Indonesia tersebut.

“Nathannya baik banget, tim Garudanya juga,” katanya.

Baca Juga: Eksklusif! Perjuangan Nyo Daftar Player Escort Sejak 2024, Menangis Haru Dipeluk Nathan Tjoe-A-On di Timnas Indonesia

Bagaimana Perasaan Nyo Setelah Bertemu Nathan Tjoe-A-On?

Pertemuan langsung dengan Nathan ternyata membuat Nyo kembali larut dalam emosi. Bocah asal Manado itu bahkan masih sulit melupakan setiap detail yang terjadi saat bertemu sang idola.

Menurut cerita yang disampaikan kepada ibunya, Nyo sempat gemetar dan kehilangan kata-kata ketika berinteraksi langsung dengan Nathan.

Perasaan haru yang begitu besar membuatnya benar-benar tidak menyangka bisa berada sedekat itu dengan pemain Timnas Indonesia.

“Bajunya enggak boleh dicuci, bau Nathan,” ujar Intan sambil tertawa mengulang cerita putranya.

Nyo juga mengaku tangannya terasa dingin karena terlalu gugup. Bahkan hingga keesokan harinya, matanya masih terlihat bengkak akibat terlalu banyak menangis karena bahagia.

“Dia cerita, tangannya waktu itu semuanya dingin, Me, katanya gitu. Ya Allah, speechless banget dia. Tadi aja matanya masih bengkak tadi pagi, Mas,” ungkap Intan.

Baca Juga: Galeri Foto: Ole Romeny On Fire, Timnas Indonesia Cukur Tipis Mozambik 1-0 di Stadion Utama Gelora Bung Karno

Aksi Nathan Tjoe-A-On saat Timnas Indonesia berhasil mengalahkan Mozambik dengan skor tipis 1-0 dalam pertandingan yang berlangsung di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Jakarta, Selasa (9/6/2026) malam WIB. (Dery Ridwansyah/JawaPos.com)
Aksi Nathan Tjoe-A-On saat Timnas Indonesia berhasil mengalahkan Mozambik dengan skor tipis 1-0 dalam pertandingan yang berlangsung di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Jakarta, Selasa (9/6/2026) malam WIB. (Dery Ridwansyah/JawaPos.com)

Perjuangan Nyo Menjadi Player Escort Sejak 2024

Kisah haru Nyo sebenarnya sudah mencuri perhatian publik saat laga Timnas Indonesia melawan Oman pada FIFA Matchday di GBK, Jumat (5/6/2026).

Saat Indonesia Raya berkumandang sebelum pertandingan, Nyo yang berdiri menggandeng Nathan tak kuasa menahan air mata.

Tangisan itu bukan muncul secara tiba-tiba. Ada perjuangan panjang yang sudah dilakukan bocah berusia 10 tahun tersebut sejak dua tahun lalu.

Intan mengungkapkan putranya mulai mengikuti seleksi Pendamping Garuda sejak 2024. Berbagai video pendaftaran dikirimkan demi mewujudkan impian sederhana, yakni berjalan bersama pemain Timnas Indonesia di Stadion GBK.

“Anak saya ini kan dari Manado. Kami domisilinya di Manado. Jadi dia ikut seleksi untuk Pendamping Garuda ini, kirim-kirim video dari tahun 2024. Jadi dia memang sudah berharap sekali, pengen sekali,” ujarnya saat dihubungi langsung oleh JawaPos.com.

Tahun 2026 menjadi kesempatan terakhir bagi Nyo karena batas usia maksimal peserta player escort adalah 10 tahun. Saat kabar kelolosan datang, Nyo bahkan sempat mengira dirinya sedang bermimpi.

“Langsung, ‘Meme, ini beneran apa ngimpi?’ begitu. Tapi kalau ngimpi masa iya sih, beneran enggak sih? Dia excited banget. Jadi dari sini sudah nangis dulu, sudah terharu,” tutur Intan.

Berani Terbang Sendirian dari Manado Demi Menggapai Mimpi

Perjuangan Nyo tidak berhenti di proses seleksi. Bocah yang juga aktif berlatih panahan itu harus menempuh perjalanan panjang dari Manado menuju Jakarta seorang diri.

Karena sang ibu tidak bisa mendampingi, Nyo memberanikan diri naik pesawat sendiri pada 4 Juni 2026. Setibanya di Jakarta, ia dijemput oleh keluarganya sebelum menjalani seluruh rangkaian kegiatan Pendamping Garuda.

“Nah, kemarin ketika dapat panggilan, karena saya enggak bisa ngantar, jadi anaknya berangkat tuh dari Manado sendiri naik pesawat. Kemudian dijemput tantenya,” kata Intan.

Keberanian tersebut menjadi bukti kuat betapa besar keinginan Nyo untuk mewujudkan impiannya.

Di usia yang masih sangat muda, ia rela meninggalkan zona nyaman demi berdiri di lapangan yang selama ini hanya dilihatnya lewat televisi.

Baca Juga: Hasil Timnas Indonesia vs Mozambik: Gol Ole Romeny Bawa Garuda Menang 1-0 di FIFA Matchday 2026

Syailendra Ahmad Budiyanto menangis ditengah lagu Indonesia saat mengawal Nathan Tjoe-A-On dalam laga Timnas Indonesia vs Oman di SUGBK, Jakarta, Jumat (5/6/26).  (Tangkapan Layar JawaPos.com)
Syailendra Ahmad Budiyanto menangis ditengah lagu Indonesia saat mengawal Nathan Tjoe-A-On dalam laga Timnas Indonesia vs Oman di SUGBK, Jakarta, Jumat (5/6/26). (Tangkapan Layar JawaPos.com)

Tumbuh dari Keluarga Sepak Bola dan Bermimpi Jadi Pemain Timnas Indonesia

Kecintaan Nyo terhadap sepak bola ternyata tumbuh dari lingkungan keluarga. Sejak usia enam tahun, ia sudah bergabung dengan sekolah sepak bola dan terus mengasah kemampuannya hingga sekarang.

Saat ini Nyo tercatat berlatih di Jayasakti Football Academy (Jasfa) Manado. Sang ayah juga aktif di dunia sepak bola dan sedang bertugas bersama klub Liga 4 Indonesia, Bolsel FC.

“Dia bergabung di SSB, di akademi itu sudah dari umur 6 tahun. Memang cita-citanya jadi pemain bola. Sampai sekarang masih bergabung di Jasfa, Jayasakti Football Academy di Manado,” jelas Intan.

Momen menggandeng Nathan dan menerima jersey sang idola kini menjadi bahan bakar baru bagi Nyo untuk mengejar mimpinya.

Intan meyakini pengalaman luar biasa tersebut akan membuat putranya semakin giat berlatih demi suatu hari nanti mengenakan jersey Timnas Indonesia sebagai pemain.

“Iya, pastinya akan lebih termotivasi dia untuk latihan bolanya lagi, lagi, lagi. Dia memang effort kalau main bola. Memang sudah hobinya dan memang cita-citanya jadi pemain bola. Jadi kami cuma bisa mendukung,” pungkasnya.

Kisah Nyo menjadi bukti mimpi besar bisa dimulai dari langkah kecil.

Dari bocah asal Manado yang mengirim video seleksi sejak 2024, kini ia pulang membawa kenangan tak ternilai berupa pelukan, pertemuan, dan jersey Nathan Tjoe-A-On yang menurutnya masih menyimpan aroma sang idola.

Baca Juga: Galeri Foto: Ole Romeny On Fire, Timnas Indonesia Cukur Tipis Mozambik 1-0 di Stadion Utama Gelora Bung Karno

Aksi Syailendra Ahmad Budiyanto di Manado.(Dok. Totok Budiyanto)
Aksi Syailendra Ahmad Budiyanto di Manado.(Dok. Totok Budiyanto)

 

EDITOR: Hendra