← Beranda
Bukan Taktik, Ini Fokus Awal Bojan Hodak yang Mengubah Wajah Persib Bandung
Andre Rizal HanafiSenin, 8 Juni 2026 | 12.51 WIB
Bojan Hodak resmi jadi Shareholder Group Technical Advisor Persib Bandung. (Instagram @persib)

 

JawaPos.com - Kesuksesan Persib Bandung menorehkan sejarah bersama pelatih Bojan Hodak ternyata tidak hanya dibangun lewat strategi di lapangan. Di balik pencapaian tersebut, ada pendekatan sederhana namun penting yang dilakukan Bojan sejak hari pertamanya menangani Maung Bandung.

Kisah tersebut terungkap dalam dokumenter The Untold Stories Episode 2: Bojan's ‘Slap’, Rewrite Persib History yang tayang di PERSIB TV. Dokumenter itu mengangkat berbagai sisi yang jarang diketahui publik mengenai perjalanan sang pelatih dalam mengubah arah tim hingga akhirnya meraih prestasi membanggakan.

Salah satu cerita menarik datang dari pengamatan terhadap metode kerja Bojan saat pertama kali tiba di Bandung. Pada hari pertamanya, dia langsung memberikan tugas kepada para pemain untuk menyusun starting XI versi mereka masing-masing.

Baca Juga: Enriko Papa Masuk Radar Persib Bandung, Ini Kelebihan dan Kekurangan Gelandang FC Botosani asal Albania

Sekilas, langkah tersebut mungkin terlihat sederhana. Namun di balik itu, terdapat tujuan yang jauh lebih besar daripada sekadar menentukan siapa yang layak menjadi starter.

Bojan diyakini sudah memiliki gambaran awal mengenai skuad Persib melalui data pertandingan, rekaman video, hingga hasil pengamatan latihan. Karena itu, tugas menyusun susunan pemain lebih ditujukan untuk membaca kondisi mental dan pola pikir para pemain saat itu.

Melalui cara tersebut, dia dapat melihat siapa saja pemain yang masih memiliki rasa percaya diri tinggi, siapa yang mulai kehilangan keyakinan, hingga siapa yang tetap memiliki mental kompetitif di tengah situasi tim yang sedang tidak ideal.

Baca Juga: Garudayaksa FC Mulai Rombak Skuad, Everton dan Vytas Pergi, PSIS Intai Sejumlah Pemain Lokal Tim Berjuluk The Spirit Of Garuda

Dalam sepak bola modern, aspek psikologis sering kali menjadi faktor yang sama pentingnya dengan kualitas teknis. Tim yang sedang mengalami periode sulit kerap membutuhkan pemulihan mental sebelum mampu menunjukkan performa terbaiknya di lapangan.

Menariknya, fokus awal Bojan bukan langsung memperbaiki lini serang atau merancang skema permainan yang rumit. Dia justru lebih dulu berupaya mengembalikan kepercayaan diri para pemain bertahan.

Pendekatan tersebut dinilai masuk akal. Ketika pemain belakang tampil ragu-ragu, dampaknya bisa dirasakan oleh seluruh tim.

Kesalahan kecil di area pertahanan sering memicu kepanikan, menurunkan kepercayaan diri rekan setim, dan akhirnya memengaruhi permainan secara keseluruhan. Sebaliknya, lini belakang yang solid dapat menjadi fondasi bagi tim untuk bermain lebih tenang dan percaya diri.

Dari titik itulah, perlahan Persib mulai menemukan kembali identitas permainannya. Metode yang diterapkan Bojan menunjukkan bahwa tugas seorang pelatih tidak hanya membaca jalannya pertandingan, tetapi juga memahami karakter serta kondisi mental para pemain yang dipimpinnya.

Kini, setelah berbagai pencapaian yang berhasil diraih bersama Persib, banyak pendukung mulai menyadari bahwa pengaruh Bojan tidak hanya terlihat dari hasil akhir di papan klasemen. Sentuhan kepemimpinannya juga meninggalkan jejak yang terasa dalam kultur dan mentalitas tim.

Baca Juga: Jelang Timnas Indonesia vs Mozambik: Marselino Ferdinan Gabung Latihan, Justin Hubner Jadi Penonton di Pinggir Lapangan

Tak heran jika banyak Bobotoh menilai era Bojan Hodak sebagai salah satu periode paling berkesan dalam perjalanan modern Persib Bandung.

EDITOR: Latu Ratri Mubyarsah