← Beranda
Menuju Persebaya Surabaya, Kasus Yuran Fernandes Sempat Jadi Sorotan FIFPRO
HendraSabtu, 6 Juni 2026 | 15.51 WIB
Yuran Fernandes (kedua kanan) saat menghadapi Persebaya. Yuran Fernandes menjadi sorotan FIFPRO setelah sanksi 12 bulan yang sempat diterimanya dipangkas menjadi tiga bulan. Bek PSM Makassar itu kini juga dirumorkan masuk radar Persebaya Surabaya. (Dok. ANTARA)

JawaPos.com – Di saat rumor kepindahannya ke Persebaya Surabaya semakin santer, Yuran Fernandes sempat mendapat perhatian internasional. FIFPRO menyoroti perjuangan kapten PSM Makassar itu setelah pernah dijatuhi sanksi 12 bulan akibat unggahan di media sosial.

Organisasi pemain sepak bola dunia, FIFPRO, mewawancarai eks kapten PSM Makassar itu terkait kasus hukuman yang sempat menimpanya pada musim lalu.

Yuran sebelumnya dijatuhi sanksi larangan bermain selama 12 bulan oleh PSSI setelah mengunggah komentar di media sosial terkait keputusan wasit dalam pertandingan melawan PSS Sleman. Saat itu, gol yang dicetak Yuran dianulir melalui tinjauan VAR.

Sanksi tersebut memicu gelombang dukungan dari pemain lokal maupun asing yang berkompetisi di Indonesia. Asosiasi Pesepakbola Profesional Indonesia (APPI) turut memberikan pendampingan hukum dalam proses banding.

Hasilnya, Komite Banding memangkas hukuman Yuran menjadi tiga bulan. Keputusan itu membuat bek berusia 30 tahun tersebut tetap bisa tampil pada awal musim kompetisi berikutnya.

"Saya merasa jauh lebih baik dibanding sebelumnya. Banyak orang di Indonesia menilai hukuman 12 bulan karena sebuah komentar tidak adil dan tidak masuk akal," kata Yuran dalam wawancara dengan FIFPRO.

Meski demikian, mantan pemain tim nasional Tanjung Verde itu mengaku belajar banyak dari kasus tersebut. Dia tetap percaya kebebasan berpendapat merupakan hal penting, tetapi menyadari bahwa penyampaian pendapat juga harus dilakukan dengan cara yang tepat.

"Saya masih menganggap kebebasan berbicara adalah sesuatu yang fundamental. Tetapi saya juga belajar bahwa saya harus memilih kata-kata dengan lebih baik dan memikirkan siapa saja yang bisa terdampak oleh pernyataan tersebut," lanjutnya.

Dukungan yang diterimanya selama proses banding juga meninggalkan kesan mendalam. Menurut Yuran, banyak pemain dari berbagai klub menghubunginya secara pribadi untuk menunjukkan solidaritas.

Baca Juga: Total Harga Pasaran Rp 25,20 Miliar! 6 Pemain Asing Tinggalkan Persebaya Surabaya, Bernardo Tavares Siapkan Wajah Baru

"Banyak pemain mengirim pesan bahwa mereka mendukung saya. Bahkan ada suporter klub lain yang mengatakan mereka berada di pihak saya. Itu membuat saya merasa tidak sendirian," ujarnya.

Karakter kepemimpinan seperti itulah yang diyakini menjadi salah satu alasan Yuran tetap diminati sejumlah klub besar Indonesia. Apalagi, selama tiga musim membela PSM, dia dikenal sebagai sosok pemimpin di ruang ganti sekaligus figur sentral di lini belakang.

Dalam wawancara yang sama, Yuran juga menunjukkan kepeduliannya terhadap perkembangan sepak bola Indonesia. Dia berharap para pemain tidak takut menyuarakan pendapat selama dilakukan secara bertanggung jawab.

"Saya sudah tinggal di Indonesia selama tiga tahun. Keluarga saya ada di sini dan saya memiliki banyak teman di sini. Saya tidak memiliki keluhan tentang Indonesia sebagai negara. Tetapi kami harus melakukan sesuatu agar sepak bola di sini bisa berkembang lebih baik," tegasnya.

Pernyataan tersebut bisa menjadi sinyal menarik bagi Persebaya. Jika rumor transfer itu benar-benar terwujud, Green Force tidak hanya berpotensi mendapatkan bek tangguh, tetapi juga sosok pemimpin yang memiliki pengaruh kuat di dalam maupun di luar lapangan.

Hingga kini belum ada konfirmasi resmi dari Persebaya maupun Yuran Fernandes terkait kabar kepindahannya ke Surabaya. Namun, namanya terus masuk dalam daftar pemain yang paling santer dikaitkan dengan Green Force pada bursa transfer Super League musim ini.

Baca Juga: Susul Bruno Moreira, Mihailo Perovic Pamit Hengkang dari Persebaya Surabaya dan Kirim Pesan ke Bonek dan Bonita

EDITOR: Hendra