JawaPos.com — Ahmad Mujtaba Ilham Akbar menjadi bukti nyata keberhasilan sistem pembinaan Persebaya Surabaya setelah menjalani debut bersama tim utama saat menghadapi Persik Kediri di Stadion Gelora Bung Tomo, Sabtu (23/5/2026).
Meski hanya bermain enam menit, pemain berusia 19 tahun itu menunjukkan kesiapan hasil proses panjang yang dimulai dari kompetisi internal hingga menembus skuad senior Green Force.
Baca Juga: 3 Bintang Baru Sudah Deal! Persebaya Surabaya Siapkan Misi Besar Bernardo Tavares di Musim 100 Tahun
Bagaimana Jalur Pembinaan Persebaya Surabaya Mengantar Ilham ke Tim Utama?
Debut Ahmad Mujtaba Ilham Akbar bukan hasil yang datang secara instan.
Pemain yang berposisi sebagai full back kanan tersebut merupakan produk murni sistem pembinaan Persebaya Surabaya yang berjenjang dan berkelanjutan.
Perjalanannya dimulai dari tim internal PSAL Surabaya yang menjadi salah satu fondasi pembinaan pemain muda.
Setelah berkembang di level internal, Ilham kemudian mendapatkan kesempatan naik ke Persebaya Future Lab sebelum akhirnya memperkuat Persebaya U-20 di Elite Pro Academy Super League 2025/2026.
Sistem tersebut menjadi dua jenjang penting yang harus dilalui pemain muda sebelum mendapatkan peluang masuk ke tim utama.
Future Lab berfungsi sebagai wadah pengembangan pemain potensial, sedangkan Persebaya U-20 menjadi arena pembuktian kemampuan melalui kompetisi yang lebih kompetitif.
Keberadaan jalur pembinaan berlapis itu membuat proses promosi pemain berlangsung lebih terukur.
Mereka yang mampu menunjukkan perkembangan dan konsistensi performa akan memperoleh kesempatan naik ke level berikutnya.
Baca Juga: 7 Pemain Baru Masuk! Bruno Moreira Hengkang, Ini Prediksi Starting XI Persebaya
Apa yang Ditunjukkan Ilham Saat Debut Bersama Tim Utama?
Momen debut Ilham datang saat pertandingan melawan Persik Kediri memasuki menit ke-90. Pelatih Bernardo Tavares memberikan kesempatan kepada pemain muda tersebut untuk menggantikan Jefferson Silva.
Meski hanya mendapatkan enam menit bermain, Ilham tidak sekadar masuk untuk merasakan atmosfer pertandingan Super League. Ia langsung terlibat aktif dan mencatatkan dua tekel sepanjang penampilannya di lapangan.
Statistik tersebut memang terlihat sederhana.
Namun bagi pemain yang baru pertama kali tampil di kompetisi tertinggi Indonesia, keberanian melakukan duel dan menunjukkan agresivitas menjadi sinyal positif mengenai kesiapannya bersaing di level profesional.
"Alhamdulillah saya sangat bersyukur bisa mendapat kesempatan debut bersama tim utama. Ini momen yang sudah saya tunggu sejak lama. Saya tahu perjalanan belum selesai, justru ini baru awal,” ujar Ilham.
Pemain muda tersebut menyadari debut hanyalah langkah pertama dari perjalanan yang lebih panjang.
Kesempatan tampil bersama tim utama menjadi motivasi tambahan untuk terus berkembang dan meningkatkan kualitas permainan.
“Saya ingin terus belajar dari pemain senior, bekerja lebih keras lagi, dan membuktikan kalau pemain dari Future Lab juga bisa bersaing di level tertinggi," sambungnya.
Baca Juga: Tiru Langkah Michael Jordan, Mbappe Pertimbangkan Putus Kerja Sama dengan Nike
Mengapa Ilham Menjadi Salah Satu Produk Menonjol Musim Ini?
Kesempatan yang diterima Ilham tidak datang tanpa alasan. Sepanjang musim bersama Persebaya U-20, ia tampil cukup konsisten dan menjadi salah satu pemain penting di skuad muda Green Force.
Data statistik menunjukkan Ilham mencatatkan 17 penampilan di Elite Pro Academy Super League 2025/2026. Menariknya, pemain bertahan tersebut juga mampu menyumbangkan dua gol sepanjang musim.
Kontribusi terbesarnya tetap terlihat di sektor pertahanan. Ilham membukukan 54 tekel, 59 intersep, dan 19 sapuan yang menunjukkan kemampuannya dalam membaca permainan serta memutus serangan lawan.
Angka-angka tersebut menjadi modal kuat yang membuatnya mampu bersaing dalam sistem promosi dan degradasi pemain muda Persebaya Surabaya.
Persaingan yang ketat di lingkungan pembinaan membuat setiap pemain harus terus menjaga performa agar tidak kehilangan kesempatan berkembang.
Keberhasilan Ilham menembus tim utama sekaligus menjadi bukti sistem tersebut berjalan sesuai tujuan. Pemain yang menunjukkan kualitas dan konsistensi akan mendapatkan jalur menuju level yang lebih tinggi.
Baca Juga: Jurrien Timber Dipastikan Absen Bela Belanda di Piala Dunia 2026
Apa Target Ilham Setelah Menjalani Debut?
Meski telah mencatatkan debut profesional, Ilham menegaskan dirinya belum merasa puas. Ia ingin menjadikan momen tersebut sebagai pijakan untuk memperoleh kesempatan bermain yang lebih besar pada musim mendatang.
Menurutnya, saat dipercaya masuk ke lapangan, fokus utama hanya menjalankan instruksi pelatih dan memberikan kontribusi maksimal bagi tim. Ia tidak ingin sekadar menjadi pelengkap dalam skuad utama.
"Saat masuk ke lapangan, saya hanya berpikir menjalankan instruksi pelatih dan bermain semaksimal mungkin. Saya tidak ingin hanya masuk dan merasakan atmosfer, saya ingin menunjukkan kalau saya siap ketika dibutuhkan," tambahnya.
Target berikutnya adalah mendapatkan menit bermain lebih banyak bersama tim utama Persebaya Surabaya. Ilham memahami persaingan di level senior jauh lebih berat sehingga peningkatan kualitas harus terus dilakukan setiap hari.
"Saya berharap musim depan bisa mendapatkan lebih banyak kesempatan bermain dan terus berkembang. Saya ingin terus meningkatkan kemampuan, membantu tim meraih hasil terbaik, dan membuktikan bahwa saya layak berada di tim utama," ucap Ilham.
Selain pengalaman bertanding, Ilham juga mengaku memperoleh banyak pelajaran selama berlatih bersama skuad senior.
Salah satu sosok yang memberikan pengaruh besar dalam perkembangannya adalah pelatih Bernardo Tavares.
Menurut Ilham, pelatih asal Portugal tersebut sangat menekankan disiplin, kerja keras, dan perhatian terhadap detail kecil dalam setiap sesi latihan.
Nilai-nilai itu menjadi bekal penting bagi pemain muda yang ingin bertahan di level profesional.
"Coach Bernardo banyak memberikan pelajaran untuk saya. Beliau selalu menuntut pemain bekerja keras dan disiplin dalam setiap sesi latihan. Saya merasa banyak belajar, terutama soal mental, fokus, dan bagaimana harus bersikap sebagai pemain profesional," tuturnya.
Kisah Ilham menjadi gambaran nyata jalur pembinaan Persebaya Surabaya masih terus menghasilkan talenta baru.
Dari kompetisi internal, Future Lab, Persebaya U-20, hingga tim utama, proses panjang tersebut kini mulai membuahkan hasil dan membuka harapan lahirnya generasi baru Green Force di masa depan.Nama Penulis: MOCH. RIZKY PRATAMA PUTRA - mochrizkypp@outlook.com
Rubrik/Kanal: Sepak Bola Indonesia
Tagging: Persebaya Surabaya, Bernardo Tavares, Future Lab, Ahmad Ilham, Persebaya U-20