← Beranda
Bung Towel Pertanyakan Pemanggilan Muhammad Ferarri ke Timnas Indonesia, Layak atau Tidak?
Andre Rizal HanafiSenin, 8 Juni 2026 | 13.41 WIB
Komentator sepak bola Indonesia Bung Towel. (Istimewa)

 

JawaPos.com - Bung Towel kembali menyoroti kebijakan pemanggilan pemain Timnas Indonesia. Kali ini, nama Muhammad Ferarri menjadi bahan perdebatan setelah tetap masuk dalam radar tim nasional meski sempat mengalami cedera dan minim menit bermain di level klub.

Komentator sepak bola Indonesia Bung Towel mempertanyakan dasar pemanggilan bek muda Muhammad Ferarri ke Timnas Indonesia. Pernyataan tersebut disampaikan beberapa hari lalu dan langsung memicu diskusi di kalangan pencinta sepak bola nasional.

Dalam komentarnya, Bung Towel menilai bahwa pemanggilan pemain ke tim nasional senior seharusnya lebih menitikberatkan pada performa terkini dibandingkan potensi yang dimiliki pemain.

Baca Juga: Sosok Ken Shellito, Legenda Chelsea yang Jadi Panutan Bojan Hodak dalam Memimpin Pemain Persib

“Dasarnya apa memanggil Ferarri? Dia lama cedera, lalu menit bermain juga kurang, tetapi tetap dipanggil. Bukankah untuk level senior yang dilihat adalah performa, bukan potensi?” ujar Bung Towel.

Pernyataan itu kemudian memunculkan dua kubu pendapat. Sebagian setuju bahwa performa di klub harus menjadi tolok ukur utama dalam menentukan pemain yang layak memperkuat Timnas Indonesia. 

Namun, tidak sedikit pula yang menilai Ferarri masih layak mendapatkan kesempatan. Sebab, dia sudah memiliki kualitas dan pengalaman internasional. 

Baca Juga: Sukses Besarkan Alphonso Davies, John Herdman Dinilai Cocok Kembangkan Bakat Dony Tri Pamungkas Deskrip

Muhammad Ferarri sendiri bukan nama asing di sepak bola Indonesia. Bek kelahiran Jakarta, 21 Juni 2003 itu telah menjadi bagian dari berbagai kelompok umur Timnas Indonesia sejak usia muda. Dia dikenal sebagai pemain yang mampu beroperasi sebagai bek tengah maupun bek kanan.

Karirnya mulai mencuri perhatian saat membela Persija Jakarta. Bersama klub ibu kota itu, Ferarri mencatatkan 71 penampilan di level senior sebelum kemudian bergabung dengan Bhayangkara FC 2025. Hingga Januari 2026, dia telah tampil dalam 12 pertandingan bersama klub barunya.

Di level internasional, Ferarri memiliki rekam jejak yang cukup mengesankan untuk pemain seusianya. Dia membela Timnas Indonesia U-20 dalam 20 pertandingan dan mencetak lima gol.

Bersama Timnas U-23, dia mengoleksi 25 caps dan dua gol, termasuk menjadi bagian penting skuad yang meraih medali emas SEA Games 2023. Sementara di tim nasional senior, Ferarri telah mengumpulkan delapan penampilan dan mencetak dua gol.

Catatan itu tergolong cukup baik untuk seorang pemain bertahan yang baru berusia 22 tahun. Pendukung Ferarri berpendapat bahwa pelatih tentu memiliki pertimbangan tersendiri saat memanggil pemain.

Selain performa, faktor kebutuhan taktik, karakter bermain, pengalaman di lingkungan tim nasional, hingga fleksibilitas posisi juga sering menjadi pertimbangan penting.

Baca Juga: Victor Lai Kejutkan Jonatan Christie di Final Indonesia Open 2026, Ternyata Ada Campur Tangan Pelatih Indonesia

Di sisi lain, kritik Bung Towel juga dianggap relevan. Dalam sepak bola modern, konsistensi bermain di level klub memang menjadi salah satu indikator utama untuk mengukur kesiapan pemain menghadapi persaingan internasional.

Perdebatan mengenai Ferarri pada akhirnya menunjukkan tingginya perhatian publik terhadap Timnas Indonesia. Setiap keputusan pemanggilan pemain kini selalu mendapat sorotan, terutama ketika menyangkut pemain yang sedang berjuang mendapatkan kembali performa terbaiknya setelah cedera.

Terlepas dari pro dan kontra yang muncul, Muhammad Ferarri tetap menjadi salah satu bek muda potensial yang dimiliki Indonesia saat ini. Dengan nilai pasar yang menurut Transfermarkt mencapai sekitar Rp4,35 miliar, ia masih memiliki waktu panjang untuk membuktikan kualitasnya, baik di level klub maupun bersama Timnas Indonesia.

Baca Juga: Bukan Taktik, Ini Fokus Awal Bojan Hodak yang Mengubah Wajah Persib Bandung

Kini, yang menarik untuk dinantikan adalah apakah Ferarri mampu menjawab keraguan tersebut melalui penampilan di lapangan. Sebab pada akhirnya, performa dalam pertandingan adalah jawaban terbaik bagi setiap perdebatan.

EDITOR: Latu Ratri Mubyarsah