← Beranda
Mengenang Mendiang Rusdy Bahalwan, Sosok Pertama yang Antar Persebaya Surabaya Juara Sebagai Kapten dan Pelatih
Moch. Rizky Pratama PutraSenin, 8 Juni 2026 | 01.22 WIB
Skuad juara Persebaya 1996/1997 di bawah komando Rusdy Bahalwan dan asisten pelatih Subodro. (istimewa/JawaPos.com)

 

JawaPos.com — Legenda Persebaya Surabaya, Rusdy Bahalwan, kembali dikenang pada peringatan hari kelahirannya, Minggu (7/6/2026). Sosok yang lahir pada 7 Juni 1941 itu tercatat dalam sejarah sebagai figur pertama yang mampu membawa Persebaya Surabaya menjadi juara kompetisi nasional sebagai pemain sekaligus kapten, lalu mengulang prestasi serupa saat menjadi pelatih.

Salah satu akun fanbase Persebaya Surabaya, @stats_rawon, membagikan kisah perjalanan Rusdy Bahalwan melalui unggahan Instagram mereka.

Dalam grafis yang dibagikan, nama Rusdy Bahalwan ditempatkan sebagai salah satu legenda terbesar sepak bola Surabaya dan Indonesia yang kiprahnya masih dikenang hingga kini.

Baca Juga: Fakta Unik Nomor 10 Persebaya, Sejak 2018 Tidak Ada Pemain yang Pakai Angka Itu Lebih dari Dua Musim

Bagaimana Rusdy Bahalwan Mengukir Sejarah Bersama Persebaya Surabaya?

Rusdy Bahalwan menjadi sosok yang sangat istimewa dalam sejarah Persebaya Surabaya karena mampu meraih gelar juara dari dua peran berbeda.

Prestasi itu belum banyak dicapai oleh figur lain dalam perjalanan panjang klub asal Kota Pahlawan tersebut.

Baca Juga: Bocor! Alasan Terbesar Malik Risaldi Pilih Bertahan dan Perpanjang Kontrak di Persebaya Surabaya

Sebagai pemain sekaligus kapten, Rusdy Bahalwan membawa Persebaya Surabaya menjuarai Kompetisi Perserikatan musim 1977/1978.

Pada laga final, Green Force berhasil mengalahkan Persija dengan skor 4-3 dalam pertandingan yang dikenang sebagai salah satu momen bersejarah klub.

Hampir dua dekade kemudian, Rusdy kembali mencatatkan namanya dalam tinta emas sejarah Persebaya Surabaya.

Kali ini, ia berdiri di tepi lapangan sebagai pelatih yang sukses mengantarkan tim menjadi juara Liga Kansas musim 1996/1997.

Pada partai final musim 1996/1997, Persebaya Surabaya menundukkan Mastrans Bandung Raya dengan skor 3-1.

Kemenangan itu melengkapi catatan unik Rusdy sebagai sosok pertama yang merasakan gelar juara bersama klub sebagai pemain dan pelatih.

Apa Kata Fanbase Tentang Sosok Rusdy Bahalwan?

Dalam unggahan peringatannya, @stats_rawon menyebut Rusdy Bahalwan sebagai salah satu putra terbaik yang pernah dimiliki Persebaya Surabaya.

Baca Juga: Ernando Ari Bikin Netizen Salfok! Kiper Persebaya Surabaya Ini Ternyata Gemar Mancing di Laut dan Bawa Joran Sendiri

Pengabdian panjangnya kepada sepak bola membuat namanya tetap hidup meski telah berpulang pada 7 Agustus 2011.

"Hari ini, kita mengenang hari kelahiran H. Rusdy Bahalwan, salah satu putra terbaik yang pernah dimiliki Persebaya Surabaya. Lahir pada 7 Juni 1941, Rusdy bukan sekadar legenda lapangan hijau, tetapi juga sosok yang mengabdikan hidupnya untuk sepak bola dan masyarakat," tulis akun tersebut.

Sebagai bek sayap kiri, Rusdy dikenal memiliki karakter tangguh dan disiplin tinggi. Kontribusinya di lapangan menjadi bagian penting dari perjalanan emas Persebaya Surabaya pada era Perserikatan.

Baca Juga: Bruno Moreira Tinggalkan Persebaya, Bernardo Tavares Kenang Peran Besar sang Kapten

"Sebagai bek sayap kiri tangguh, H. Rusdy Bahalwan menjadi bagian penting perjalanan emas Persebaya. Ia merasakan gelar juara bersama Bajol Ijo sebagai pemain di Kompetisi Perserikatan musim 1977/78, lalu kembali mengukir sejarah sebagai pelatih yang membawa Persebaya meraih kampiun Liga Kansas 1996/97," lanjut keterangan tersebut.

Kiprah di Timnas Indonesia dan Dunia Dakwah

Nama Rusdy Bahalwan tidak hanya besar di lingkungan Persebaya Surabaya. Kiprahnya juga tercatat dalam sejarah sepak bola nasional ketika dipercaya menangani Timnas Indonesia pada ajang Piala Tiger 1998.

Pengalaman dan kepemimpinannya membuat Rusdy menjadi salah satu pelatih yang mendapat tempat tersendiri di hati pencinta sepak bola Indonesia.

Dedikasinya untuk perkembangan sepak bola nasional terus dikenang hingga saat ini.

"Namanya juga tercatat dalam sejarah sepak bola nasional saat menangani Timnas Indonesia di Piala Tiger 1998," tulis akun @stats_rawon.

Namun, warisan Rusdy Bahalwan tidak berhenti di dunia sepak bola. Di luar lapangan, ia dikenal sebagai seorang da'i yang aktif menyebarkan nilai-nilai kebaikan kepada masyarakat.

Baca Juga: Resmi! Malik Risaldi Perpanjang Kontrak di Persebaya Surabaya, Pemain Kunci Bernardo Tavares Musim Depan

Figur Rusdy dianggap berhasil menunjukkan seorang legenda tidak hanya diukur dari jumlah trofi atau kemenangan yang diraih.

Keteladanan sikap dan kontribusi positif kepada lingkungan juga menjadi bagian penting dari warisan yang ditinggalkan.

"Di luar sepak bola, Rusdy Bahalwan dikenang sebagai seorang da'i yang menebarkan nilai-nilai kebaikan dan keteladanan. Ia membuktikan bahwa seorang legenda tidak hanya dikenang karena prestasinya, tetapi juga karena akhlak dan pengaruh positif yang ditinggalkannya," tulis akun tersebut.

Warisan yang Tetap Hidup di Hati Bonek

Lebih dari satu dekade setelah kepergiannya, nama Rusdy Bahalwan masih sering disebut ketika membicarakan sosok berpengaruh dalam sejarah Persebaya Surabaya.

Baca Juga: Mihailo Perovic Masuk Daftar! Berikut 3 Pemain Era Eduardo Perez yang Tidak Dipertahankan Persebaya Surabaya Musim Depan

Prestasinya sebagai kapten juara dan pelatih juara menjadi pencapaian yang sulit ditandingi.

Semangat juang, kedisiplinan, serta kecintaannya kepada Persebaya Surabaya menjadi nilai yang terus diwariskan kepada generasi berikutnya.

Tak heran jika setiap peringatan hari kelahirannya selalu menjadi momentum bagi Bonek untuk mengenang jasa-jasa sang legenda.

"Al-Fatihah untukmu (alm.) H. Rusdy Bahalwan. Namamu akan selalu hidup dalam sejarah Persebaya dan hati para pencinta sepak bola Tanah Air," tutup unggahan tersebut.

EDITOR: Edi Yulianto