JawaPos.com — Perpisahan Bruno Moreira dengan Persebaya Surabaya akhirnya menjadi kenyataan setelah sang kapten memutuskan melanjutkan karier di luar Indonesia. Keputusan pemain asal Brasil itu menutup perjalanan empat musim penuh dedikasi bersama Green Force sekaligus meninggalkan kehilangan besar bagi tim, suporter, dan Kota Surabaya.
Bruno Moreira menyampaikan salam perpisahan pada Selasa (2/6/2026) sore melalui pesan emosional yang ditujukan kepada seluruh keluarga besar Persebaya Surabaya.
Pemain berusia 27 tahun tersebut mengakhiri kiprahnya setelah menjadi salah satu figur paling berpengaruh dalam skuad selama beberapa musim terakhir.
Mengapa Kepergian Bruno Moreira Begitu Membekas?
Bruno Moreira bukan sekadar pemain asing biasa bagi Persebaya Surabaya.
Selama empat musim dalam dua periode berbeda, ia berkembang menjadi kapten tim, pemimpin di ruang ganti, sekaligus sosok yang memiliki ikatan kuat dengan Bonek dan Bonita.
Perannya tidak hanya terlihat saat pertandingan berlangsung.
Kehadirannya juga menjadi simbol konsistensi dan semangat juang yang terus diperlihatkan dalam berbagai situasi, baik ketika tim berada dalam tren positif maupun menghadapi masa sulit.
Dalam pesan perpisahannya, Bruno mengungkapkan rasa bangga karena pernah dipercaya memimpin salah satu klub terbesar di Indonesia.
Ia mengaku mendapatkan banyak pelajaran berharga selama mengenakan seragam hijau kebanggaan Kota Pahlawan.
"Merasa terhormat dapat menjadi pemimpin di sebuah klub yang kaya akan sejarah dan prestasi, bersama sekelompok pemain yang luar biasa, telah mengajarkan saya satu pelajaran penting yaitu tidak ada seorang pun yang lebih besar dari yang lain. Kita semua setara, disatukan oleh mimpi dan tujuan yang sama," ujar Bruno.
Pernyataan tersebut menggambarkan karakter kepemimpinan yang selama ini melekat pada dirinya.
Tidak heran jika banyak pendukung Persebaya Surabaya menilai Bruno sebagai salah satu kapten terbaik yang pernah dimiliki klub dalam beberapa tahun terakhir.
Bernardo Tavares Sempat Berusaha Mempertahankannya
Keputusan Bruno Moreira hengkang ternyata tidak terjadi begitu saja.
Pelatih Persebaya Surabaya Bernardo Tavares mengungkapkan dirinya sempat melakukan pembicaraan langsung dengan sang pemain setelah pertandingan terakhir musim ini melawan Persik Kediri.
Pelatih asal Portugal tersebut mencoba meyakinkan Bruno untuk tetap bertahan dan menerima kontrak baru yang telah disiapkan manajemen.
Namun, situasi akhirnya berjalan berbeda karena pemain asal Brasil itu sudah memiliki sejumlah tawaran menarik dari luar Indonesia.
"Setelah pertandingan terakhir, saya sempat berbicara langsung dengannya. Saya mencoba meyakinkannya untuk bertahan dan menerima kontrak baru bersama Persebaya. Namun, Bruno menjelaskan bahwa dia memiliki beberapa tawaran dari luar Indonesia dan ingin mempertimbangkan masa depannya bersama agen yang mendampinginya,” ujar Tavares.
Meski gagal mempertahankan kaptennya, Bernardo Tavares memilih menghormati keputusan tersebut. Baginya, setiap pemain memiliki hak menentukan masa depan terbaik untuk karier profesional maupun keluarganya.
“Pada akhirnya, dia memutuskan untuk melanjutkan karier di tempat lain. Tentu kami menghormati keputusan tersebut. Dalam sepak bola, setiap pemain memiliki hak untuk menentukan jalan terbaik bagi karier dan keluarganya."
“Semoga sukses untuk Bruno dalam perjalanan karier berikutnya,” tambah pelatih berusia 46 tahun tersebut.
Pernyataan itu sekaligus menjadi pesan terakhir Bernardo Tavares yang mengiringi kepergian salah satu pemain paling berpengaruh dalam skuad Persebaya Surabaya musim ini.
Seberapa Besar Kontribusi Bruno untuk Persebaya Surabaya?
Kontribusi Bruno Moreira sepanjang musim 2025/26 menjadi bukti mengapa kepergiannya sulit tergantikan. Dari 28 pertandingan yang dijalani, ia mampu mencatatkan 12 gol dan tujuh assist.
Catatan tersebut menjadikannya salah satu motor serangan utama Green Force sepanjang kompetisi.
Tidak hanya mencetak gol, Bruno juga berperan besar dalam membangun kreativitas permainan dan membantu rekan-rekannya menciptakan peluang.
Performa impresif itu melanjutkan konsistensi yang telah ditunjukkannya selama empat musim terakhir. Statistik menjadi bukti Bruno selalu mampu memberikan kontribusi nyata setiap kali dipercaya turun ke lapangan.
Di luar performa individu, pengaruhnya sebagai kapten juga menjadi faktor penting dalam menjaga stabilitas tim.
Kehadiran pemain bernomor punggung 10 itu sering kali menjadi pembeda ketika Persebaya Surabaya membutuhkan sosok pemimpin di lapangan.
Warisan yang Akan Sulit Dilupakan
Warisan Bruno Moreira tidak hanya tercermin dari catatan musim ini. Selama membela Persebaya Surabaya, ia berhasil mengoleksi total 39 gol di seluruh kompetisi.
Jumlah tersebut membuat namanya sejajar dengan legenda klub, David da Silva, sebagai pemain asing dengan torehan gol terbanyak kedua sepanjang sejarah Persebaya Surabaya.
Posisi puncak masih ditempati Jacksen F. Tiago yang mengoleksi 42 gol.
Pencapaian itu menunjukkan betapa besar kontribusi Bruno dalam sejarah modern Green Force.
Ia tidak hanya datang sebagai pemain asing, tetapi berhasil menempatkan namanya di jajaran pemain paling berpengaruh yang pernah mengenakan seragam Persebaya Surabaya.
Kini nomor punggung 10 akan menemukan pemilik baru pada musim mendatang.
Namun dedikasi, kepemimpinan, dan kenangan yang ditinggalkan Bruno Moreira dipastikan akan terus hidup dalam ingatan Bonek, Bonita, dan seluruh keluarga besar Persebaya Surabaya.
Perjalanan Bruno bersama Green Force memang telah berakhir. Namun kisah empat musim yang penuh perjuangan itu akan selalu menjadi bagian penting dalam sejarah panjang klub kebanggaan Kota Surabaya tersebut.