JawaPos.com - Persija Jakarta mulai mengerucutkan pencarian pelatih baru untuk musim 2026/2027 setelah resmi berpisah dengan Mauricio Souza. Nama pelatih asal Meksiko Benjamin Mora kini mencuat sebagai kandidat kuat pengganti, bahkan muncul sinyal menarik dari internal Macan Kemayoran yang membuat rumor tersebut semakin panas.
Keputusan Persija Jakarta mengakhiri kerja sama dengan Mauricio Souza diumumkan setelah target yang disepakati pada awal musim gagal tercapai. Meski demikian, pelatih asal Brasil itu tetap meninggalkan catatan positif selama menukangi tim ibu kota.
Mauricio Souza berhasil membawa Persija Jakarta mencatat 71 poin dari 34 pertandingan Super League 2025/2026. Raihan tersebut berasal dari 22 kemenangan, lima hasil imbang, dan tujuh kekalahan, sekaligus menjadi perolehan poin tertinggi klub dalam satu dekade terakhir sejak kompetisi kembali menggunakan format satu wilayah.
Baca Juga: Bruno Moreira Pergi, Persebaya Bergerak Cepat Incar Winger Asal Portugal
Direktur Persija Jakarta Mohamad Prapanca, mengapresiasi kontribusi Mauricio Souza selama semusim terakhir. Menurut dia, sang pelatih berhasil membangun karakter permainan yang kuat meski gagal memenuhi target utama klub.
“Coach Mauricio telah membawa karakter yang kuat bagi wajah Persija musim ini. Namun, karena tidak tercapainya target yang ditentukan di awal kontrak, maka kami sepakat untuk tidak melanjutkan kebersamaan,” ujar Mohamad Prapanca.
Mengapa Benjamin Mora Masuk Radar Persija Jakarta?
Benjamin Mora menjadi salah satu nama yang ramai dikaitkan dengan Persija Jakarta dalam beberapa hari terakhir. Kabar tersebut pertama kali mencuat melalui unggahan akun fanbase Persija Jakarta, @tigerisredcom, yang menyebut pelatih asal Meksiko itu masuk daftar kandidat yang dipantau manajemen.
Baca Juga: Update Rumor Persija Jakarta: Jean Mota Dikabarkan Hengkang, Rodrigo Bassani Jadi Opsi Menarik?
Dalam unggahannya, disebutkan jika Persija Jakarta memang sedang mencari pelatih baru dan Benjamin Mora menjadi salah satu opsi yang dipertimbangkan. Selain Mora, terdapat beberapa pelatih asing lain yang juga masuk radar Macan Kemayoran.
Rumor tersebut semakin menarik karena Benjamin Mora saat ini berstatus tanpa klub. Pelatih berusia 46 tahun itu resmi berpisah dengan klub Liga Utama China, WH Three Towns, pada 8 Mei 2026.
Situasi tersebut membuat Persija Jakarta memiliki peluang besar jika benar-benar serius memboyongnya. Pasalnya, klub tidak perlu mengeluarkan biaya kompensasi kepada klub lain karena Mora tersedia dengan status bebas transfer.
Sinyal dari Ricky Nelson Jadi Perhatian Jakmania
Muncul indikasi lain yang membuat nama Benjamin Mora semakin ramai diperbincangkan oleh pendukung Persija Jakarta. Salah satu asisten pelatih Persija Jakarta, Ricky Nelson, diketahui mengikuti akun Instagram Benjamin Mora.
Meski belum bisa dijadikan bukti konkret terkait proses negosiasi, aktivitas di media sosial itu langsung memancing spekulasi di kalangan Jakmania. Banyak yang menilai hubungan awal atau komunikasi bisa saja sudah terjalin di belakang layar.
Sinyal semacam ini memang kerap menjadi bahan pembicaraan dalam bursa transfer maupun pergantian pelatih. Terlebih, hingga kini manajemen Persija Jakarta belum mengumumkan siapa sosok yang akan memimpin tim musim depan.
Prapanca sendiri mengakui jika klub telah melakukan komunikasi dengan sejumlah kandidat pelatih. Dia memastikan keputusan final akan segera diambil dalam waktu dekat.
“Sebagai penggantinya, kami sudah menjalin komunikasi dengan kandidat pelatih baru. Dalam waktu dekat, kami akan menentukan sosok yang paling tepat untuk membawa Persija meraih juara pada musim 2026/2027,” tuturnya.
Seperti Apa Profil Benjamin Mora?
Benjamin Mora memiliki nama lengkap Benjamin Mora Mendivil dan lahir di Mexico City pada 25 Juni 1979. Pelatih berkebangsaan Meksiko tersebut dikenal menyukai formasi menyerang 4-3-3 dan telah mengantongi Lisensi Pro UEFA.
Karir kepelatihannya cukup berwarna karena pernah bekerja di berbagai negara. Dia memulai perjalanan profesional bersama Atl. Chiapas pada 2013 sebelum melanjutkan kiprah sebagai asisten pelatih Cafetaleros pada 2015.
Nama Benjamin Mora mulai dikenal luas ketika menangani Johor Darul Ta'zim di Malaysia. Bersama klub tersebut, ia menikmati periode paling sukses dalam kariernya sebagai pelatih.
Setelah meninggalkan Malaysia, Mora sempat melatih Atlas di Meksiko, York United di Kanada, Queretaro FC, hingga terakhir menangani WH Three Towns di China.
Pengalaman lintas negara itu menjadi nilai tambah yang dapat dipertimbangkan Persija Jakarta.
Deretan Prestasi yang Bisa Jadi Modal Besar
Jika melihat rekam jejak prestasi, Benjamin Mora memiliki portofolio yang cukup mengesankan. Kesuksesan terbesarnya datang saat menangani Johor Darul Ta'zim yang mendominasi kompetisi Malaysia selama beberapa musim.
Dia berhasil mempersembahkan empat gelar Liga Malaysia secara beruntun pada musim 2016/2017, 2018/2019, 2019/2020, dan 2020/2021. Selain itu, Mora juga membawa Johor Darul Ta'zim menjuarai Malaysia Cup 2018/2019.
Prestasi lainnya adalah empat gelar Malaysia Super Cup pada musim 2018/2019, 2019/2020, 2020/2021, dan 2021/2022. Catatan tersebut menunjukkan kemampuannya membangun tim yang kompetitif dalam jangka panjang.
Kini, pertanyaan terbesar yang ditunggu Jakmania adalah apakah Benjamin Mora benar-benar akan menjadi nakhoda baru Persija Jakarta. Dengan status tanpa klub, pengalaman internasional, serta sinyal-sinyal yang mulai bermunculan, peluang pelatih asal Meksiko itu merapat ke Jakarta memang terlihat semakin terbuka.