JawaPos.com - Nama Daisuke Sato kembali menjadi sorotan setelah memberikan pernyataan resmi terkait munculnya nama Persib Bandung dalam daftar larangan registrasi pemain yang dikeluarkan oleh FIFA.
Dalam klarifikasi panjang yang disampaikan, Sato menegaskan bahwa persoalan tersebut bukan berasal dari laporan baru, melainkan lanjutan dari sengketa kontrak yang terjadi setelah masa baktinya bersama Persib berakhir pada Desember 2023.
“Saya ingin meluruskan diskusi terbaru mengenai larangan pendaftaran FIFA yang dijatuhkan kepada Persib Bandung,” ujar Sato dalam pernyataannya.
Baca Juga: Dari Asisten ke Pelatih Kepala, Igor Tolic Siap Bawa Persib Pertahankan Dominasi
Ia menekankan bahwa proses hukum yang berjalan bukanlah tindakan sepihak, melainkan bagian dari mekanisme penyelesaian sengketa profesional yang ditempuh setelah dirinya tidak menemukan solusi lain terkait hak kontrak yang dinilai belum terselesaikan.
Menurut Sato, kasus tersebut telah melalui jalur resmi dan diperiksa oleh otoritas sepak bola terkait. Ia juga menyebut Persib sempat menempuh jalur banding dalam proses tersebut, namun keputusan akhir tetap menguatkan posisinya dalam sengketa.
Lebih lanjut, Sato menjelaskan bahwa larangan registrasi pemain yang kini menimpa Persib merupakan dampak dari ketidakpatuhan terhadap keputusan final dalam batas waktu yang telah ditentukan, bukan karena laporan baru dari dirinya secara langsung.
Baca Juga: Persib dan Borneo FC Hadapi Musim Super Sibuk! Bisa Tembus 60 Lebih Pertandingan
“Saya tidak pernah memiliki masalah pribadi dengan klub, rekan setim, maupun pendukung Persib. Ini murni persoalan profesional,” tegasnya.
Pemain asal Filipina itu juga meminta publik untuk memahami konteks lengkap sebelum menarik kesimpulan atau memberikan penilaian.
Ia menilai transparansi dalam proses ini penting agar tidak menimbulkan kesalahpahaman di kalangan suporter.
Di akhir pernyataannya, Sato turut menyampaikan apresiasi kepada pihak-pihak yang telah mendukungnya selama proses berlangsung, termasuk tim hukum yang mendampinginya sejak awal kasus.
Meski kasus ini sempat memicu perhatian besar di kalangan pecinta sepak bola Indonesia, Sato tetap menegaskan rasa hormatnya terhadap Persib Bandung, Bobotoh, dan perjalanan kariernya selama berada di Indonesia.
Kini, publik menantikan langkah lanjutan dari Persib Bandung terkait penyelesaian administrasi agar situasi yang berkaitan dengan sanksi FIFA tersebut dapat segera menemukan titik terang.