← Beranda
Eksklusif! Jersey Persebaya Surabaya Francisco Rivera Terjual Rp 5,5 Juta, Kisah di Balik Lelang Amal Bikin Bonek Tersentuh
Moch. Rizky Pratama Putra• Selasa, 9 Juni 2026 | 17.04 WIB
Jersey matchworn Francisco Rivera saat dipakai pada laga Persebaya Surabaya vs Persik Kediri yang kemudian dilelang dan terjual Rp 5,5 juta untuk kegiatan sosial-keagamaan di Gresik. (SJC for JawaPos.com_)

 

JawaPos.com — Jersey matchworn Francisco Rivera yang digunakan dalam laga terakhir Persebaya Surabaya musim 2025/2026 resmi terjual Rp 5,5 juta melalui lelang amal Surabaya Jersey Community. Aksi sosial yang digelar komunitas suporter dan kolektor jersey itu menjadi bukti kepedulian kemanusiaan yang melampaui urusan sepak bola, sekaligus menggalang dana untuk kegiatan sosial-keagamaan di Gresik.

Persebaya Surabaya menutup musim 2025/2026 dengan catatan membanggakan.

Di tengah keberhasilan Green Force mengamankan posisi papan atas, sosok Francisco Rivera menjadi salah satu pemain yang paling menonjol sepanjang kompetisi.

Gelandang serang asal Meksiko yang akrab disapa Cachis itu tampil konsisten sepanjang musim.

Dalam 30 pertandingan, Rivera mencatatkan 13 gol dan 10 assist yang membuatnya masuk dalam jajaran Best XI BRI Super League 2025/2026.

Rivera pun memberikan komentar di lelang ini untuk ikut meramaikan.”Ayooo,” tulis Rivera di kolom komentar.

Baca Juga: Dari Kompetisi Internal hingga Tim Utama, Jalur Rahasia Pabrik Pemain Persebaya Surabaya yang Mengantar Ilham Akbar Debut

Mengapa Jersey Francisco Rivera Begitu Istimewa?

Jersey yang dilelang bukan sekadar kostum pertandingan biasa.

Jersey bernomor punggung 7 dengan nameset "RIVERA" tersebut merupakan match worn jersey yang dikenakan langsung saat Persebaya Surabaya menghadapi Persik Kediri pada 23 Mei 2026 di Stadion Gelora Bung Tomo.

Nilai historisnya semakin tinggi karena pertandingan tersebut menjadi laga penutup musim Green Force.

Jersey itu juga masih dalam kondisi unwashed atau belum dicuci sehingga dianggap memiliki nilai autentik yang tinggi bagi para kolektor.

Selain itu, jersey tersebut dilengkapi logo Persebaya Surabaya berbahan 3D rubber, patch resmi Super League di lengan, serta sponsor yang menempel saat pertandingan berlangsung.

Kombinasi faktor tersebut membuat memorabilia ini menjadi incaran para penggemar dan kolektor.

Baca Juga: Belum akan Menuju ke Super League, Pemain Timnas Indonesia Ragnar Oratmangoen Kembali ke Eredivisie?

Momen Terakhir yang Sulit Dilupakan

Laga melawan Persik Kediri menjadi salah satu pertandingan paling berkesan bagi Rivera musim lalu.

Pada pertandingan itu, pemain yang akan berusia 32 tahun pada 23 September 2026 tersebut tampil sebagai motor permainan Green Force.

Rivera mencatatkan dua assist penting yang membantu Persebaya Surabaya menutup musim dengan hasil positif. Assist pertama lahir pada menit ke-81 yang berhasil dikonversi menjadi gol oleh Bruno Paraiba.

Kontribusi kedua hadir menjelang laga berakhir pada menit ke-89.

Umpan matang Rivera berhasil diselesaikan Bruno Moreira menjadi gol penutup pertandingan yang sekaligus menjadi momen emosional karena menjadi laga terakhir sang kapten bersama Persebaya Surabaya.

Tidak lama setelah peluit panjang dibunyikan, Rivera menyerahkan langsung jersey yang digunakannya kepada perwakilan dulur Bonek, Papa Hasan Tiro. Dari situlah cerita lelang amal tersebut bermula.

Baca Juga: Luis Milla Latih Persib Bandung, Shin Tae-yong Latih Persija Jakarta, Patrick Kluivert Latih Siapa?

Kolaborasi Komunitas untuk Tujuan Kemanusiaan

Jersey bersejarah itu kemudian masuk dalam agenda lelang amal yang menjadi bagian dari rangkaian acara Road to SJC Festival.

Kegiatan tersebut digagas oleh Surabaya Jersey Community (SJC) yang tengah merayakan hari jadinya ke-14.

Dalam pelaksanaannya, SJC berkolaborasi dengan salah satu media fanbase Persebaya Surabaya Emosi Jiwaku, serta Warkop Pitulikur.

Tujuan utamanya bukan sekadar melepas koleksi langka, tetapi mengumpulkan dana untuk kegiatan sosial yang lebih besar.

Ketua SJC, Yudha, mengakui lelang kali ini memiliki nilai tersendiri dibanding agenda serupa yang pernah mereka lakukan sebelumnya. Faktor prestasi Rivera sepanjang musim menjadi alasan utama tingginya antusiasme peserta.

“Lelang amal jersey Persebaya kali ini merupakan lelang yang cukup istimewa karena jersey yang dilelang merupakan jersey pemain yang menjadi top skorer dan top assist Persebaya musim 2025/2026 yaitu Francisco Rivera yang dikenakan di pertandingan terakhir melawan Persik Kediri,” ujar Yudha saat dihubungi JawaPos.com, Selasa (9/6/2026).

Yudha menjelaskan kerja sama dengan elemen suporter sudah beberapa kali dilakukan.

Namun kali ini hasil lelang diarahkan untuk membantu penyelenggaraan kegiatan keagamaan yang digelar sebuah komunitas di Kabupaten Gresik.

“Kegiatan lelang ini merupakan kerjasama kesekian kalinya kami dengan dulur-dulur Bonek, di mana kali ini diwakili oleh Hasan Tiro yang menjelaskan bahwa hasil lelang semuanya digunakan untuk membantu dan mensukseskan acara HUT UKHSAFI COPLER COMMUNITY yang ke-17 pada tanggal 18 Juli 2026 di Ponpes Assalafi Al Fithrah Kebomas, Kabupaten Gresik, Jawa Timur,” lanjutnya.

Dana Lelang untuk Kegiatan Keagamaan dan Sosial

Seluruh hasil lelang akan disalurkan untuk mendukung HUT UKHSAFI COPLER COMMUNITY ke-17. Kegiatan tersebut dikemas dalam agenda Majlis Dzikir Maulidurrasul SAW sekaligus menyambut Tahun Baru Islam 1448 Hijriah.

Acara dijadwalkan berlangsung pada Sabtu malam Ahad, 18 Juli 2026, di Pondok Pesantren Assalafi Al Fithrah, Kecamatan Kebomas, Kabupaten Gresik.

Melalui kegiatan bertajuk #wanimandiribersinergi itu, panitia berharap kolaborasi antara komunitas sepak bola dan komunitas sosial-keagamaan dapat terus berlanjut.

Bagi SJC, langkah ini menjadi pengalaman baru dalam mendukung kegiatan berbasis keagamaan. Mereka berharap agenda serupa dapat terus dikembangkan melalui berbagai kegiatan komunitas pada masa mendatang.

“Untuk lelang amal yang kami adakan kesekian kali ini, bagi SJC merupakan hal yang baru untuk terus membantu berbagai komunitas yang ingin mengadakan acara bersifat keagamaan seperti ini,” kata Yudha.

“Ke depannya mungkin di acara yang kami gelar bulan Juli nanti yaitu SJC Festival, kami juga akan mengadakan lelang amal lagi, dengan konsep dan insya Allah lebih bermanfaat lagi,” tambahnya.

Lelang akhirnya dimenangkan oleh Mohammad Luay dengan penawaran tertinggi senilai Rp 5.500.000.

Nilai tersebut menjadi penutup manis sebuah kisah yang menunjukkan sepak bola tidak hanya melahirkan gol dan kemenangan, tetapi juga solidaritas serta kepedulian terhadap sesama.

EDITOR: Banu Adikara