← Beranda
Marcos Santos Ungkap Alasan Bertahan di Arema FC, Sebut Singo Edan Bukan Sekadar Klub
Andre Rizal HanafiSelasa, 2 Juni 2026 | 03.56 WIB
Pelatih Arema FC Marcos Santos. (Arema FC)

 

JawaPos.com - Arema FC menutup perjalanan mereka di Super League 2025/2026 dengan hasil yang cukup positif. Tim berjuluk Singo Edan itu mengakhiri musim di posisi kesembilan klasemen akhir setelah mengumpulkan 48 poin dari seluruh pertandingan yang dijalani.

Hasil tersebut memang belum mampu membawa Arema FC bersaing di papan atas. Namun, melihat berbagai tantangan yang dihadapi sepanjang musim, pencapaian tersebut tetap layak diapresiasi.

Mulai dari badai cedera pemain, performa yang sempat tidak konsisten, hingga kehilangan sosok penting dalam tim, Arema mampu melewati semuanya dan menutup kompetisi dengan kepala tegak.

Baca Juga: Kabar Transfer Super League: Robi Darwis Tinggalkan Persib Bandung Menuju Arema FC

Di balik perjalanan panjang itu, peran pelatih Marcos Santos menjadi salah satu sorotan utama.

Pelatih asal Brasil tersebut dinilai berhasil menjaga semangat tim di tengah situasi yang tidak mudah. Bukan hanya soal strategi di lapangan, tetapi juga komitmennya untuk tetap bersama tim saat kondisi sedang sulit.

“Untuk saya sebuah kebanggaan musim ini mulai dan selesai di Arema FC,” ujar Marcos Santos.

Baca Juga: Didekati DPMM FC, Dalberto Beri Sinyal Bertahan di Arema FC

Pelatih berusia 47 tahun itu mengaku mendapatkan banyak pengalaman berharga selama bekerja di Indonesia. Menurutnya, sepak bola bukan satu-satunya hal yang ia pelajari selama berada di Malang.

“Kita yang datang dari luar negeri banyak belajar dari kalian di Indonesia; rendah hati, kesederhanaan,” katanya.

Marcos juga mengungkapkan bahwa dirinya sempat memiliki peluang untuk meninggalkan Arema FC di tengah musim.

Namun, ia memilih bertahan dan menyelesaikan perjuangan bersama para pemain hingga kompetisi berakhir.

Menurutnya, proses mengembalikan mental dan karakter tim bukan pekerjaan yang mudah. Meski demikian, kerja keras seluruh pemain membuat Arema perlahan mampu bangkit dan menemukan kembali identitasnya.

“Ini kerja keras, kerja sulit, kita mengembalikan jiwa Arema. Berat sekali tapi pemain kerja keras,” ungkapnya.

Baca Juga: Bicara Kartu Merah: Arema FC Paling Brutal, Semua Perlu Belajar dari Borneo FC!

Kini setelah musim berakhir, Marcos Santos memilih kembali ke Brasil sambil menunggu keputusan manajemen terkait masa depannya bersama Arema FC.

Meski belum ada kepastian, ia tidak menyembunyikan keinginannya untuk tetap melatih Singo Edan pada musim depan.

Marcos bahkan menyebut Arema memiliki ikatan emosional yang sangat kuat baginya. Ia merasa klub tersebut bukan hanya sebuah tim sepak bola, melainkan bagian dari keluarga besar masyarakat Malang.

“Amin, semoga saja begitu. Saya mau berterima kasih kepada Bos Iwan, seluruh manajemen, Inal, Oye, Claudio yang kerja luar biasa,” ujarnya.

Baca Juga: Striker Arema FC Dalberto Menuju Liga Malaysia dan Berpeluang Reuni dengan Pemain asal Indonesia

“Arema bukan sekadar tim, Arema adalah keluarga yang melibatkan kota Malang. Di Brasil, Arema itu seperti Corinthians atau Palmeiras yang harus selalu bertarung di atas,” pungkas Marcos Santos.

EDITOR: Edi Yulianto