JawaPos.com - Nama John Herdman kembali menjadi perbincangan di kalangan pecinta sepak bola Tanah Air. Terutama terkait berbagai pembahasan mengenai pemain muda yang berpotensi berkembang di bawah arahannya.
Salah satu warisan terbesar pelatih asal Inggris John Herdman tersebut saat menangani Timnas Kanada adalah keberaniannya memberikan ruang kepada pemain muda berbakat, termasuk Alphonso Davies. Davies menjalani debut bersama Timnas Kanada saat usianya masih sangat muda.
Di bawah pengelolaan Herdman, pemain yang kini menjadi salah satu bintang sepak bola dunia itu tidak hanya berkembang secara teknis, tetapi juga semakin matang dalam memahami berbagai peran di lapangan. Menariknya, perjalanan Davies tidak selalu identik dengan posisi yang saat ini melekat padanya.
Meski dikenal sebagai bek kiri modern, pemain Bayern Munchen tersebut pernah dimainkan di sejumlah posisi berbeda. Mulai dari sayap kiri, gelandang serang, hingga second striker pernah dicoba untuk memaksimalkan potensi yang dimilikinya.
Pendekatan itu membuat Davies tumbuh menjadi pemain serba bisa. Kecepatan, kemampuan membawa bola, kreativitas, hingga kontribusi bertahan berkembang secara seimbang. Fleksibilitas tersebut kemudian menjadi salah satu kekuatan utama Kanada dalam beberapa tahun terakhir.
Melihat rekam jejak tersebut, muncul spekulasi menarik terkait potensi pemain muda Indonesia yang bisa mendapatkan sentuhan serupa. Salah satu nama yang mulai sering disebut adalah Dony Tri Pamungkas.
Baca Juga: Bukan Taktik, Ini Fokus Awal Bojan Hodak yang Mengubah Wajah Persib Bandung
Pemain muda yang dikenal beroperasi di sisi kiri lapangan itu memiliki karakteristik yang cukup menarik. Selain mampu bermain sebagai bek kiri, Dony juga memiliki kemampuan membantu serangan dan aktif melakukan pergerakan di area lawan. Kemampuan adaptasi inilah yang membuat banyak pengamat menilai dirinya memiliki ruang berkembang yang besar.
Dalam sepak bola modern, pemain yang mampu mengisi beberapa posisi menjadi aset berharga bagi sebuah tim. Dony dinilai memiliki fondasi untuk berkembang ke arah tersebut apabila mendapatkan pendampingan dan program pengembangan yang tepat.
Tentu saja, membandingkan Dony dengan Alphonso Davies saat ini masih terlalu dini. Davies telah membuktikan kualitasnya di level tertinggi sepak bola Eropa dan internasional. Namun, kisah sukses pemain Kanada tersebut menunjukkan bahwa talenta muda yang dibimbing dengan baik dapat berkembang jauh melampaui ekspektasi awal.
Jika John Herdman benar-benar mendapatkan kesempatan membangun generasi baru sepak bola Indonesia, menarik untuk melihat apakah Dony Tri Pamungkas bisa menjadi salah satu proyek pengembangan jangka panjangnya. Seperti halnya Davies beberapa tahun lalu, perjalanan besar terkadang dimulai dari keberanian memberikan kesempatan kepada pemain muda untuk terus berkembang